Brian Armstrong Menatap Dasar Bitcoin, Agen AI Dan Perang Kata Dengan Jamie Dimon Memanas

Brian Armstrong membawa Coinbase memasuki fase baru yang jauh lebih luas dari sekadar bursa kripto. Di saat yang sama, ia juga kembali berhadapan dengan CEO JPMorgan Jamie Dimon dalam perang kata-kata soal regulasi aset digital yang kian panas.

Armstrong menegaskan Coinbase tetap perusahaan kripto, tetapi ia ingin pasar melihatnya sebagai pembangun layanan keuangan yang lebih baik dengan bantuan kripto. Dalam pembaruan produk terbarunya di New York City, Coinbase memamerkan perluasan ambisi terbesar dalam sejarah perusahaan.

Dari bursa kripto ke platform keuangan terpadu

Coinbase kini menargetkan platform terpadu yang menggabungkan kripto, saham tradisional, ETF, prediction markets, perpetual futures, aset tokenisasi, dan pembayaran. Seluruh layanan itu dirancang bisa diakses dari satu akun.

Perubahan itu menandai pergeseran besar dari identitas awal Coinbase sebagai tempat jual beli aset digital. Bagi investor, arah baru ini datang ketika saham Coinbase masih berada di bawah tekanan.

Saham perusahaan tertekan setelah pendapatan kuartal pertama meleset dari perkiraan analis dan turun 31% secara tahunan. Volume perdagangan kripto turun 28% secara kuartalan, sementara volume spot turun 37%.

AI jadi bagian penting dari strategi baru

Produk utama yang dipamerkan Coinbase adalah Coinbase Advisor, salah satu penasihat investasi AI pertama yang terdaftar di SEC. Layanan ini bisa memberi rekomendasi beli dan jual secara eksplisit, menganalisis riwayat portofolio pengguna, dan mengeksekusi transaksi sepanjang waktu.

Coinbase juga memperkenalkan tokenized equities yang didukung 1:1 oleh saham dasarnya. Langkah ini mempertegas upaya perusahaan menjembatani dunia aset digital dan pasar tradisional.

Armstrong mengaitkan arah itu dengan munculnya agentic economy, ketika AI agents semakin banyak dipakai untuk menyelesaikan pekerjaan atas nama pengguna. Ia menilai para agen itu akan membutuhkan infrastruktur keuangan baru untuk membeli barang dan jasa, bahkan membentuk tim agen lain.

Pandangan Armstrong soal bitcoin dan arus modal

Armstrong juga memberi pandangan bahwa bitcoin kemungkinan sudah membentuk dasar harga. Ia mengatakan, jika melihat tren historis serta indeks fear and greed, bitcoin mungkin telah bottom di sekitar $60K.

Ia menambahkan bahwa sejumlah faktor bisa mendorong pertumbuhan bitcoin ke depan. Di antaranya adalah market structure, lolosnya legislasi, serta melantai-nya sejumlah perusahaan AI yang selama ini menyerap banyak modal berisiko.

Menurut Armstrong, ketika perusahaan-perusahaan AI itu menjadi publik dan unlocks terjadi, arus modal bisa mulai berputar kembali. Ia menilai pergerakan itu dapat membuka ruang baru bagi bitcoin dan pasar aset digital.

Dimon kembali menyerang, sengketa regulasi makin terbuka

Sementara itu, perseteruan Armstrong dengan Jamie Dimon kembali mencuat di ruang publik. Dimon baru-baru ini muncul di Fox Business dan menyebut Armstrong “full of sh*t” terkait dorongan lobi multimiliar dolar untuk Digital Asset Market Clarity Act.

RUU itu akan membangun kerangka regulasi untuk kripto dan, yang paling penting, memungkinkan platform seperti Coinbase menawarkan imbal hasil mirip yield atas kepemilikan stablecoin. Dimon berpendapat hal itu membuat perusahaan kripto bisa bersaing dengan bank untuk merebut dana simpanan tanpa tunduk pada aturan FDIC, AML, dan modal yang sama seperti bank tradisional.

Dimon mengatakan ia akan melawan rancangan aturan itu, dan perlawanan tersebut akan tetap dilakukan meski pada akhirnya kalah. Ia juga menegaskan tak ada yang akan tunduk pada “guy ini” atau perusahaan itu.

Armstrong merespons dengan nada lebih terbuka. Ia mengatakan ingin bertemu Dimon, dan pintu komunikasinya selalu terbuka kapan pun Dimon bersedia.

Armstrong menilai pertemuan langsung tidak lagi krusial untuk mendorong RUU itu maju. Ia mengatakan Senat sudah memberi sinyal bahwa kedua pihak harus mencapai kompromi, dan hasilnya diharapkan bisa sampai ke meja presiden dalam beberapa bulan ke depan.

Wall Street sendiri tampak menyambut ekspansi produk Coinbase dengan positif. Analis BTIG Andrew Harte mengatakan Coinbase sedang membangun platform aset digital terdepan dengan utilitas dunia nyata, lalu memperkuatnya dengan akses ke alat investasi tradisional.

Harte juga mempertahankan peringkat Buy untuk Coinbase. Secara umum, sekitar dua pertiga dari rating terbaru untuk Coinbase berstatus Buy atau Overweight, menurut Yahoo Finance AlphaSpace.

Terkait