GWM Prediksi Laba Bersih Turun 21,71% di 2026 Meski Penjualan dan Pendapatan Tumbuh

Great Wall Motors (GWM) memprediksi penurunan laba bersih sebesar 21,71% pada tahun 2025. Perusahaan otomotif asal Tiongkok ini mengumumkan bahwa laba bersih tahun 2025 mereka mencapai RMB 9,91 miliar, turun dari RMB 12,66 miliar pada tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama disebabkan oleh meningkatnya pengeluaran untuk pengembangan saluran distribusi baru dan aktivitas pemasaran yang semakin intensif.

Meskipun laba bersih mengalami penurunan, pendapatan GWM pada tahun 2025 justru naik 10,19% menjadi RMB 222,79 miliar. Kenaikan pendapatan ini didukung oleh strategi GWM yang fokus pada pengembangan kanal penjualan langsung ke konsumen dan peningkatan promosi model serta teknologi terbaru. Pendekatan ini juga berkontribusi pada pertumbuhan volume penjualan kendaraan perusahaan.

Penjualan dan Kinerja Perusahaan

Jumlah kendaraan yang terjual oleh GWM pada tahun 2025 mencapai 1.323.672 unit, naik 7,33% dibandingkan dengan tahun 2024. Kenaikan ini menunjukkan keberhasilan ekspansi pasar serta permintaan yang meningkat, meskipun laba bersih perusahaan menyusut. Dari total penjualan, penjualan di luar negeri mencapai 506.066 unit, tumbuh 11,68% secara tahunan, menandakan ekspansi internasional GWM yang makin kuat.

GWM juga mencatat lonjakan signifikan pada penjualan kendaraan energi baru (NEV) yang mencapai 403.653 unit atau naik 25,44% dibandingkan tahun sebelumnya. Penjualan NEV menjadi faktor penting dalam kontribusi pendapatan dan posisi strategis GWM yang kian berfokus pada kendaraan ramah lingkungan.

Dominasi Merek Haval

Produk dari merek Haval tetap menjadi kontributor terbesar bagi GWM dengan penjualan 758.554 unit sepanjang 2025. Ini menunjukkan kenaikan 7,41% dari pencapaian tahun 2024 dan memberikan pangsa pasar sebesar 57,31% dari total penjualan perusahaan. Kuatnya performa merek Haval membantu perusahaan menjaga daya saing di tengah pasar otomotif yang kompetitif.

Analisis Pengeluaran dan Investasi

Penurunan laba bersih GWM lebih disebabkan oleh peningkatan biaya operasional, terutama investasi pada pengembangan kanal distribusi langsung ke konsumen dan pemasaran untuk model-model baru. Strategi ini merupakan bagian dari upaya GWM dalam memperkuat posisi merek dan mempercepat pengenalan produk inovatif di pasar yang terus berubah.

Selain itu, perusahaan juga melaporkan laba bersih setelah penyesuaian pos-pos luar biasa sebesar RMB 6,16 miliar, mengalami penurunan lebih tajam sebesar 36,48% dari tahun 2024. Hal ini menunjukkan adanya tekanan finansial akibat biaya-biaya ekstra yang harus ditanggung untuk mendukung transformasi dan ekspansi.

Rekapitulasi Data Kinerja GWM 2025

  1. Laba bersih: RMB 9,91 miliar (turun 21,71%)
  2. Pendapatan: RMB 222,79 miliar (naik 10,19%)
  3. Penjualan kendaraan: 1.323.672 unit (naik 7,33%)
  4. Penjualan kendaraan energi baru (NEV): 403.653 unit (naik 25,44%)
  5. Penjualan ekspor: 506.066 unit (naik 11,68%)
  6. Penjualan merek Haval: 758.554 unit (naik 7,41%)

Secara keseluruhan, performa penjualan GWM menunjukkan tren positif walaupun profitabilitas menurun akibat pengeluaran besar untuk pengembangan saluran dan pemasaran. Strategi investasi ini diperkirakan menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang bagi perusahaan di pasar otomotif global.

GWM terus berupaya memperluas pasar dan memperkuat daya saing melalui inovasi produk, dengan fokus khusus pada kendaraan energi baru yang semakin diminati konsumen. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju kendaraan ramah lingkungan dan dominasi teknologi digital di sektor otomotif. Dengan demikian, meskipun laba bersih melemah, potensi pertumbuhan GWM tetap terbuka lebar seiring strategi transformasi yang tengah dijalankan.

Terkait