7 Game Open-World Klasik yang Diam-Diam Menentukan Arah Genre Selamanya

Author: Qoo Media

Genre open-world tidak pernah berkembang sendirian. Sejumlah game klasik mendorong arah genre ini lewat dunia yang lebih bebas, struktur misi yang lebih hidup, dan cara baru membuat pemain betah berlama-lama di dalamnya.

Dari kota penuh kriminal hingga petualangan fantasi, dari balap jalanan sampai ayunan jaring di New York, delapan arah desain berbeda pernah lahir dari game yang dianggap berani pada masanya. Pengaruhnya masih terasa sampai sekarang karena banyak game modern tetap memakai fondasi yang mereka perkenalkan.

Grand Theft Auto 3 dan standar baru dunia kota

Grand Theft Auto 3 menjadi titik balik besar untuk open-world modern. Rockstar Games menghadirkan dunia terbuka yang luas, gameplay penuh aksi kriminal, struktur misi, konten sampingan, dan sistem buronan yang inovatif.

Banyak game open-world berlatar kota masih memakai konsep yang diperkenalkan GTA 3. Jejaknya membuat game ini sering dianggap sebagai pondasi utama genre open-world modern.

Morrowind dan dunia yang dibangun dengan detail

Bethesda sempat mencoba memperluas dunia Elder Scrolls lewat procedural generation di The Elder Scrolls 2: Daggerfall. Namun pendekatan itu membuat dunianya terasa kurang menarik, sehingga studio memilih jalur berbeda untuk The Elder Scrolls 3: Morrowind.

Morrowind membatasi area ke pulau Vvardenfell agar dunia bisa dibuat secara manual dan lebih detail. Hasilnya bukan hanya kuat untuk game Bethesda setelahnya, tetapi juga menginspirasi banyak developer lain dalam merancang open-world mereka.

Minecraft dan kebebasan tanpa batas yang tetap relevan

Minecraft memang lebih baru dibanding beberapa game lain dalam daftar ini, tetapi status klasiknya sulit dibantah. Game Mojang ini meledak sejak awal rilis dan terus bertahan lebih dari satu dekade berkat daya tarik yang sangat luas.

Pemain bisa menjelajah, bertahan hidup, bertarung, dan membangun apa pun di dunia yang dibuat secara prosedural. Kombinasi itu ikut mengantar Minecraft ke posisi teratas sebagai game terlaris sepanjang masa dengan penjualan 350 juta kopi.

Shenmue dan ambisi yang membentuk imersi

Shenmue dulu dikenal sebagai game dengan biaya produksi termahal karena ambisinya sangat besar. Ceritanya mengikuti Ryo Hazuki yang mencari petunjuk setelah ayahnya dibunuh oleh Lan Di.

Game ini menghadirkan dunia terbuka dengan siklus siang dan malam, detail yang menambah rasa imersif, serta mempopulerkan sistem QTE atau Quick Time Events. Walau kini terasa ketinggalan zaman, Shenmue tetap dipandang sebagai salah satu game open-world legendaris.

Assassin’s Creed 2 dan formula yang disempurnakan

Game pertama Assassin’s Creed sudah menunjukkan potensi besar open-world lewat parkour. Assassin’s Creed 2 kemudian menyempurnakan formula itu dan memperkuat identitas seri secara menyeluruh.

Game ini memperkenalkan kebiasaan memanjat menara untuk membuka bagian map yang masih terkunci dan mencari item collectible. Mekanik tersebut lalu menginspirasi game lain seperti Infamous, Ghost of Tsushima, dan Shadow of Mordor.

Need for Speed: Underground 2 dan lahirnya balap open-world

Ide game balap dengan konsep open-world sempat kurang menarik bagi pemain. Need for Speed: Underground 2 mengubah pandangan itu lewat eksperimen dengan struktur sandbox.

Pemain bisa ikut berbagai balapan sambil berkendara bebas mengelilingi kota untuk mengenalnya lebih dalam. Kesuksesan game ini memicu tren game balap modern berkonsep open-world, meski dampaknya tidak selalu positif bagi genre tersebut.

Spider-Man 2 dan awal kebebasan menjadi superhero

Sebelum game Spider-Man karya Insomniac Studios memuaskan banyak pemain, Treyarch lebih dulu membuat adaptasi film Spider-Man 2 yang memukau pada masanya. Mekanisme web slinging di game ini terasa sangat bebas karena pemain bisa berayun di New York dengan leluasa.

Selain menjelajah kota, pemain juga bisa melawan penjahat hingga mengantar pizza. Game ini menjadi contoh awal suksesnya game superhero sekaligus membuka jalan bagi kebutuhan akan game Spider-Man berskala besar.

Source: www.idntimes.com
Terbaru