Per tanggal 13 Februari 2026, harga bahan bakar minyak (BBM) mengalami penurunan yang signifikan di sejumlah SPBU besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Penyesuaian harga ini didorong oleh turunnya harga minyak mentah di pasar dunia dan stabilnya nilai tukar rupiah, sehingga memberi dampak positif terhadap biaya bahan bakar bagi konsumen.
Penurunan harga BBM ini berlaku untuk berbagai jenis bensin dan diesel non-subsidi, dengan harga yang kini lebih terjangkau terutama di area Jabodetabek dan Jawa Barat. Bagi pengguna kendaraan, kondisi ini menjadi peluang untuk mengurangi pengeluaran operasional di tengah aktivitas yang padat.
Harga BBM Pertamina di Pulau Jawa
Pertamina menetapkan harga baru variasi BBM sebagai berikut: Pertalite (RON 90) Rp10.000 per liter, Biosolar (CN 48) Rp6.800 per liter, Pertamax (RON 92) Rp11.800 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) Rp12.700 per liter, Pertamax Green 95 (RON 95) Rp12.450 per liter, Dexlite (CN 51) Rp13.250 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp13.500 per liter.
Harga-harga ini mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya dan menjadi acuan untuk Wilayah Jawa dan Bali. BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap dipertahankan harganya tanpa perubahan.
Penurunan Harga BBM Shell
Shell Indonesia juga menerapkan tarif lebih rendah di awal bulan ini. Harga Shell Super (RON 92) kini Rp12.050 per liter, Shell V-Power (RON 95) Rp12.500 per liter, Shell V-Power Nitro+ (RON 98) Rp12.720 per liter, dan Shell V-Power Diesel (CN 51) Rp13.600 per liter. Penurunan harga berkisar dari Rp80 hingga Rp760 per liter dibandingkan periode sebelumnya.
Update Harga BBM di SPBU BP-AKR
SPBU BP-AKR mengikuti tren penurunan dengan rincian harga terbaru yakni BP 92 (RON 92) Rp12.050 per liter, BP Ultimate (RON 95) Rp12.500 per liter, dan BP Ultimate Diesel (CN 53) Rp13.600 per liter. Penyesuaian harga turunnya antara Rp260 hingga Rp690 per liter.
Harga BBM Vivo Terbaru
Vivo menyesuaikan harga dengan penurunan sebesar Rp10 hingga Rp650 per liter. Saat ini, harga Revvo 92 (RON 92) terpaut Rp12.050 per liter, Revvo 95 (RON 95) Rp12.500 per liter, dan Diesel Primus Plus (CN 51) Rp13.610 per liter. Varian yang tersedia memang lebih terbatas, tapi tetap mengikuti pola penurunan harga yang sama.
Harga BBM Pertamina di Wilayah Indonesia Lainnya
Penurunan harga Pertamina juga dikuatkan di berbagai wilayah Indonesia seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua dengan rincian sebagai berikut:
-
Sumatera & Sekitarnya
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100–12.400 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000–13.250 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp13.550–13.850 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800–14.100 per liter
-
Kalimantan
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100–12.400 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000–13.250 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp13.550–13.850 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800–14.100 per liter
-
Sulawesi
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex: Rp13.800 per liter
- Maluku & Papua
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp12.100 per liter
- Pertamax Turbo (terbatas untuk Papua): Rp13.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Dexlite: Rp13.550 per liter
- Pertamina Dex (terbatas di wilayah tertentu Papua): Rp13.800 per liter
Perubahan tarif BBM ini merupakan upaya pengaturan jalur distribusi energi yang berkelanjutan di tengah dinamika pasar global dan kebijakan nasional. Hal ini sekaligus menjaga keseimbangan antara kepentingan industri, pemerintah, dan daya beli masyarakat terhadap bahan bakar.
Dengan harga terbaru yang lebih kompetitif, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat langsung dari penurunan biaya transportasi. Selain itu, penyesuaian ini juga dapat mendorong aktivitas ekonomi dan mobilitas dengan beban biaya lebih ringan.
Secara keseluruhan, penurunan harga BBM pada 13 Februari ini menandai langkah penting dalam stabilisasi harga energi domestik. Pengguna kendaraan di seluruh Indonesia dapat memantau terus perubahan harga di SPBU resmi agar dapat memanfaatkan momentum penurunan terutama untuk BBM non-subsidi.
Baca selengkapnya di: moladin.com