BYD akan menggelar acara peluncuran teknologi baru yang disebut sebagai "disruptive technology" pada tanggal 5 Maret. Pengumuman ini dilakukan tengah periode penurunan penjualan yang berlangsung selama enam bulan berturut-turut, sehingga teknologi tersebut diharapkan menjadi pendorong utama untuk menaikkan permintaan pasar.
Penjualan BYD di bulan Februari turun drastis hingga 41% secara tahunan, mencapai 190.190 unit. Penurunan ini dipengaruhi oleh libur Festival Musim Semi dan penyesuaian kebijakan dukungan nasional terhadap kendaraan energi baru (NEV) di China.
Kaitan Teknologi Baru dengan Infrastruktur Pengisian Daya
Spekulasi pasar menyebutkan bahwa teknologi yang akan diperkenalkan BYD kemungkinan erat kaitannya dengan pengembangan besar-besaran infrastruktur pengisian daya flash pada level megawatt. Perusahaan tengah fokus pada sistem pengisian ultra-cepat yang mampu menopang daya hingga 2.100 kilowatt pada generasi kedua fasilitas pengisian ini.
Beberapa gambar yang beredar di media sosial China menunjukkan tiang pengisian dengan desain baru berwarna sian dan struktur berbentuk T. Fitur rel geser di bagian atas tiang mengatasi masalah kabel pengisian yang biasanya menjuntai dan berisiko rusak atau terinjak.
Menurut laporan media China, peningkatan daya pengisian dari sistem generasi pertama ke generasi kedua mencapai lebih dari 50%. Penambahan ini akan mempercepat proses pengisian kendaraan listrik secara signifikan, sehingga memberikan nilai tambah bagi pelanggan.
Dukungan Analis dan Proyeksi Penjualan
Dalam catatan riset yang dikeluarkan Deutsche Bank, sistem pengisian generasi kedua BYD telah mulai dipasang di beberapa daerah. Analisis tersebut menyebutkan bahwa inovasi ini dapat meningkatkan daya saing produk BYD secara signifikan. Hal ini diperkirakan mampu menstabilkan dan mengembalikan tren positif penjualan kendaraan listrik mereka.
Deutsche Bank memproyeksikan bahwa dengan dukungan teknologi ini, penjualan BYD dapat melonjak hingga mencapai 4,9 juta unit pada tahun 2026. Angka tersebut menunjukkan optimisme besar terhadap pemulihan permintaan di sektor kendaraan energi baru.
Sejarah dan Fitur Teknologi Pengisian Ultra Cepat BYD
Pada bulan Maret tahun sebelumnya, BYD resmi memperkenalkan pengisi daya ultra-cepat 1-MW pertama yang mengadopsi satuan megawatt sebagai ukuran daya pengisian. Ini merupakan pelopor dalam era pengisian daya kendaraan listrik pada level megawatt.
Platform Super e-Platform BYD yang dirilis bersamaan menghadirkan sejumlah teknologi kunci. Di antaranya adalah baterai tipe blade yang mendukung pengisian sangat cepat, motor berperforma tinggi, dan chip daya silikon karbida generasi terbaru.
Baterai tersebut mampu menampung tegangan hingga 1.000 volt dan arus 1.000 ampere. Dengan kapasitas ini, daya pengisian mencapai 1.000 kW, yang merupakan standar tertinggi secara global pada saat itu.
Strategi Ekspansi Infrastruktur Pengisian
BYD berencana membangun lebih dari 4.000 fasilitas pengisian daya ultracepat ini secara luas di berbagai wilayah. Meskipun demikian, perusahaan belum mengumumkan jadwal pasti untuk penyelesaian pengembangan infrastruktur tersebut.
Ketersediaan jaringan pengisian daya yang masif ini diharapkan dapat menghilangkan kekhawatiran konsumen mengenai jarak tempuh dan waktu pengisian ulang. Hal ini juga sekaligus memperkuat ekosistem kendaraan energi baru di China dan pasar global.
Teknologi disruptif yang akan diumumkan BYD pada 5 Maret nanti diyakini sebagai langkah strategis guna membalikkan tren penurunan penjualan serta mempercepat adopsi kendaraan listrik berbasis inovasi teknologi pengisian ultra-cepat. Dunia otomotif dan pengamat industri tengah menanti dengan antusias peluncuran tersebut.
