Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menetapkan target penjualan mobil nasional mencapai 850 ribu unit pada tahun 2026. Target ini dianggap moderat sekaligus realistis untuk mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia.
Data menunjukkan, sepanjang 2025 penjualan mobil wholesales (pabrik ke dealer) mencapai 803.687 unit. Angka ini mengalami penurunan 7,2% dibandingkan 2024, tetapi tetap melampaui target Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang sebesar 780 ribu unit. Target 850 ribu unit pada 2026 berarti ada kenaikan sekitar 5,4% dari realisasi penjualan tahun sebelumnya.
Proyeksi Kapasitas Produksi dan Penyerapan Pasar
Agus menjelaskan kapasitas produksi otomotif nasional berada di kisaran 2,5 hingga 2,6 juta unit. Meski kapasitas besar, penyerapan pasar dalam negeri masih jauh di bawah kapasitas produksi yang ada. Oleh sebab itu, fokus diarahkan pada peningkatan efisiensi produksi sekaligus memperkuat pasar ekspor sebagai penopang utama industri otomotif.
Sepanjang 2025, kinerja ekspor kendaraan utuh (CBU) menunjukkan tren positif dengan capaian 518 ribu unit, meningkat 9,7% dari tahun sebelumnya yang mencapai 472 ribu unit. Menteri Perindustrian mendorong agar produsen meningkatkan kuota ekspor dan memperluas pangsa pasar ke berbagai negara tujuan.
Tren Mobil Elektrifikasi yang Semakin Diminati
Perkembangan penjualan mobil listrik dan hybrid menjadi salah satu faktor kunci dalam target penjualan 2026. Pada 2025, mobil berteknologi elektrifikasi menyumbang 21,79 persen dari total penjualan nasional dengan 175.144 unit terjual. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan minat konsumen terhadap kendaraan ramah lingkungan.
Rinciannya, penjualan plug in hybrid electric vehicles (PHEV) melonjak sangat signifikan mencapai 5.134 unit atau naik 3.775 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 136 unit. Sementara penjualan battery electric vehicles (BEV) naik 141 persen menjadi 103.931 unit. Mobil hybrid juga mengalami kenaikan penjualan, dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025, bertumbuh 10 persen.
Kenaikan penjualan mobil elektrifikasi ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong transisi kendaraan ramah lingkungan. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi industri otomotif Indonesia di tengah tren global menuju penggunaan energi bersih.
Strategi Pemenuhan Target dan Tantangan Industri
Menteri Perindustrian menggarisbawahi perlunya kerja sama antara produsen dan pemerintah agar target 850 ribu unit penjualan mobil pada 2026 dapat tercapai atau bahkan terlampaui. Pendekatan yang diambil adalah mengoptimalkan produksi, meningkatkan ekspor, serta mengembangkan teknologi otomotif, terutama mobil elektrifikasi.
Peningkatan kapasitas produksi yang ada belum diimbangi dengan penyerapan pasar domestik yang maksimal. Oleh karena itu, dorongan pada ekspor menjadi kunci untuk menyiasati kelebihan produksi sekaligus menjaga stabilitas industri. Selain itu, penguatan teknologi ramah lingkungan juga menjadi pendorong daya saing produk otomotif Indonesia di pasar global.
Berbagai program insentif dan kebijakan juga diyakini akan membantu menggenjot penjualan mobil, terutama segmen elektrifikasi. Dorongan ini penting tidak hanya dari sisi volume penjualan, namun juga dari sisi peningkatan kualitas dan nilai tambah industri otomotif nasional.
Dengan fondasi tersebut, target penjualan mobil 850 ribu unit pada 2026 mencerminkan harapan besar pemerintah terhadap tumbuhnya industri otomotif yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kondisi ini sekaligus menegaskan keyakinan bahwa tren kendaraan listrik dan hybrid akan terus meningkat seiring pertumbuhan pasar dan kesadaran konsumen.





