Hero Siapkan Motor Murah di Inggris, Merek India Mulai Menekan Rival Eropa

Hero Motorcycles mulai menekan pasar Inggris dengan strategi yang sangat berbeda dari merek premium. Produsen asal India itu datang membawa motor kecil berharga terjangkau, model komuter, skuter besar, hingga motor off-road bergaya Reli Dakar.

Langkah ini penting karena Inggris bukan pasar yang mudah ditaklukkan. Konsumen di sana dikenal kritis, industrinya matang, dan selera pengendaranya tidak mudah digeser hanya dengan nama besar.

Hero memang belum setenar Royal Enfield di Inggris, tetapi skala bisnisnya sangat besar. Perusahaan ini menjual sekitar 6,5 juta motor per tahun dan telah memproduksi lebih dari 125 juta unit sejak berdiri pada 1984.

Strategi masuk dengan harga rendah

CEO Hero MotoCorp, Harshavardhan Chitale, menyampaikan rencana ekspansi itu kepada Motorcycle News. Ia menegaskan bahwa Hero tidak ingin sekadar mengirim motor dari India lalu berharap pasar menerima begitu saja.

Pernyataan itu sejalan dengan arah produk yang dibawa Hero ke Inggris. Dalam 12 bulan terakhir, dua model sudah masuk lewat distribusi MotoGB, yaitu Hunk 440 dan Xpulse 200.

Hunk 440 menjadi pembuka jalan Hero di Inggris. Motor ini memakai mesin 440 cc, 2 katup, berpendingin udara dan oli, dengan tenaga diklaim 27 bhp.

Harga Hunk 440 dipasang di level £3.499, belum termasuk biaya tambahan agar motor legal dipakai di jalan. Di kelasnya, model ini berhadapan dengan Honda GB350S dan BSA Bantam 350.

Xpulse 200 jadi kartu lain Hero

Selain Hunk 440, Hero membawa Xpulse 200 ke pasar yang sama. Model ini memakai mesin 199 cc satu silinder 4 katup dan dirancang lebih kecil serta ringan.

Karakter Xpulse 200 dibuat tidak agresif. Motor ini lebih cocok sebagai kendaraan harian yang tangguh, sederhana, dan mudah didekati, dengan harga mulai £2.499 sebelum biaya jalan.

Bagi Hero, Inggris juga menarik karena budaya berkendara di sana berbeda dari banyak negara Asia. Motor lebih sering dipakai untuk rekreasi, bukan alat transportasi utama.

Kondisi itu membuat model adventure seperti Xpulse dianggap punya peluang. Hero melihat celah pada pasar yang matang, tetapi tetap membuka ruang bagi motor ringan dan terjangkau.

Portofolio bakal terus bertambah

Chitale menyebut Hero kini menjual di 52 negara. Ia juga mengatakan Inggris adalah pasar yang memang harus dimasuki oleh perusahaan dengan jangkauan global seperti Hero.

Ke depan, Hero menyiapkan keluarga Xpulse secara bertahap. Salah satu arah pengembangannya adalah edisi yang terinspirasi Reli Dakar.

Nama Dakar bukan sekadar tempelan. Hero punya pengalaman di reli gurun itu dan mencatat hasil podium pada Reli Dakar 2024.

Selain itu, Hero juga menyiapkan motor komuter berkapasitas lebih kecil untuk Inggris. Skuter adventure dan maxi-scooter juga masuk daftar rencana, dengan peluncuran produk baru yang disebut akan datang setiap beberapa kuartal.

Persaingan merek India di Inggris makin ramai

Masuknya Hero membuat persaingan merek India di Inggris semakin menarik. Royal Enfield sudah lebih dulu kuat dengan citra klasiknya, sementara BSA yang didukung Mahindra juga ikut bermain.

Hero datang dengan pendekatan lain. Perusahaan ini mengandalkan volume besar, portofolio luas, dan harga yang dibuat sulit diabaikan oleh konsumen.

Strategi itu memperlihatkan bahwa motor kecil kini kembali relevan, bahkan di pasar maju seperti Inggris. Di tengah harga kendaraan yang naik dan motor besar yang makin mahal, produk ringan dan murah kembali terlihat masuk akal.

Hero tampaknya membaca perubahan itu dengan cermat. Inggris kini menjadi etalase, Eropa menjadi ujian, dan pasar motor murah tampaknya mulai naik kelas di hadapan pemain-pemain besar.

Source: voi.id

Berita Terkait

Back to top button