
BMW M2 memasuki babak baru setelah BMW M GmbH resmi menghadirkan teknologi M xDrive pada model tahun 2026. Ini menjadi kali pertama sistem penggerak semua roda cerdas tersebut dipasang di M2, mobil sport kompak premium yang selama ini identik dengan karakter penggerak roda belakang.
Langkah ini penting karena BMW tidak sekadar mengejar traksi tambahan. Pabrikan Jerman itu menegaskan M2 terbaru tetap dirancang lincah, dengan setelan sasis spesifik agar kendali dan stabilitas tetap terjaga saat dipacu di lintasan maupun saat menghadapi jalan licin seperti es dan salju.
Alexander Karajlovic, Vice President for Development di BMW M GmbH, menyebut BMW M2 dengan M xDrive membuka babak baru dalam sejarah sebuah ikon. Menurut dia, model ini menggabungkan karakter agresif khas M2 kompak dengan presisi tinggi dari traksi M xDrive.
AWD, tapi tetap dominan roda belakang
Sistem M xDrive pada BMW M2 terbaru bekerja dengan kopling multi-pelat elektronik di dalam transfer case. Mekanisme itu membagi tenaga secara variabel dan halus antara roda depan dan roda belakang sesuai kebutuhan.
Meski kini mengusung penggerak empat roda, karakter rear-wheel bias tetap dipertahankan. Dalam kondisi normal, seluruh tenaga mesin disalurkan ke roda belakang, sementara roda depan baru ikut bekerja ketika roda belakang mulai kehilangan cengkeraman.
Pendekatan ini menjadi kunci agar M2 tidak kehilangan rasa berkendara khasnya. Bagi pengemudi yang menginginkan sensasi lebih murni, BMW juga menyediakan mode 2WD melalui menu M Setup.
Mode tersebut menyalurkan seluruh torsi ke roda belakang. Pengaturan ini dilakukan dengan sistem DSC atau Dynamic Stability Control dalam kondisi nonaktif, sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih dekat dengan karakter M2 tradisional.
Performa ikut terdongkrak
Kombinasi M xDrive dan Active M Differential langsung berdampak pada angka performa. BMW M2 M xDrive mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam dalam 3,7 detik, atau 3,4 detik dengan metode One-Foot Rollout.
Catatan itu lebih cepat 0,3 detik dibandingkan versi penggerak roda belakang murni. Untuk akselerasi 0 hingga 200 km/jam, mobil ini mencatat 12,8 detik, atau 12,5 detik dengan metode One-Foot Rollout.
Kemampuan akselerasi 80 hingga 120 km/jam juga berada di angka 3,7 detik. Data tersebut menunjukkan bahwa penambahan sistem AWD tidak hanya meningkatkan traksi saat start, tetapi juga memperkuat respons dalam rentang kecepatan menengah.
Kecepatan maksimal standarnya dibatasi secara elektronik di 250 km/jam. Jika menggunakan paket opsional M Driver’s Package, batas itu naik menjadi 285 km/jam.
Mesin enam silinder 480 hp
Di balik performanya, BMW M2 terbaru mengandalkan mesin 3.0-liter enam silinder segaris dengan teknologi BMW M TwinPower Turbo. Tenaga maksimalnya mencapai 353 kW atau setara 480 hp.
Mesin tersebut dipadukan dengan transmisi otomatis M Steptronic dengan Drivelogic. Paket penggerak ini menjadi fondasi utama bagi perpaduan performa tinggi dan distribusi tenaga yang lebih fleksibel lewat M xDrive.
BMW juga memperkenalkan teknologi BMW M Ignite pada model ini. Sistem pembakaran kamar depan atau pre-chamber combustion yang telah dipatenkan itu diadopsi langsung dari dunia balap.
Teknologi tersebut diklaim mampu menekan konsumsi bahan bakar secara signifikan saat mesin bekerja di bawah beban tinggi, seperti ketika track day. Di saat yang sama, sistem ini juga membantu mobil memenuhi standar emisi ketat EU7.
Berdasarkan data WLTP, konsumsi bahan bakarnya berada di kisaran 10,4 hingga 10,3 liter per 100 km. Emisi CO2 kombinasi tercatat 235 hingga 233 g/km, dengan kelas CO2 G.
Setelan teknis dan detail pendukung
BMW membekali M2 M xDrive dengan pelek M Light-Alloy berukuran 19 inci di depan dan 20 inci di belakang. Untuk pengereman, tersedia M Compound Brakes dengan kaliper tetap enam piston di bagian depan.
Detail itu menunjukkan fokus BMW tidak berhenti pada akselerasi saja. Sasis, traksi, roda, dan sistem pengereman disusun untuk menjaga keseimbangan antara kecepatan, kontrol, dan kestabilan.
Di sisi tampilan, BMW juga menambahkan opsi personalisasi dari lini BMW Individual. Salah satu warna yang disediakan adalah BMW Individual Borusan Turkish Blue, yang untuk pertama kalinya hadir di jajaran M2.
Produksi massal BMW M2 M xDrive dijadwalkan mulai pada Agustus 2026. Perakitan dilakukan di Pabrik BMW Group San Luis Potosí, Meksiko.
Target pasar utamanya meliputi Amerika Serikat, Jerman, dan China. Peluncurannya sendiri dijadwalkan pada akhir musim panas 2026, menandai langkah baru BMW dalam memperluas jangkauan M2 tanpa meninggalkan karakter dasar yang membuat model ini menonjol.
Source: kabaroto.com








