
Sunwoda, salah satu produsen baterai terkemuka di China, telah menyelesaikan sengketa kualitas baterai dengan Vremt, anak perusahaan Geely. Penyelesaian ini mengakhiri permasalahan hukum yang signifikan yang sebelumnya menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan perusahaan baterai tersebut.
Vremt sebelumnya menggugat Sunwoda Electric Vehicle Battery Co Ltd (Sunwoda EVB) dengan klaim kerugian mencapai RMB 2,31 miliar atau sekitar 330 juta dolar AS. Gugatan ini berawal dari dugaan adanya masalah kualitas pada baterai yang disuplai antara Juni 2021 dan Desember 2023.
Dampak Penyelesaian dan Komitmen Kedua Pihak
Dalam perjanjian penyelesaian, Vremt setuju untuk menarik tuntutan hukumnya setelah kesepakatan berjalan efektif. Sunwoda dan Vremt sepakat menentukan biaya penggantian paket baterai berdasarkan biaya aktual. Pembagian biaya tersebut akan dilakukan secara proporsional sesuai kesepakatan bersama. Semua paket baterai yang diproses tetap menjadi milik Sunwoda.
Sunwoda memperkirakan penyelesaian ini akan berdampak pada laba bersih tahun 2025 sebesar RMB 500 juta hingga RMB 800 juta atau setara 72 juta sampai 115 juta dolar AS. Dengan demikian, penyelesaian ini memberikan kepastian finansial meskipun harus menanggung beban biaya terkait kualitas baterai.
Profil Sunwoda dan Posisi Pasar
Sunwoda merupakan salah satu pemasok baterai terbesar di China. Pada 2025, kapasitas pemasangan baterai listrik yang dilakukan Sunwoda mencapai 24,35 GWh. Angka ini menempatkan Sunwoda di posisi keenam dalam pangsa pasar baterai kendaraan listrik di China dengan 3,17%.
Berikut adalah peringkat instalasi baterai beberapa perusahaan di pasar China pada 2025:
- CATL – 333,57 GWh (43,42%)
- BYD – 165,77 GWh (21,58%)
- CALB – 53,61 GWh (6,98%)
- Gotion High-tech – 43,44 GWh (5,65%)
- Eve Energy – 31,61 GWh (4,11%)
- Sunwoda – 24,35 GWh (3,17%)
Penguasaan pasar oleh Sunwoda menunjukkan peran strategisnya dalam ekosistem kendaraan listrik, terutama dalam memasok baterai untuk beberapa model kendaraan dari Zeekr yang merupakan bagian dari Geely Holding Group.
Status Upaya IPO dan Prospek Perusahaan
Perseteruan hukum ini bertepatan dengan upaya Sunwoda untuk melantai di bursa Hong Kong. Perusahaan mengajukan aplikasi pencatatan saham pada Juli 2025, namun gagal menyelesaikan proses dalam jangka waktu enam bulan sehingga materi aplikasi kadaluwarsa.
Pada bulan Januari, Sunwoda kembali mengajukan aplikasi dengan pernyataan bahwa proses persiapan berjalan lancar. Penyelesaian sengketa dengan Vremt diharapkan memperkuat posisi Sunwoda dalam menghadapi proses IPO dan meningkatkan kepercayaan investor.
Implikasi Industri Baterai Kendaraan Listrik di China
Kasus ini mencerminkan pentingnya standar kualitas bagi produsen baterai, mengingat permintaan kendaraan listrik yang terus berkembang pesat. Konsumen dan produsen mobil menuntut produk baterai yang andal untuk menjamin performa dan keamanan kendaraan.
Sunwoda berada dalam tekanan untuk terus meningkatkan kualitas produknya agar dapat bersaing dengan pemain besar lain seperti CATL dan BYD. Dengan menyelesaikan sengketa secara damai, Sunwoda menunjukkan komitmen untuk adaptasi dan kemajuan industri baterai kendaraan listrik di dalam negeri dan pasar global.
Informasi ini penting bagi para pelaku industri, investor, dan pengamat pasar kendaraan listrik yang ingin memahami dinamika terbaru dari salah satu pemasok baterai utama di China serta implikasinya terhadap ekosistem kendaraan listrik.





