Rem Tangan Mobil Mulai “Loss”? Kenali Penyebab & Cara Menyetel Ulang Agar Aman!

Rem tangan pada mobil berfungsi sebagai pengaman tambahan agar kendaraan tetap berada di tempat saat diparkir. Berbeda dengan rem kaki yang menggunakan sistem hidrolik, rem tangan bekerja dengan kabel baja yang menarik kampas rem di roda belakang. Seiring pemakaian, fungsi rem tangan dapat menurun karena beberapa faktor, sehingga perlu dikenali penyebab dan cara penyetelannya kembali.

Tanda paling umum rem tangan mulai "loss" adalah jumlah klik saat menarik tuas rem yang meningkat. Idealnya, tuas rem akan mengunci dalam 5 hingga 7 klik saja. Namun, jika tuas harus ditarik hingga 9-10 klik agar mobil tetap diam, ini menandakan ada masalah seperti kabel kendur atau kampas rem belakang sudah aus dan tipis.

Selain itu, kotoran dan debu yang menumpuk di dalam tromol rem belakang juga sering jadi penyebab berkurangnya daya cengkeram rem tangan. Pada mobil dengan rem tromol, debu hasil gesekan kampas dapat membuat permukaan menjadi licin. Meski kabel rem ditarik kuat, rem akan sulit mengunci roda dengan sempurna. Membersihkan bagian dalam tromol menggunakan brake cleaner dapat mengembalikan fungsionalitas rem secara instan.

Kabel baja pada rem tangan juga rentan mengalami karat atau macet terutama jika mobil sering melewati genangan air atau jarang digunakan. Kabel yang berkarat tidak dapat bergerak mulus di dalam selongsongnya sehingga tarikan pada tuas tidak efektif meneruskan gaya ke roda. Bahkan, dalam beberapa kasus, rem tangan malah bisa terkunci dan tidak bisa dilepas akibat kabel yang macet.

Penyebab Rem Tangan Mulai "Loss"

  1. Kabel rem kendur akibat pemuaian atau ausnya kampas rem belakang.
  2. Debu dan kotoran menumpuk dalam tromol rem hingga permukaan kampas menjadi licin.
  3. Kabel baja berkarat atau macet sehingga tidak dapat menarik kampas rem dengan efektif.

Untuk mengatasi masalah tersebut, penyetelan ulang pada rem tangan perlu dilakukan. Pada banyak jenis mobil, terdapat baut penyetel di bawah konsol tengah dekat tuas rem atau di bagian kolong mobil. Dengan memutar baut tersebut, ketegangan kabel dapat dikembalikan ke posisi ideal. Namun jika kampas rem belakang sudah sangat tipis, penyetelan hanya memberikan solusi sementara.

Penggantian kampas rem belakang menjadi langkah terbaik agar rem tangan kembali optimal. Selain itu, penting juga melumasi mekanisme penggerak rem dengan grease khusus supaya kabel dan komponen rem bekerja lancar. Perawatan rutin dan pengecekan rem tangan sangat direkomendasikan, terutama bagi kendaraan yang sering digunakan di medan basah atau lama tidak dipakai.

Melakukan pengecekan rem tangan secara berkala dapat mencegah risiko kecelakaan akibat rem parkir yang kurang pakem. Memahami ciri-ciri kerusakan dan cara penyetelannya juga membantu pengendara menjaga kondisi kendaraan tetap aman dan nyaman. Jangan menunggu rem tangan benar-benar gagal bekerja saat mobil meluncur secara tidak terkontrol, segera lakukan perawatan agar fungsi rem tangan tetap optimal.

Terkait