Nio berhasil menggandakan pengiriman mobilnya pada bulan Januari, didorong oleh performa kuat dari SUV andalannya, ES8. Perusahaan mobil listrik asal China ini mencatat pengiriman sebanyak 27.182 unit, meningkat hampir dua kali lipat atau 96,08% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski demikian, pengiriman Januari turun 43,53% dibandingkan dengan bulan Desember. Penurunan ini dianggap wajar karena biasanya penjualan mobil di China mencapai puncak pada akhir tahun dan menurun di awal tahun. Selain itu, kebijakan subsidi yang mulai dikurangi sejak awal tahun ini turut memberikan tekanan pada sektor kendaraan energi baru (NEV).
Performa Merek Utama Nio dan SUV ES8
Merek utama Nio berhasil menunjukkan ketahanan yang signifikan dengan pengiriman 20.894 unit di Januari, naik 162,78% secara tahunan. Meskipun turun 34,50% dari Desember, angka ini mencerminkan permintaan yang kuat, khususnya pada model ES8 SUV.
Pada bulan Januari, Nio merayakan pencapaian penting dengan pengiriman ES8 generasi ketiga yang mencapai 60.000 unit, hanya dua minggu setelah mencapai 50.000 unit. Peluncuran resmi model ini terjadi pada September lalu, dan pada akhir Desember target pengiriman tahunan telah terpenuhi dengan 40.000 unit terjual.
Penurunan pada Sub-Merek Onvo dan Model Firefly
Sementara merek utama mencatat kemajuan, sub-merek Onvo yang menyasar segmen mobil keluarga mengalami penurunan signifikan. Pengiriman Onvo hanya 3.481 unit, menurun 41,12% secara tahunan dan berkurang 61,97% dibanding bulan sebelumnya. Penurunan tersebut dikaitkan dengan berkurangnya insentif dari pemerintah yang memengaruhi permintaan pasar.
Selain itu, model Firefly yang merupakan mobil listrik kecil juga menunjukkan tren turun dengan pengiriman 2.807 unit di Januari, turun hingga 60,38% dari bulan Desember. Hal ini menunjukkan tantangan yang dihadapi segmen kendaraan listrik kecil di tengah kondisi pasar yang berubah.
Strategi Pembiayaan dan Persaingan di Pasar EV
Untuk mengatasi tekanan pasar, Nio meluncurkan program pembiayaan dengan bunga rendah selama 7 tahun bagi para pembeli mobil. Langkah ini sejalan dengan upaya Tesla dan kompetitor lokal lain dalam menarik minat konsumen melalui berbagai insentif penjualan.
Penurunan subsidi pemerintah mendorong pembuat mobil listrik untuk mencari strategi penjualan yang lebih agresif. Nio tetap fokus pada pengembangan produk unggulan dan mempertahankan pangsa pasar melalui inovasi serta penawaran keuangan yang menarik.
Data Pengiriman Nio Berdasarkan Merek
Berikut ringkasan data pengiriman Nio di Januari dibandingkan dengan bulan dan tahun sebelumnya:
| Merek | Jan 2025 | Jan 2026 | Perubahan YoY (%) | Perubahan MoM (%) |
|---|---|---|---|---|
| Nio Main Brand | 7.951 | 20.894 | +162,78% | -34,50% |
| Onvo Sub-Brand | 5.912 | 3.481 | -41,12% | -61,97% |
| Firefly | – | 2.807 | – | -60,38% |
| Total Pengiriman | 48.135 | 27.182 | +96,08% | -43,53% |
Angka ini mencerminkan dinamika pasar mobil listrik di China dan posisi Nio sebagai salah satu pemain kunci yang mampu menunjukkan pertumbuhan di tengah tantangan kebijakan.
Tren Pasar Mobil Listrik di China
Pengurangan insentif pemerintah sejak awal tahun ini berdampak luas pada industri kendaraan listrik China. Banyak produsen merasakan pelemahan permintaan, terutama bagi model dan merek yang kurang kuat secara merek atau belum memiliki produk flagship.
Meski demikian, konsumen masih menunjukkan minat besar pada SUV listrik kelas atas, seperti ES8. Model ini tidak hanya menarik pembeli domestik, tetapi juga meningkatkan citra merek Nio di pasar global.
Nio tetap berkomitmen untuk memperkuat portofolio produk dan investasi dalam riset teknologi kendaraan listrik. Perusahaan melihat peluang besar di segmen SUV karena tren konsumen lebih memilih kendaraan yang luas dan multifungsi, terutama di pasar China.
Dengan strategi produk yang tepat dan dukungan finansial yang kompetitif, Nio berpotensi mempertahankan pertumbuhan pengiriman di tengah persaingan ketat dan perubahan regulasi di pasar mobil listrik.
