William Li Tegaskan Target Nio Raih Laba Tahunan 2026 Usai Profit Kuartal IV 2026

William Li, pendiri sekaligus CEO Nio Inc, kembali menegaskan target perusahaan untuk mencapai profitabilitas tahunan pada 2026. Pernyataan ini disampaikan dalam alamat internal kepada karyawan setelah Nio melaporkan laba kuartal pertamanya pada kuartal keempat 2025.

Li menegaskan bahwa profitabilitas tahunan bukanlah hal yang mudah diraih, dan keberlanjutan pertumbuhan perusahaan sangat bergantung pada margin keuntungan yang wajar. "Ini adalah target yang harus kita capai," ujarnya. Pada pertemuan perusahaan tanggal 9 Februari, Li menyebutkan bahwa tahun ini Nio bertekad kembali mencapai laba non-GAAP tahunan, melanjutkan pencapaian tahun lalu.

Kontribusi Unit Bisnis Sel & Model Unggulan

Salah satu faktor utama keberhasilan Nio adalah mekanisme Cell Business Unit (CBU), yang menurut Li telah memberikan kontribusi signifikan sepanjang tahun lalu dan akan terus diberlakukan. Menurut Li, "Tahun lalu, kami pada dasarnya membuat mobil konsep CBU. Tahun ini, kami akan terus mengembangkannya agar lebih cepat menuju produksi massal dan meningkatkan performa setiap tahunnya."

Berbagai tim pengembangan model seperti ES8 generasi ketiga, Onvo L90, Firefly, serta tim pengembangan chip internal dan pengurangan biaya rantai pasokan, menjadi landasan utama pertumbuhan kuat Nio pada paruh kedua 2025. ES8 terbaru tercatat berhasil mengirimkan 60.000 unit dalam 134 hari, menyumbang utama bagi keuntungan kuartal keempat. Selain itu, Onvo L90 menjadi juara penjualan SUV listrik tiga baris sekaligus meraih capaian 10.000 pengiriman selama tiga bulan berturut-turut.

Firefly juga mencatat pertumbuhan luar biasa dengan merebut 61% pangsa pasar mobil kompak premium pada Desember lalu. Model ini menunjukkan tren penjualan yang stabil, berbeda dari tren "new car death valley effect" di pasar saat ini, yaitu penurunan penjualan drastis setelah peluncuran.

Inovasi Teknologi dan Infrastruktur

Keberhasilan Nio tak lepas dari investasi panjang dalam teknologi. Pada 2025, Nio memperkenalkan chip pengemudian cerdas Shenji 9031, sistem operasi SkyOS, serta teknologi SkyRide pada kendaraan massal. ET9 tetap menjadi kendaraan paling maju secara teknologi di pasar, berkat chip internal Shenji NX9031, chip 5nm pertama di dunia untuk otomotif.

Tim pengembangan chip dan perangkat lunak Nio berhasil mengintegrasikan berbagai teknologi canggih yang mendukung konektivitas penuh kendaraan tanpa mengorbankan keamanan dan keandalan. Teknologi rangkaian penggerak aktif dan kemudi elektronik yang mereka kembangkan juga mulai diadopsi oleh kompetitor dan menjadi standar industri.

Nio juga membuat kemajuan besar dalam infrastruktur pengisian daya. Pada Februari ini, jumlah stasiun pertukaran baterai sudah mencapai 3.729 unit dan direncanakan bertambah 1.000 unit lagi sepanjang tahun ini. Jumlah total stasiun baterai swap diharapkan mencapai minimal 4.600, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap model layanan energi yang inovatif dan mendukung kenyamanan pengguna.

Pertumbuhan dan Langkah Ke Depan

Penjualan Nio tumbuh 47% tahun ke tahun pada 2025, dengan lonjakan lebih dari 70% pada paruh kedua mana perusahaan memasuki siklus pertumbuhan ketiganya. Pada awal Januari, Nio menandai tonggak 1 juta kendaraan listrik diproduksi, yang seluruhnya merupakan produk murni listrik kelas premium dengan teknologi full-stack hasil pengembangan internal.

Selain itu, pada Februari, Nio melaporkan laba kuartal keempat yang memenuhi standar GAAP maupun non-GAAP. Pencapaian ini sekaligus menjadi bukti bahwa profitabilitas dapat dicapai bersamaan dengan pertumbuhan penjualan, investasi R&D berkelanjutan, dan peningkatan kepuasan pelanggan.

William Li menyebutkan prioritas perusahaan tahun ini terdiri dari 3 hal utama: pertama, investasi tepat sasaran pada riset dan pengembangan produk dengan efisiensi tinggi dan perhitungan ROI yang jelas. Kedua, memperluas dan memperkuat infrastruktur pengisian daya dan baterai swap serta jaringan layanan. Ketiga, melanjutkan transformasi organisasi dengan fokus pada penciptaan nilai bagi pengguna.

Nio juga mengincar pertumbuhan tahunan antara 40% hingga 50% setelah memperkuat mekanisme CBU. Target jangka panjangnya adalah mencapai penjualan tahunan 5 juta unit pada 2035 dengan basis pengguna antara 20 hingga 30 juta.

William Li menutup pesan internalnya dengan mengingatkan bahwa keberhasilan Nio bergantung pada profitabilitas yang stabil dan pertumbuhan yang berkelanjutan. "Kita harus membangun benteng yang kuat dan terus maju langkah demi langkah untuk mencapai kesuksesan jangka panjang," katanya.

Dengan pijakan teknologi kuat, inovasi berkelanjutan, dan fokus pada efisiensi operasional, Nio optimis akan menghadapi masa depan yang lebih cerah dan mengukir posisi terdepan di industri kendaraan listrik global.

Berita Terkait

Back to top button