PLN Siapkan Lonjakan SPKLU Berkapasitas 180 kW, Antrean Pengisian Kendaraan Listrik Mudik Lebaran 2026 Bisa Terhapus!

PT PLN (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) guna mengantisipasi lonjakan penggunaan kendaraan listrik saat mudik Lebaran 2026. Upaya ini menjadi bagian dari strategi PLN untuk menekan antrean pengisian daya di rest area jalur tol utama di Pulau Jawa dan Sumatera.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan bahwa meskipun SPKLU sudah tersedia di sejumlah titik peristirahatan, kapasitas pengisian di beberapa lokasi masih terbatas. “Di beberapa tempat peristirahatan di jalur tol utama di Sumatera dan Jawa sebenarnya sudah dipasang SPKLU, sudah ada di sana. Cuman kapasitasnya masih kecil,” jelas Edwin di Tangerang.

Peningkatan Kapasitas SPKLU

Saat ini SPKLU yang ada menggunakan daya pengisian mulai dari 22 kW hingga 40 kW. PLN menargetkan untuk mengganti semua SPKLU dengan daya pengisian yang jauh lebih besar, yaitu hingga 180 kW. Dengan kapasitas ini, proses pengisian baterai kendaraan listrik menjadi lebih singkat, sekitar 5 sampai 10 menit per kendaraan.

Edwin menegaskan, peningkatan kapasitas ini sangat krusial demi menjaga kelancaran arus kendaraan listrik saat puncak mudik. Kendaraan tidak perlu menunggu lama sehingga rotasi pengisian daya bisa berjalan lebih efisien tanpa antrean panjang. “PLN berkomitmen tentunya akan mengganti SPKLU yang masih 22 atau 40 menjadi 180, sehingga insya-allah nanti pada mudik, baik Imlek maupun Idul Fitri, tidak ada antrean yang berarti,” tambahnya.

Fokus Jalur Tol Utama Sumatera dan Jawa

PLN memfokuskan penguatan kapasitas SPKLU pada koridor mudik favorit yaitu jalur tol utama di Sumatera dan Jawa yang banyak dilalui pemudik. Rest area di jalur-jalur ini menjadi titik strategis yang harus dipastikan siap melayani pengisian kendaraan listrik secara optimal. Tujuannya agar pengguna mobil listrik mendapatkan pengalaman mudik yang nyaman, setara dengan kendaraan berbahan bakar fosil.

Selama ini, lonjakan perjalanan di musim mudik sering menimbulkan antrean panjang di berbagai titik layanan. Pada kendaraan listrik, ketersediaan infrastruktur pengisian dan kapasitasnya menjadi faktor penentu keberhasilan mobilitas kendaraan ramah lingkungan ini. Oleh karena itu, PLN meningkatkan distribusi dan kapasitas SPKLU dengan teknologi pengisian ultra cepat, termasuk yang telah tersedia seperti SPKLU Zora berpendingin cairan di Serpong dengan daya hingga 400 kW.

Kesiapan Hadapi Lonjakan Kendaraan Listrik

Seiring pertumbuhan populasi kendaraan listrik di Indonesia, terutama mobil listrik, kebutuhan akan infrastruktur pengisian yang memadai semakin urgent. PLN memperkirakan jumlah kendaraan listrik yang melakukan perjalanan mudik akan terus meningkat setiap tahunnya. Tanpa adanya penambahan kapasitas maupun jumlah SPKLU, potensi kemacetan dan antrean panjang sangat besar di rest area favorit pemudik.

Untuk itulah, PLN melakukan peningkatan kapasitas daya pada SPKLU dan penguatan distribusi unitnya di titik-titik strategis khususnya di ruas tol Trans Jawa dan Trans Sumatera. Peningkatan kapasitas hingga 180 kW memungkinkan pengisian ultra cepat sehingga pemudik tidak lagi khawatir lama menunggu pengisian daya.

Dukungan Teknologi Pengisian Ultra Cepat

PLN juga menghadirkan teknologi pengisian terbaru yang mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik. Misalnya, SPKLU Zora yang menggunakan sistem pendingin cairan dan teknologi split charging. Teknologi ini memungkinkan pengisian dengan daya ultra cepat hingga 400 kW, efisien dan aman untuk berbagai jenis EV.

Penggunaan teknologi canggih ini membantu meningkatkan kecepatan pengisian dan memperkecil waktu tunggu, sehingga pemudik bisa melanjutkan perjalanan lebih cepat. Penambahan kapasitas dan teknologi pengisian yang lebih baik menjadi bagian dari komitmen PLN untuk mendukung mobilitas ramah lingkungan dengan nyaman dan efisien.

Strategi PLN untuk Mudik Lebaran 2026

Secara ringkas, berikut langkah strategis PLN untuk menghadapi arus mudik Lebaran 2026 bagi kendaraan listrik:

  1. Mengganti SPKLU yang berkapasitas 22 kW dan 40 kW dengan pengisian berkapasitas 180 kW.
  2. Memperluas distribusi SPKLU di rest area jalur tol utama Pulau Jawa dan Sumatera.
  3. Menggunakan teknologi pendingin cairan dan split charging untuk meningkatkan daya pengisian.
  4. Meningkatkan jumlah unit SPKLU di titik-titik strategis pelintasan pemudik.
  5. Menjamin ketersediaan layanan pengisian daya cepat untuk menghindari antrean panjang.

Dengan langkah ini, PLN berharap pengguna kendaraan listrik mendapatkan kemudahan dan kenyamanan saat mudik tanpa hambatan pengisian daya. Peningkatan kapasitas SPKLU merupakan bagian dari komitmen PLN mendukung percepatan transisi mobilitas listrik di Indonesia, sekaligus memastikan pelayanan publik yang optimal di momentum mudik Lebaran.

Peningkatan kapasitas dan teknologi pengisian oleh PLN merupakan langkah nyata untuk mendukung transformasi kendaraan listrik secara nasional. Hal ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mengurangi emisi karbon serta mendorong penggunaan energi bersih di sektor transportasi. Di masa depan, diharapkan infrastruktur SPKLU terus berkembang sesuai kebutuhan masyarakat yang semakin bergantung pada kendaraan listrik.

Baca selengkapnya di: otomotif.kompas.com

Berita Terkait

Back to top button