Chery Corporation berambisi meningkatkan kapasitas produksi kendaraannya secara global dengan mengincar pabrik Jaguar Land Rover (JLR) di Inggris yang saat ini tidak digunakan secara optimal. Upaya ini merupakan bagian dari target perusahaan untuk mencapai penjualan sebesar 3,2 juta unit pada tahun 2026.
Langkah ekspansi Chery tidak hanya fokus pada pasar domestik Tiongkok, melainkan juga menjangkau pasar di berbagai benua. Hal ini terlihat dari kebijakan Chery yang selalu merilis model kendaraan global, bukan model yang disesuaikan secara spesifik dengan pasar tertentu. Dengan demikian, perusahaan ingin menekan biaya produksi sekaligus memperluas pangsa pasar internasional.
Negosiasi dengan Jaguar Land Rover
Chery tengah bernegosiasi serius dengan pihak JLR untuk mengambil alih salah satu fasilitas produksi di Inggris yang saat ini tidak terpakai maksimal. Jaguar Land Rover memiliki pabrik di beberapa lokasi Inggris seperti Solihull untuk produksi Range Rover dan Range Rover Sport, Halewood untuk Evoque dan Discovery Sport, serta pusat rekayasa mesin.
Selain fasilitas di Inggris, JLR juga memiliki pabrik di Slovakia, Tiongkok, India, Brazil, dan Austria. Namun, produksi kendaraan di Inggris diperkirakan hanya mencapai sekitar 738.000 unit pada 2025. Angka ini jauh di bawah target produksi awal sebesar 1,3 juta unit per tahun hingga 2035. Oleh karena itu, keterlibatan Chery di fasilitas JLR dianggap strategis untuk mengoptimalkan kapasitas tersebut.
Dukungan Pemerintah Inggris
Pemerintah Inggris memberikan respons positif terhadap rencana Chery. Namun, pemerintah juga menghendaki agar Chery tidak hanya mengoperasikan pabrik secara murni sebagai basis produksi, tetapi juga berkontribusi dalam aktivitas riset dan pengembangan teknologi otomotif. Kolaborasi riset ini diharapkan mampu mendongkrak inovasi sekaligus mempertahankan industrinya di tingkat global.
Strategi Diversifikasi Merek dan Produk
Chery memandang bahwa kehadiran pusat produksi di Inggris akan mendorong merek Omoda dan Jaecoo menjadi lebih kompetitif. Kedua merek ini fokus pada segmen kendaraan listrik (EV) yang kini tengah mengalami pertumbuhan signifikan di Eropa. Penguatan produksi di Inggris diharapkan dapat meningkatkan penetrasi pasar dan memperkuat posisi Chery di kancah otomotif global, khususnya untuk kendaraan listrik.
Selain rencana di Inggris, Chery juga telah memiliki fasilitas produksi di Barcelona, Spanyol, yang diambil alih dari Nissan. Ke depan, proses akuisisi fasilitas Nissan di Afrika Selatan juga tengah dipertimbangkan untuk memperluas jangkauan manufaktur grup tersebut.
Kolaborasi Teknologi dan Lisensi
Pendekatan Chery kepada JLR bukan hanya soal produksi, tetapi juga kesinambungan teknologi. Sebelumnya, Chery mendapat lisensi untuk mengembangkan platform Freelander sebagai basis untuk mobil listrik, seperti model Chery EOX dan M3X. Ini menunjukkan adanya sinergi teknologi antara keduanya yang dapat menghasilkan inovasi produk baru.
Kantor Perwakilan di Eropa
Untuk memperkuat aktivitas bisnis dan riset di benua Eropa, Chery sudah membuka kantor perwakilan resmi di Liverpool, Inggris. Kantor ini berfungsi sebagai pusat penghubung antara pabrikan dengan pasar Eropa, mencakup koordinasi penjualan, riset pasar, dan pengembangan teknologi otomotif. Kehadiran kantor ini juga simbol komitmen Chery untuk memperkuat jaringan globalnya.
Rencana Chery mengakuisisi pabrik Jaguar Land Rover di Inggris merupakan langkah strategis penting demi mencapai target ambisiusnya. Dengan optimalisasi fasilitas produksi dan dukungan pemerintah serta kolaborasi teknologi, Chery berpotensi memperkokoh posisi di pasar kendaraan global, khususnya pada segmen kendaraan listrik yang sedang berkembang pesat.







