Ducati Indonesia resmi membawa DesertX V2 ke pasar Tanah Air, memperluas pilihan di segmen motor gede petualang premium. Model ini hadir sebagai motor adventure terbaru Ducati yang dirancang untuk melibas beragam medan, dari jalan raya hingga jalur off-road.
Peluncuran DesertX V2 juga punya arti penting lain bagi merek asal Borgo Panigale, Italia, tersebut. Momen ini sekaligus dipakai Ducati Indonesia untuk meresmikan showroom barunya di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Menurut Ducati Indonesia, kehadiran model baru dan fasilitas baru itu menjadi bagian dari strategi bisnis perusahaan di pasar domestik. Langkah tersebut ditujukan untuk menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan Ducatisti di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman premium bagi pelanggan.
COO Ducati Indonesia Eja Donalsha menyatakan, DesertX V2 hadir sebagai bagian dari upaya menghadirkan produk terbaik untuk pasar Indonesia. Pada saat yang sama, showroom baru disebut lebih representatif untuk mendukung kepuasan pelanggan dan memperkuat pengalaman khas Ducati.
Fokus pada karakter petualang
DesertX V2 mengusung mesin Ducati V2 terbaru berkapasitas 890 cc. Mesin dua silinder itu disebut sebagai mesin V2 empat katup per silinder paling ringan yang pernah diproduksi Ducati.
Ducati membekali mesin ini dengan teknologi IVT atau Variable Intake Valve Timing. Teknologi tersebut dirancang untuk membuat distribusi tenaga lebih merata di seluruh rentang putaran mesin.
Hasilnya, respons throttle diklaim lebih cepat dengan karakter tenaga yang tetap kuat dalam berbagai kondisi penggunaan. Karakter seperti ini menjadi penting untuk motor adventure yang harus tetap nyaman di aspal, tetapi juga sigap saat diajak menjelajah medan menantang.
Soal performa, DesertX V2 diklaim mampu menghasilkan tenaga maksimum 110 dk dan torsi puncak 92 Nm. Ducati juga menyebut sekitar 70 persen torsi maksimum sudah tersedia sejak 3.000 rpm.
Angka itu memberi gambaran soal karakter tenaga motor ini yang dibuat responsif pada putaran bawah hingga menengah. Dalam praktiknya, kondisi tersebut membantu akselerasi saat keluar tikungan maupun ketika menghadapi tanjakan.
Setelan transmisi disiapkan untuk banyak skenario
Karakter petualang DesertX V2 tidak hanya dibangun lewat mesin. Ducati juga merancang rasio transmisinya secara khusus agar sesuai dengan kebutuhan pengendara di berbagai situasi.
Empat gigi pertama dibuat lebih pendek untuk membantu motor melewati rintangan berat. Sementara itu, gigi keenam dibuat lebih panjang untuk mendukung efisiensi bahan bakar dan kenyamanan saat perjalanan jarak jauh.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa DesertX V2 tidak hanya mengejar performa puncak. Ducati juga mencoba menyeimbangkan kebutuhan untuk off-road teknis dengan kebutuhan touring jarak jauh.
Paket elektronik generasi baru
Di sisi teknologi, DesertX V2 dibekali paket elektronik generasi baru berbasis platform inersia enam sumbu. Sistem ini mendeteksi gerakan roll, pitch, dan yaw secara real time untuk membantu kerja berbagai fitur kontrol.
Dengan pemantauan gerakan motor secara langsung, sistem dapat memberi intervensi yang cepat dan presisi. Pendekatan ini dikembangkan untuk mendukung penggunaan di jalan raya maupun off-road.
Fitur elektronik yang tersedia mencakup Cornering ABS, Ducati Traction Control, Ducati Wheelie Control, dan Engine Brake Control. Seluruh sistem itu bisa diatur tingkat intervensinya sesuai kebutuhan pengendara.
Pengaturan tersebut memungkinkan karakter motor disesuaikan untuk beberapa skenario berkendara. Pengendara bisa menekankan performa saat riding sporty di aspal, menjaga stabilitas saat touring, atau menyesuaikan kontrol ketika masuk jalur off-road.
Ducati menyebut pengembangan paket elektronik ini juga terkait pengalaman para pembalap dan penguji mereka. Karena itu, sistem tidak hanya ditujukan untuk menambah fitur, tetapi juga untuk memberi kontrol yang lebih terkalibrasi di berbagai kondisi medan.
Interval servis jadi nilai tambah
Selain performa dan teknologi, Ducati juga menyoroti aspek perawatan DesertX V2. Motor ini disebut memiliki interval servis yang kompetitif untuk kelasnya.
Pengecekan celah katup dijadwalkan setiap 45.000 km. Sementara penggantian oli dilakukan setiap 15.000 km atau dua tahun sekali.
Informasi ini penting bagi calon pemilik yang mempertimbangkan biaya dan kenyamanan penggunaan jangka panjang. Pada motor adventure, faktor perawatan sering menjadi perhatian karena kendaraan dipakai dalam pola penggunaan yang beragam dan kadang intensif.
Kehadiran DesertX V2 menambah warna pasar moge petualang di Indonesia, terutama di segmen premium yang menuntut kombinasi performa, teknologi, dan kemampuan lintas medan. Dengan peluncuran ini, Ducati Indonesia juga menegaskan arah penguatan merek lewat produk baru dan jaringan layanan yang lebih representatif di Jakarta Selatan.
Source: oto.detik.com





