WD-40 merupakan produk yang sangat terkenal di bengkel, garasi, dan kotak perkakas. Awalnya dikembangkan pada akhir 1950-an untuk mencegah korosi dalam industri dirgantara. Namun, meskipun sangat serbaguna, WD-40 tidak cocok untuk segala permukaan dan komponen.
Produk ini dikenal luas karena kemampuannya mengusir air, melumasi ringan, dan mencegah karat pada berbagai benda. Tetapi, ada beberapa area di mana penggunaan WD-40 justru dapat menyebabkan kerusakan atau risiko keselamatan yang serius.
1. Jangan Gunakan WD-40 pada Komponen Rem
Sistem pengereman bekerja dengan prinsip gesekan untuk memperlambat dan menghentikan kendaraan. WD-40 yang merupakan pelumas kuat, jika diaplikasikan pada rotor atau kampas rem, dapat mengurangi gesekan secara drastis. Hal ini berpotensi menambah jarak pengereman dan berbahaya bagi keselamatan pengendara.
Rem yang berdecit biasanya disebabkan oleh air, karat permukaan, atau keausan normal dan harus diatasi dengan pemeriksaan serta perawatan yang tepat. Ada produk pembersih rem khusus yang dapat digunakan sebagai alternatif tanpa mengurangi performa pengereman.
2. Hindari Menggunakan WD-40 pada PVC dan Plastik Tertentu
WD-40 mengandung hidrokarbon yang dapat merusak beberapa jenis plastik seperti PVC, polistirena, dan polikarbonat. Plastik-polikarbonat sering dipakai untuk lensa lampu depan dan belakang kendaraan, kacamata, serta panel transparan lainnya.
Paparan berulang dapat menyebabkan plastik tersebut menjadi keruh, rapuh, dan mudah pecah. Untuk pipa PVC atau sambungan plastik, lebih baik gunakan pelumas berbasis silikon yang dirancang khusus untuk keperluan tersebut. Sementara untuk membersihkan lensa plastik atau kacamata, sabun cuci piring ringan dan kain bebas serat adalah pilihan terbaik.
3. Jauhkan WD-40 dari Sumber Panas dan Api Terbuka
WD-40 adalah produk yang sangat mudah terbakar. Berdasarkan lembar data keselamatan produk, WD-40 harus dijauhkan dari sumber panas, percikan api, permukaan panas, dan api terbuka.
Hal ini sangat krusial saat digunakan di sekitar mesin kendaraan, seperti di dekat manifold knalpot, converter katalitik, blok mesin, dan terminal baterai yang berpotensi menimbulkan percikan api. Pengaplikasian WD-40 pada bagian-bagian panas bisa menyebabkan uapnya terbakar dan menimbulkan kebakaran.
Pastikan mesin kendaraan sudah dingin sebelum menyemprotkan WD-40. Jangan letakkan kaleng aerosol di permukaan panas agar tidak terjadi ledakan karena tekanan internal kaleng dapat meningkat.
4. Jangan Mengaplikasikan WD-40 pada Kulit atau Luka Terbuka
Meski efektif untuk menghilangkan kotoran dan minyak pada permukaan logam, WD-40 berbahaya jika terkena kulit atau luka terbuka. Zat pada WD-40 dapat terserap melalui luka dan berpotensi mempengaruhi sistem saraf. Kontak langsung juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, atau reaksi alergi.
Jika tidak sengaja terkena kulit, segera cuci dengan sabun dan air bersih. Hindari menyentuh mata, mulut, atau hidung sebelum tangan dibersihkan. Apabila WD-40 mengenai mata, bilas dengan air mengalir selama beberapa menit dan segera cari bantuan medis apabila muncul gejala iritasi.
Penggunaan sarung tangan saat memegang WD-40 sangat dianjurkan, terutama jika ada luka kecil pada tangan.
WD-40 tetap menjadi produk yang sangat berguna jika digunakan pada objek yang tepat. Pengetahuan tentang tempat-tempat yang harus dijauhkan dari WD-40 sama pentingnya untuk mencegah kerusakan dan risiko keselamatan. Dengan mengikuti panduan ini, manfaat WD-40 dapat dimaksimalkan tanpa menimbulkan masalah yang tidak diinginkan.







