Kalista dan Toyota Tsusho Indonesia Luncurkan Uji Coba Truk Listrik Heavy Duty untuk Revolusi Logistik Rendah Karbon

Kalista bersama Toyota Tsusho Indonesia dan Nusatama memulai uji coba truk listrik kategori berat sebagai komitmen nyata pengembangan logistik rendah karbon di Indonesia. Inisiatif ini menandai langkah penting mengintegrasikan teknologi ramah lingkungan ke dalam operasional angkutan barang skala besar secara nyata dan berkelanjutan.

Uji coba truk listrik berlangsung sejak akhir Februari di Toyota Tsusho Logistic Center, Cikarang. Kegiatan ini melibatkan berbagai pejabat tinggi seperti Direktur Utama Kalista Albert Aulia Ilyas, Direktur Toyota Tsusho Indonesia Aldriani Meliala, dan Presiden Direktur Nusatama Bambang Susilo. Ray Cargo, mitra pengangkutan Toyota Tsusho, ditunjuk sebagai operator truk selama masa percobaan.

Uji Coba pada Jalur Distribusi Strategis

Periode uji coba dirancang dalam tiga minggu dengan fokus utama pada performa teknis dan model operasional pada rute distribusi utama. Jalur yang dipilih adalah dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Cikarang, mengingat jalur ini menjadi pusat kegiatan distribusi barang ekspor dan impor dengan muatan beragam.

Kalista dan Toyota Tsusho Indonesia mengevaluasi beberapa parameter kunci. Selain jarak tempuh dan muatan angkut, mereka juga mengukur konsumsi energi, efisiensi biaya, dan pengurangan emisi karbon. Penilaian terhadap pengurangan emisi ini penting untuk menghitung kontribusi dalam menurunkan emisi Scope 3 pada rantai pasok logistik.

Komitmen pada Keberlanjutan

Direktur Toyota Tsusho Indonesia, Aldriani Meliala, menegaskan bahwa uji coba ini merepresentasikan komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Ia menyatakan, “Uji coba ini menjadi bukti nyata bahwa truk kontainer EV dapat diimplementasikan dalam operasional harian sekaligus mendorong inovasi sektor logistik berkelanjutan.”

Aldriani juga menyebutkan penggunaan International Renewable Energy Certificate (I-REC) sebagai salah satu strategi penggunaan energi bersih dalam operasional mereka. Sementara itu, Albert Aulia Ilyas dari Kalista menganggap kolaborasi ini sebagai akselerasi implementasi truk listrik di Indonesia. Ia menambahkan bahwa program ini memungkinkan pelanggan menilai performa truk langsung berdasarkan rute operasional sebenarnya.

Spesifikasi Truk Listrik Beiben V3

Truk yang digunakan dalam uji coba adalah Beiben V3 Tractor Head 6×4 dengan kapasitas baterai besar 423 kWh. Dalam kondisi baterai 80 persen, kendaraan berat ini bisa menempuh jarak hingga 200 kilometer. Truk mampu mengangkut hingga 100 ton, menjadikannya tangguh untuk kebutuhan industri berat.

Pengisian daya dilakukan pada fasilitas DC charger berkapasitas 320 kWh milik Nusatama di Narogong. Bambang Susilo, Presiden Direktur Nusatama, memastikan dukungan mereka terhadap pembangunan ekosistem kendaraan listrik yang kuat dan lengkap. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung transisi kendaraan komersial ke tenaga listrik secara menyeluruh.

Pemantauan Data Real-Time

Kalista menggunakan sistem K-Move berbasis Internet of Things (IoT) untuk memantau data performa truk secara real-time. Teknologi ini memungkinkan analisa mendetail pada aspek operasional dan teknis, sehingga efisiensi penggunaan truk listrik dapat ditingkatkan secara presisi.

Kerja sama tiga pihak ini diharapkan menjadi fondasi model logistik rendah karbon yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia. Inisiatif ini juga mendukung target pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission pada tahun 2060, sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim di sektor transportasi dan logistik.

Berbagai inovasi di sektor kendaraan listrik komersial menjadi indikator positif bahwa industri Indonesia mulai serius mengadopsi teknologi berkelanjutan. Langkah pengujian truk listrik heavy duty oleh Kalista dan Toyota Tsusho Indonesia menunjukkan bahwa solusi mobilitas hijau siap diterapkan dalam skala besar.

Source: www.oto.com
Exit mobile version