Harga Pertamax Meroket Hari Ini 1 Maret 2026, Cek Kenaikan di Setiap Provinsi Hingga Rp500 Per Liter!

Author: Qoo Media

Harga Pertamax hari ini mengalami kenaikan di berbagai provinsi Indonesia. Kenaikan ini diumumkan resmi oleh PT Pertamina dan berlaku mulai tanggal 1 Maret.

Secara rata-rata, harga Pertamax naik antara Rp300 hingga Rp500 per liter dibandingkan harga bulan lalu. Kenaikan ini terjadi pada produk BBM non-subsidi yang banyak digunakan kendaraan pribadi.

Rincian Kenaikan Harga Pertamax di Wilayah Jabodetabek
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, harga Pertamax paling baru tercatat Rp12.300 per liter. Sebelumnya harga di daerah ini berada di angka Rp11.800 per liter. Produk Pertamax Turbo juga ikut naik menjadi Rp13.100 per liter. Sementara Pertamax Green 95 kini dijual Rp12.900 per liter.

Kenaikan di wilayah ini terbilang cukup signifikan dengan selisih Rp400 hingga Rp500 per liter. Harga baru ini juga diterapkan di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, hingga Jawa Timur.

Daftar Harga Pertamax Berdasarkan Wilayah
Harga Pertamax bervariasi antar provinsi sebagai akibat biaya distribusi dan pungutan daerah. Berikut ini adalah daftar harga Pertamax dan varian turbo di beberapa wilayah utama:

  1. Jawa & Bali

    • Pertamax: Rp12.300
    • Pertamax Turbo: Rp13.100
    • Pertamax Green 95: Rp12.900
  2. Sumatera

    • Aceh & Sumut: Pertamax Rp12.600, Turbo Rp13.350
    • Sumbar, Riau, Kepri: Pertamax Rp12.900, Turbo Rp13.650
    • Bengkulu, Sumsel, Lampung: Pertamax Rp12.100, Turbo Rp13.000
    • Jambi & Babel: Pertamax Rp12.600, Turbo Rp13.350
    • FTZ Batam: Pertamax Rp11.750, Turbo Rp12.400
    • FTZ Sabang: Pertamax Rp11.550
  3. Kalimantan

    • Kalbar, Kalteng, Kaltim: Pertamax Rp12.600, Turbo Rp13.350
    • Kalsel & Kaltara: Pertamax Rp12.900, Turbo Rp13.650
  4. Sulawesi

    • Sulut, Sulteng, Sulsel, Sulbar, Sultra, Gorontalo: Pertamax Rp12.600, Turbo Rp13.360
  5. Maluku & Papua
    • Maluku & Malut: Pertamax Rp12.600
    • Papua: Pertamax Rp12.600, Turbo Rp13.350
    • Papua Barat & wilayah lain: Pertamax Rp12.600

Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh beberapa faktor penting. Biaya distribusi BBM ke daerah terpencil tentu lebih tinggi. Selain itu, beberapa wilayah berada dalam zona perdagangan bebas (FTZ) seperti Batam dan Sabang, sehingga mendapatkan harga BBM lebih rendah.

Pajak daerah juga memengaruhi harga akhir. Setiap provinsi menetapkan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang berbeda-beda. Kondisi geografis serta tantangan distribusi di kepulauan turut menambah variabilitas harga.

Dasar Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi
Penetapan harga Pertamax mengacu pada regulasi Kementerian ESDM, khususnya Kepmen ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Formula harga dasar mengadopsi mekanisme pasar yang mempertimbangkan harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, biaya distribusi, dan komponen pajak serta margin usaha.

Sistem ini memastikan harga BBM non-subsidi dapat mengikuti perubahan dinamika pasar global dan nasional.

Tips Menghemat BBM di Tengah Kenaikan Harga
Kenaikan harga Pertamax tentu berdampak pada pengeluaran harian. Berikut beberapa tips efisiensi konsumsi bahan bakar:

  1. Jaga tekanan angin pada ban sesuai rekomendasi pabrikan agar konsumsi optimal.
  2. Hindari akselerasi dan pengereman mendadak yang memperbesar pemborosan BBM.
  3. Rutin melakukan servis berkala agar mesin bekerja dengan efisien dan pembakaran maksimal.
  4. Gunakan BBM sesuai rasio kompresi mesin demi performa optimal dan konsumsi tepat.

Langkah-langkah ini sederhana namun efektif menekan pemakaian bahan bakar walau harga Pertamax naik.

Jangan lupa selalu cek update harga sebelum isi BBM. Informasi ini penting untuk mengelola anggaran transportasi agar tidak membengkak.

Penting bagi konsumen untuk memantau terus perubahan harga BBM. Dengan data harga terbaru dari PT Pertamina, masyarakat dapat membuat keputusan bijak saat membeli bahan bakar di berbagai wilayah Indonesia.

Terbaru