Harga emas di Toko Purnama, lantai dasar Shopping Center Kayuagung, tercatat berada di level Rp13,8 juta persuku pada Jumat, 12 Juni 2026. Angka itu menjadi perhatian karena turun dari posisi sebelumnya yang sempat berada di Rp14 juta persuku.
Penurunan harga ini membuat suasana pembelian emas di toko tersebut ikut bergerak. Edwin, salah satu pegawai toko, menyebut warga justru lebih banyak datang untuk membeli saat harga sedang melemah.
Harga turun, minat beli naik
Edwin menjelaskan penurunan sekitar Rp200 ribu itu sudah berlangsung selama dua hari. Ia juga mengingatkan bahwa pada Januari 2026 harga emas di toko tersebut pernah mencapai Rp17 juta persuku.
Perubahan harga itu dinilai masih tergolong kecil, tetapi cukup untuk mendorong masyarakat memanfaatkan momen tersebut. Di tengah kondisi itu, pembeli datang dengan tujuan yang beragam, baik untuk kebutuhan perhiasan maupun investasi.
Jenis emas yang dibeli warga cenderung merata
Menurut Edwin, tidak ada satu jenis emas yang benar-benar dominan diburu pembeli saat ini. Gelang, kalung, cincin, dan jenis lain disebut dibeli dalam porsi yang relatif seimbang.
Namun, ia melihat masyarakat kini lebih sering memilih ukuran emas yang lebih kecil. Produk dengan berat 1/4 suku, 1/2 suku, dan 1 suku menjadi pilihan yang paling banyak dicari.
Pola itu berbeda dari kebiasaan lama ketika pembeli cenderung mengambil ukuran besar, seperti 5 suku. Dari pengamatan toko, daya beli emas dalam jumlah besar juga ikut menurun dibanding sebelumnya.
Momen yang dilihat untuk investasi
Edwin menilai penurunan harga saat ini bisa menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin mulai berinvestasi emas. Ia menyarankan pembeli mempertimbangkan momentum ketika harga berada di level lebih rendah.
Saran itu muncul di tengah kondisi pasar yang masih fluktuatif, tetapi belum menunjukkan lonjakan baru di toko tersebut. Bagi sebagian pembeli, selisih harga menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan transaksi.
Di Kayuagung, emas tetap menjadi salah satu barang yang dicermati masyarakat ketika harga bergerak turun. Kondisi pada 12 Juni 2026 memperlihatkan bagaimana perubahan kecil pada harga bisa langsung memengaruhi minat beli di lapangan.







