Mercedes-Benz melakukan penarikan kembali (recall) terhadap ribuan unit mobil listriknya di China karena masalah pada baterai. Dalam kondisi terburuk, kerusakan baterai ini berpotensi menyebabkan kebakaran kendaraan.
Recall ini melibatkan 19.481 unit Mercedes-Benz EQA dan EQB yang diproduksi antara April 2021 sampai Maret 2024. Penarikan kembali dilakukan oleh Beijing Benz, perusahaan patungan Mercedes-Benz di China, dan mulai dijalankan pada akhir Juni.
Penyebab Recall Mobil Listrik Mercedes-Benz
Masalah recall terjadi akibat ketidakkonsistenan dalam proses produksi baterai tegangan tinggi. Akibatnya, keandalan baterai menurun dan perangkat lunak pada sistem manajemen baterai (Battery Management System/BMS) dapat menyebabkan kelebihan beban pada sel baterai.
Dikutip dari pengumuman resmi, kondisi ini meningkatkan risiko terjadinya korsleting internal. Korsleting dapat memicu kebakaran pada kendaraan, menimbulkan potensi bahaya keselamatan bagi pengemudi dan penumpang.
Langkah Perbaikan oleh Mercedes-Benz
Beijing Benz akan melakukan penggantian baterai tegangan tinggi pada semua mobil yang terdampak recall ini. Proses perbaikan ini mengikuti hasil investigasi cacat produk yang dilakukan oleh Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) China.
Sebelum mobil diperbaiki, pemilik disarankan untuk membatasi pengisian baterai maksimal 80 persen. Selain itu, kendaraan dianjurkan untuk diparkir di luar ruangan guna mengurangi risiko kebakaran.
Riwayat Recall dan Dampaknya
Recall terbaru ini merupakan perluasan dari penarikan sebelumnya yang diumumkan pada Maret lalu. Pada waktu itu, Mercedes-Benz menarik kembali 12.308 unit EQA dan EQB produksi China.
Rekaman kasus bahaya kebakaran mobil listrik akibat baterai juga pernah terjadi pada beberapa model di China. Insiden tersebut meningkatkan kewaspadaan industri otomotif terhadap kualitas baterai kendaraan listrik.
Tips Penggunaan Mobil Listrik yang Aman
Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan pemilik mobil listrik untuk menghindari risiko kerusakan baterai:
- Batasi pengisian baterai maksimal 80 persen seperti anjuran produsen.
- Jangan biarkan mobil mengisi daya dalam waktu terlalu lama tanpa pengawasan.
- Parkir kendaraan di area terbuka yang jauh dari bahan mudah terbakar.
- Segera bawa mobil ke bengkel resmi bila muncul tanda gangguan baterai.
- Ikuti instruksi recall dan perbaikan yang diberikan oleh pabrikan.
Pabrikan mobil mewah seperti Mercedes-Benz harus memastikan standar kualitas baterai tetap tinggi. Baterai merupakan komponen vital kendaraan listrik yang menentukan keselamatan dan kenyamanan pengguna.
Penarikan kembali ribuan unit mobil listrik ini menjadi perhatian global. Industri mobil listrik diharapkan semakin serius dalam menerapkan kontrol mutu untuk mencegah risiko kebakaran akibat baterai.
Bagi pemilik Mercedes-Benz EQA dan EQB di China, penting untuk segera mengikuti program recall. Mengganti baterai dapat mencegah potensi kecelakaan dan memastikan kendaraan kembali aman digunakan.
Langkah recall yang transparan dan cepat juga meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap merek. Keselamatan konsumen harus tetap jadi prioritas utama dalam pengembangan teknologi kendaraan listrik maju.
Perkembangan industri otomotif kini fokus ke kendaraan ramah lingkungan. Namun, masalah teknis seperti baterai masih harus diperbaiki agar kemajuan teknologi lebih aman dan handal bagi semua pengguna.
Baca selengkapnya di: oto.detik.com






