Mirattery, operator aset baterai milik Nio Inc, baru saja menyelesaikan penerbitan REITs (Real Estate Investment Trusts) senilai RMB 501 juta atau setara dengan $72,5 juta. Penerbitan ini merupakan bagian dari upaya terbaru dalam sekuritisasi aset baterai mereka. Aset yang menjadi dasar penerbitan REITs ini adalah baterai daya yang disewakan kepada pemilik kendaraan dalam model leasing.
Langkah ini menandai peluncuran REITs baterai daya pertama di dunia yang bertipe hold-for-investment. Dengan kata lain, instrumen ini dirancang untuk menyimpan aset dengan tujuan memperoleh pendapatan jangka panjang, bukan untuk dijual segera. Mirattery menjelaskan bahwa penerbitan ini menjadi tonggak penting dalam strategi sekuritisasi aset baterai daya mereka.
Ciri Khusus Penerbitan REITs Mirattery
REITs yang diterbitkan oleh Mirattery menggunakan struktur hold-type asset-backed securities (ABS) atau quasi-REITs. Produk ini memungkinkan perusahaan untuk memegang aset yang menghasilkan pendapatan secara berkelanjutan. Pihak yang mendukung kesuksesan penerbitan ini adalah CITIC Securities bersama dengan Bursa Saham Shanghai.
Hingga akhir Januari, aset baterai yang dikelola oleh Mirattery telah melewati kapasitas 40 GWh. Angka ini menegaskan posisi perusahaan dalam mengelola portofolio baterai daya yang cukup besar. Dengan dukungan struktur REITs, Mirattery bertujuan memperluas strategi ringan aset (asset-light strategy) mereka.
Strategi Asset-Light dan Diversifikasi Pembiayaan
Melalui mekanisme REITs, Mirattery berharap dapat memperlebar jalur pembiayaan yang diversifikasi. Pendekatan ini juga membantu memperbaiki struktur aset dan kewajiban perusahaan. Dengan dukungan modal melalui sekuritisasi, perusahaan mampu mengurangi beban kepemilikan aset langsung sekaligus menjaga fleksibilitas keuangan.
Mirattery sendiri didirikan pada 18 Agustus 2020 sebagai perusahaan patungan antara CATL, Nio, Guotai Junan Securities, dan Hubei Science Technology Investment. Sejak Nio meluncurkan layanan BaaS (Battery as a Service) pada Agustus 2020, Mirattery bertugas sebagai pengelola baterai yang disewakan tersebut.
Perkembangan Sekuritisasi Aset Baterai
Sejak beberapa tahun terakhir, Mirattery konsisten mengembangkan skema sekuritisasi aset melalui penerbitan ABS dan Asset-Backed Medium-Term Notes (ABN). Pada Desember lalu, perusahaan berhasil mengumpulkan hampir RMB 1 miliar dalam putaran pembiayaan Seri C.
Skema ini memperlihatkan kemajuan signifikan dalam meningkatkan likuiditas aset baterai, sekaligus memberikan opsi pendanaan berkelanjutan bagi pengembangan layanan baterai leasing mereka. Kemampuan untuk mengelola aset dalam jumlah besar melalui sekuritisasi memberikan keunggulan kompetitif bagi Mirattery dalam industri kendaraan listrik.
Dampak terhadap Industri Kendaraan Listrik
Penerbitan REITs ini turut menegaskan perkembangan inovasi pembiayaan dalam sektor energi dan kendaraan listrik di Tiongkok. Model bisnis yang menggabungkan leasing baterai dengan pembiayaan aset berbasis pasar modal membuka jalan bagi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Pendekatan sekuritisasi aset ini tidak hanya menyediakan likuiditas jangka panjang bagi operator baterai tetapi juga memperkuat posisi perusahaan dalam rantai nilai kendaraan listrik secara keseluruhan. Inisiatif Mirattery dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam mengelola aset energi secara profesional dan modern.
Fakta Penting dalam Penerbitan REITs Mirattery
- Jumlah penerbitan: RMB 501 juta ($72,5 juta).
- Jenis REITs: Hold-for-investment power battery REITs pertama di dunia.
- Aset dasar: Baterai daya yang disewakan dalam model leasing kepada pemilik kendaraan.
- Kapasitas aset yang dikelola: Lebih dari 40 GWh per akhir Januari.
- Pendukung penerbitan: CITIC Securities dan Bursa Saham Shanghai.
- Tujuan: Memperluas pembiayaan dan memperbaiki struktur aset serta kewajiban.
Melalui mekanisme baru ini, Mirattery menunjukkan bagaimana perusahaan baterai dapat memanfaatkan instrumen pasar modal untuk mendukung operasional dan ekspansi. Penerbitan REITs juga menandai kemajuan penting dalam pengelolaan aset energi terbarukan yang kritikal bagi masa depan kendaraan listrik di dunia.
