
Suzuki menghadirkan solusi inovatif untuk mendaur ulang baterai mobil listrik e-Vitara demi menjaga lingkungan. Mereka telah menyiapkan sistem pengelolaan limbah baterai yang menyeluruh sehingga konsumen tidak perlu khawatir pada saat masa pakai baterai mencapai akhir.
Menurut Hariadi, Asst. to Aftersales Department Head of Service PT Suzuki Indomobil Sales, bila baterai e-Vitara habis masa pakainya setelah sekitar 10 tahun, konsumen cukup menghubungi bengkel resmi Suzuki. Perusahaan akan menangani pengambilan dan pengolahan baterai bekas tersebut secara profesional.
Teknologi Baterai dan Performa e-Vitara
Suzuki e-Vitara menggunakan baterai lithium iron phosphate (LFP) dengan kapasitas 61 kWh. Dengan sekali pengisian penuh, mobil listrik ini dapat menempuh jarak hingga 428 km, yang cukup optimal untuk penggunaan sehari-hari maupun perjalanan jarak menengah.
Pengisian baterai dapat dilakukan menggunakan charger AC Type 2 atau fast charging DC CCS2, sehingga konsumen memiliki fleksibilitas dalam mengisi daya kendaraan kapan pun dan di mana pun.
Layanan Purna Jual Khusus Mobil Listrik
Suzuki menyediakan layanan purna jual untuk e-Vitara yang meliputi peralatan khusus dan mekanik terlatih dalam menangani kendaraan listrik. Hal ini menjadi jaminan kualitas servis dan kepastian perawatan bagi konsumennya.
Berikut ini rincian layanan purna jual yang diberikan Suzuki bagi pemilik e-Vitara:
- Gratis suku cadang dan jasa perawatan berkala hingga 50.000 km atau 30 bulan.
- Garansi baterai lithium selama 8 tahun atau 160.000 km, memberikan perlindungan jangka panjang bagi pengguna.
- Garansi untuk electric supply unit (ESU) dan kendaraan selama 5 tahun atau 100.000 km.
Dengan adanya garansi ini, konsumen dapat merasa aman dan tenang dalam menggunakan mobil listrik e-Vitara.
Fasilitas Pengisian Daya untuk Kenyamanan Pengguna
Suzuki juga membangun fasilitas charging station di beberapa dealer resmi di Indonesia. Fasilitas ini memudahkan pemilik e-Vitara untuk melakukan pengisian daya tanpa harus mencari lokasi pengisian di luar jaringan resmi Suzuki.
Untuk mengoptimalkan layanan tersebut, Suzuki menghadirkan fitur Booking Charging melalui aplikasi MySuzuki. Konsumen dapat melakukan booking pengisian daya terlebih dahulu, sehingga proses pengisian menjadi lebih efisien saat tiba di bengkel resmi.
Daur Ulang dan Kepedulian Lingkungan
Langkah Suzuki dalam menyiapkan pengolahan limbah baterai menegaskan keseriusan perusahaan terhadap isu lingkungan. Baterai dengan kapasitas besar seperti e-Vitara tentu tidak bisa dibuang sembarangan.
Proses daur ulang ini melibatkan pengumpulan baterai bekas dari konsumen dan penanganan melalui metode yang aman serta ramah lingkungan. Strategi ini juga menjadi bagian dari tanggung jawab Suzuki dalam mewujudkan keberlanjutan di sektor otomotif listrik.
Dengan berbagai layanan lengkap mulai dari penanganan limbah baterai, fasilitas pengisian, hingga layanan purna jual, Suzuki menunjukkan kesiapan menghadapi era mobil listrik. Komitmen ini dapat menjadi nilai tambah dan kepercayaan bagi konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik di Indonesia.





