Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia mulai menunjukkan dinamika berbeda antara Jakarta dan kota-kota besar di luar Jawa. Data dari Jaecoo Indonesia mengindikasikan bahwa mobil listrik Jaecoo J5 EV kini banyak diminati konsumen di wilayah seperti Surabaya, Yogyakarta, Semarang, Denpasar, Medan, Batam, hingga Balikpapan dan Makassar.
Faktor yang mendorong pembelian mobil listrik di Jakarta lebih kepada regulasi pembatasan ganjil-genap. Di sisi lain, konsumen di daerah-daerah tersebut lebih mempertimbangkan efisiensi biaya operasional. Hal ini disampaikan oleh Head of Marketing Jaecoo Indonesia, Ilham Pratama, yang menyatakan fokus konsumen daerah adalah penghematan biaya harian yang nyata dibandingkan sekadar mengikuti kebijakan lalu lintas.
Efisiensi Biaya Operasional sebagai Faktor Utama
Perhitungan biaya untuk mengoperasikan mobil listrik jauh lebih rendah dibandingkan mobil berbahan bakar bensin. Tarif listrik rumah tangga non-subsidi saat ini berada di kisaran Rp 1.400–1.700 per kWh. Sebuah mobil listrik rata-rata menggunakan 15–20 kWh untuk menempuh jarak 100 kilometer. Artinya, biaya listrik perjalanan tersebut berkisar Rp 21.000–34.000 per 100 km.
Bandingkan dengan mobil bensin yang rata-rata menempuh 12–15 km per liter dengan biaya bahan bakar sekitar Rp 80.000–100.000 untuk jarak yang sama. Perbedaan ini memberikan insentif finansial cukup besar bagi konsumen yang mobilitasnya tinggi dan ingin menekan pengeluaran transportasi.
1. Konsumen Daerah Memperhatikan Pengeluaran Harian
Konsumen di luar Jakarta lebih cermat dalam mengelola biaya transportasi sehari-hari. Mereka menghitung secara detail biaya per kilometer dan melihat bahwa mobil listrik lebih hemat dari segi energi dibandingkan mobil bensin.
2. Dukungan Infrastruktur Pengisian Semakin Meluas
Selain efisiensi biaya, faktor pendukung lainnya adalah semakin mudahnya akses terhadap stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU). Dari sebelumnya yang hanya tersedia di kantor PLN, kini SPKLU sudah banyak ditemui di hotel, mal, dan area komersial swasta. Hal ini membantu membangun kepercayaan konsumen terhadap mobil listrik.
Data PLN menunjukkan jumlah SPKLU di Indonesia sudah melewati 5.000 unit yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk luar Jawa. Jumlah tersebut diproyeksikan terus bertambah, mendekati 4.500 unit pada pertengahan tahun lalu. Penyebaran ini memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional dan memberikan kemudahan bagi para pemilik kendaraan listrik.
3. Diversifikasi Pasar Mobil Listrik ke Berbagai Kota
Perluasan pasar mobil listrik tidak lagi hanya terpusat di Jakarta. Penjualan Jaecoo J5 EV menyebar ke sejumlah kota besar lain seperti Surabaya dan Makassar. Kondisi ini menunjukkan bahwa penerimaan masyarakat terhadap kendaraan listrik semakin meluas, seiring mudahnya akses infrastruktur dan manfaat biaya yang signifikan.
Perhitungan Efisiensi Biaya Penggunaan Mobil Listrik
| Jenis Biaya | Mobil Listrik | Mobil Bensin |
|---|---|---|
| Konsumsi Energi | 15–20 kWh/100 km | 12–15 km/liter |
| Tarif Energi/Bahan Bakar | Rp 1.400–1.700 per kWh | Rp 12.000–14.000 per liter (estimasi) |
| Biaya Per 100 km | Rp 21.000–34.000 | Rp 80.000–100.000 |
Nilai tersebut mengilustrasikan potensi penghematan yang cukup signifikan bagi konsumen di daerah dengan mobilitas tinggi.
4. Mobilitas Tinggi dan Kalkulasi Biaya Harian
Pengguna dengan aktivitas tinggi yang harus sering bepergian, seperti pekerja dan pelaku usaha lokal, semakin tertarik pada mobil listrik. Efisiensi biaya bahan bakar yang efektif menurunkan beban operasional tetap menjadi daya tarik utama. Model bisnis kendaraan listrik yang lebih ramah kantong dalam penggunaan sehari-hari semakin relevan untuk pasar daerah.
5. Optimisme Pasar Mobil Listrik di Daerah
Pemahaman masyarakat terhadap manfaat mobil listrik mulai meningkat seiring dengan kemudahan pengisian daya dan dukungan pemerintah. Penetrasi kendaraan listrik di berbagai daerah akan mempercepat transisi ke ekosistem transportasi yang lebih ramah lingkungan serta menguntungkan secara ekonomi bagi konsumen.
Dengan pertimbangan efisiensi biaya dan dukungan infrastruktur yang terus membaik, tren penggunaan kendaraan listrik di kota-kota besar dan daerah di luar Jakarta diperkirakan akan terus tumbuh signifikan. Pasar mobil listrik kini tidak hanya milik kawasan metropolitan, tetapi sudah merambah ke wilayah yang lebih luas, menandai pergeseran preferensi dan kebijakan transportasi nasional.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com