
Peraturan baru dari pemerintah Cina akan melarang penggunaan gagang pintu mobil tersembunyi mulai berlaku pada awal 2027. Keputusan ini bertujuan mengatasi masalah keselamatan yang muncul akibat desain gagang pintu yang kini banyak digunakan pada mobil listrik dan kendaraan modern.
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi Cina telah mengeluarkan standar nasional wajib dengan kode GB 48001-2026 yang mengatur agar setiap pintu mobil harus memiliki mekanisme pembukaan manual. Aturan ini harus dipenuhi oleh semua kendaraan baru yang diproduksi di negara tersebut.
Risiko Keselamatan Gagang Pintu Tersembunyi
Sekitar 60% dari 100 mobil listrik yang beredar di Cina menggunakan gagang pintu tersembunyi per April 2025. Meskipun memberikan kesan desain futuristik dan kesan bodi yang mulus, fitur ini rentan mengalami kegagalan saat situasi darurat.
Insiden yang dilaporkan termasuk gagang pintu yang tidak bisa dibuka ketika mobil kehilangan daya listrik setelah kecelakaan. Selain itu, sistem yang mengandalkan listrik ini juga sering mengalami macet saat cuaca ekstrem seperti suhu dingin yang menyebabkan pembekuan.
Zhang Hong, anggota komite ahli di Asosiasi Dealer Mobil Cina, menjelaskan bahwa dalam kecelakaan berat, sistem kabel dan listrik bisa rusak sehingga gagang pintu elektromekanis tidak berfungsi. Kondisi ini bisa menghambat upaya evakuasi penumpang secara cepat.
Tiga Kriteria Wajib Dalam Standar Baru
- Gagang pintu luar wajib menyediakan ruang minimal berukuran 60×25×20 mm agar tangan dapat menjangkau secara nyaman.
- Mobil harus dilengkapi mekanisme pembuka kunci manual untuk membuka pintu secara langsung tanpa mengandalkan sistem elektronik.
- Selain itu, gagang pintu wajib tetap dapat dioperasikan secara manual dalam kondisi darurat seperti tabrakan, suhu dingin ekstrim, maupun kebakaran.
Ketentuan tersebut secara tegas melarang desain gagang pintu yang benar-benar rata dan tersembunyi dalam bodi mobil. Perubahan ini dinilai sebagai langkah penting untuk memastikan keselamatan penumpang terutama pada kendaraan listrik yang sangat bergantung pada sistem kelistrikan.
Dampak dan Tantangan bagi Industri Otomotif
Sun Zhendong, kepala ahli Pusat Penelitian Teknologi Otomotif Cina, menyatakan bahwa masa transisi menuju standar baru ini perlu memperhitungkan kesiapan teknis dan investasi produsen mobil. Produsen harus melakukan penyesuaian desain tanpa mengganggu kelancaran peralihan antara model lama dan baru.
Standar ini akan berlaku untuk seluruh mobil yang diproduksi mulai 1 Januari, dengan penekanan pada pemenuhan semua persyaratan keselamatan. Langkah keras Cina ini dipandang sebagai titik balik yang dapat mempengaruhi tren desain gagang pintu di pasar otomotif global.
Cina sebagai pasar mobil listrik terbesar di dunia memiliki peran sentral dalam menentukan arah teknologi otomotif. Dengan mengutamakan keselamatan, kebijakan ini menegaskan pentingnya aspek praktis dan keamanan dibandingkan estetika semata.
Peraturan baru ini akan memaksa produsen untuk meninggalkan desain gagang pintu yang tersembunyi demi memenuhi standar keselamatan. Hal ini juga membuka peluang inovasi mekanisme pintu yang lebih handal tanpa mengorbankan keindahan desain kendaraan masa depan.





