BYD Atto 1 menjadi mobil listrik paling banyak dicoba oleh pengunjung di IIMS 2026. Dari total 1.300 sesi test drive yang berlangsung, Atto 1 mencatatkan hingga 700 sesi. Angka ini jauh mengungguli model lain dari BYD seperti Sealion 7 yang hanya mencatat 250 sesi, M6 sebanyak 150 sesi, Atto 3 dengan 140 sesi, serta Seal yang mendapatkan 80 sesi test drive.
Fenomena ini menunjukkan besarnya minat konsumen terhadap Atto 1 meski penjualannya turun dibanding pencapaian kuartal terakhir tahun sebelumnya. Pada kuartal keempat tahun lalu, Atto 1 bahkan sempat melampaui popularitas Toyota Kijang Innova di pasar Indonesia. Namun, sejak awal tahun ini penjualan mobil listrik mungil tersebut mengalami penurunan yang signifikan.
Dominasi BYD di Pasar Mobil Listrik Indonesia
Merek asal China ini tetap memimpin pasar battery electric vehicle (BEV) di Indonesia pada awal tahun ini dengan total penjualan mencapai 4.879 unit. Dari jumlah tersebut, Atto 1 menjadi penyumbang terbesar dengan 3.361 unit terjual. Meskipun model lain seperti M6 dan Sealion 7 juga cukup diminati, popularitas Atto 1 masih jauh lebih unggul.
Kesuksesan Atto 1 menunjukkan tingginya antusiasme konsumen terhadap mobil listrik yang menawarkan kombinasi harga terjangkau dan fitur lengkap. Model ini sejak diluncurkan tahun lalu telah menjadi andalan BYD dalam memperkuat posisinya di pasar BEV Tanah Air.
Faktor yang Membuat Atto 1 Menarik bagi Pengunjung
Salah satu alasan utama Atto 1 menarik perhatian pengunjung IIMS adalah harganya yang kompetitif. Dengan harga ramah di kantong, model ini menjadi pilihan tepat bagi mereka yang ingin mencoba kendaraan listrik tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Selain itu, desain modern dan performa yang mumpuni juga menjadi daya tarik tersendiri.
Ketersediaan unit test drive yang cukup banyak dan pengalaman berkendara yang menyenangkan juga menjadi alasan lain mengapa Atto 1 lebih banyak diminati. Hal ini tentu berdampak positif pada persepsi publik terhadap mobil listrik secara umum.
Strategi BYD untuk Menguatkan Pasar BEV di Indonesia
Atto 1 bukan satu-satunya model BEV yang dipasarkan BYD di Indonesia. Namun, keunggulannya membuat perusahaan tersebut masih fokus memenuhi pemesanan Atto 1 sebelum menghadirkan model-model baru. Strategi ini dinilai tepat untuk menjaga momentum penjualan sekaligus menyiapkan langkah ekspansi di masa depan.
Selain itu, BYD juga terus melakukan edukasi pasar terkait keuntungan menggunakan mobil listrik dan kemudahan layanan purna jual. Upaya tersebut membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik yang relatif baru di Indonesia.
Data Test Drive BYD di IIMS 2026
- BYD Atto 1: 700 sesi test drive
- Sealion 7: 250 sesi test drive
- M6: 150 sesi test drive
- Atto 3: 140 sesi test drive
- Seal: 80 sesi test drive
Data ini menegaskan posisi Atto 1 sebagai model paling diminati dan menjadi magnet utama di booth BYD selama IIMS.
Dengan tren positif ini, keberadaan BYD Atto 1 di pasar Indonesia diyakini tetap kuat dalam menghadapi kompetisi kendaraan listrik yang kian ketat. Minat tinggi dari calon konsumen pada sesi test drive juga menjadi indikator bahwa masa depan mobil listrik di Tanah Air terus mengalami perkembangan positif.






