KNKT Jelaskan Penyebab Jalan Berlubang Saat Musim Hujan dan Dampak Retakan Aspal yang Kian Parah

Musim hujan kerap menyebabkan kondisi jalan beraspal menjadi berlubang. Hal ini terjadi karena air hujan meresap ke dalam lapisan aspal hingga melemahkan struktur jalan.

Menurut Ketua Subkomite Lalu Lintas Angkutan Jalan KNKT, Ahmad Wildan, terdapat tiga faktor utama yang menyebabkan kerusakan jalan saat musim hujan. Faktor pertama adalah air permukaan yang menggenangi jalan.

Ketika air surut, air tersebut dapat membawa habis agregat atau material pengikat jalan sehingga memicu terbentuknya lubang. Kerusakan ini biasanya berawal dari retak halus pada aspal lalu berkembang menjadi lubang kecil dan semakin membesar tanpa penanganan.

Faktor kedua berasal dari sistem drainase yang buruk. Saluran air yang tersumbat atau tidak lancar menyebabkan air tergenang lama. Genangan ini mempercepat pelapukan aspal, terutama di jalur dengan lalu lintas berat seperti truk besar.

Adanya genangan air juga membuat beban dari kendaraan yang melintas menekan air dalam lapisan jalan. Tekanan berulang ini akhirnya mengelupaskan aspal sedikit demi sedikit hingga permukaan jalan menjadi berlubang.

Perubahan suhu selama hujan juga memengaruhi kondisi aspal. Saat turun hujan, suhu lapisan jalan turun dan membuat aspal menjadi kaku serta mudah retak. Retakan inilah jalur masuk air ke dalam lapisan bawah jalan yang merusak ikatan aspal dan batu agregat.

Faktor ketiga berasal dari sifat tanah dasar yang jenuh air. Tanah yang melembek akibat menyerap air kehilangan kekuatan menopang lapisan jalan di atasnya. Kondisi ini menyebabkan aspal mudah amblas dan berlubang.

Wildan menambahkan, air dari kawasan sekitar jalan seperti aliran sungai atau akibat penggundulan hutan turut mempercepat kerusakan jalan. Contoh nyata adalah kerusakan di akses menuju objek wisata Guci di Tegal yang mengalami kerusakan parah akibat kondisi tersebut.

Berikut ringkasan faktor penyebab jalan berlubang saat musim hujan menurut KNKT:
1. Air permukaan yang menggenang dan mengangkut material jalan.
2. Drainase yang buruk menyebabkan air tergenang lama.
3. Tanah dasar jenuh air melemahkan penopang jalan.
4. Perubahan suhu yang membuat aspal retak.
5. Faktor lingkungan sekitar jalan, seperti sungai dan penggundulan hutan.

Masalah retakan yang tidak cepat diperbaiki membuat kerusakan jalan semakin parah selama musim hujan. Oleh karena itu, penting dilakukan perbaikan segera agar lubang tidak membesar dan mengganggu keselamatan pengendara.

Selain itu, pengelolaan drainase yang baik mutu konstruksi, serta pengawasan terhadap kondisi tanah dasar juga perlu ditingkatkan. Hal ini untuk memperpanjang umur jalan dan mengurangi frekuensi kerusakan saat musim hujan.

Tekanan dari kendaraan berat yang melintas secara konstan mempercepat kerusakan, sehingga beban kendaraan juga harus diperhatikan dalam perencanaan jalan. Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait harus melakukan pemeliharaan jalan secara rutin terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai penyebab jalan berlubang saat musim hujan, langkah pengendalian pun bisa diterapkan secara lebih efektif. Kombinasi drainase yang baik, konstruksi berkualitas, serta pemeliharaan dan perbaikan tepat waktu menjadi kunci utama menjaga kondisi jalan tetap aman dan nyaman.

Baca selengkapnya di: otomotif.kompas.com
Terkait