Jetour tetap menjaga komitmen peluncuran model terbarunya, Jetour T2 PHEV, meskipun sempat menghadapi insiden kendaraan terbakar di Tol Jagorawi. Insiden tersebut tidak mengganggu rencana perusahaan yang masih on track meluncurkan varian Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) pada semester kedua tahun ini.
Michael Budihardja, Sales Director PT Jetour Sales Indonesia, memastikan jadwal peluncuran Jetour T2 PHEV tetap sesuai rencana tanpa perubahan. Ia juga menegaskan bahwa model ini masih menjadi salah satu yang paling dinantikan oleh konsumen di pasar otomotif Indonesia.
Peluncuran Berpotensi di Ajang GIIAS 2026
Dari sisi waktu dan lokasi peluncuran, Jetour T2 PHEV berpeluang besar diperkenalkan dalam Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS). Event yang berlangsung pada pertengahan tahun ini biasanya menjadi panggung utama pengenalan produk baru. Michael mengaku masih belum menentukan pameran mana yang akan digunakan untuk peluncuran resmi.
Persiapan Varian Sesuai Kebutuhan Lokal
Jetour melakukan kajian mendalam untuk menentukan tipe varian yang paling tepat bagi pasar Indonesia. Hasil survei internal mengindikasikan perusahaan cenderung menawarkan varian penggerak 4×2, alih-alih All Wheel Drive (AWD) yang sebelumnya lebih dahulu diluncurkan pada model reguler. Pilihan ini diambil berdasarkan respons konsumen agar produk lebih sesuai dengan kebutuhan mayoritas pengguna di Tanah Air.
Spesifikasi Mesin Hybrid Generasi Kelima
Jetour T2 PHEV dibekali mesin hybrid 1.5 TGDI generasi terbaru dengan efisiensi termal hingga 44,5 persen. Mesin ini mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 221 hp dan torsi puncak 390 Nm. Sistem hybrid memadukan mesin bensin dengan baterai berkapasitas 26,7 kWh yang mendukung motor listrik dalam berbagai kondisi berkendara.
Motor listrik pada T2 PHEV memberikan pengalaman mengemudi yang sangat senyap, mendekati sensasi kendaraan listrik murni. Kombinasi efisiensi bahan bakar dan performa ini diharapkan menarik perhatian konsumen yang menginginkan kendaraan ramah lingkungan tanpa mengorbankan fleksibilitas mesin bensin.
Komitmen Jetour di Pasar Indonesia
Meskipun menghadapi kendala insiden di awal tahun, Jetour tetap ambisius menggarap pasar otomotif Indonesia dengan membawa inovasi terbaru. Peluncuran Jetour T2 PHEV yang tetap berjalan sesuai jadwal menjadi bukti keseriusan perusahaan mendukung pengembangan kendaraan elektrifikasi di dalam negeri.
Dengan rencana peluncuran yang sudah matang, masyarakat otomotif kini tinggal menunggu waktu resmi debut model terbaru ini. Kehadiran Jetour T2 PHEV diperkirakan semakin memperkaya opsi kendaraan ramah lingkungan bagi konsumen di Indonesia dalam waktu dekat.
Rangkuman kunci persiapan Jetour T2 PHEV:
- Peluncuran dipastikan tetap di semester kedua tahun ini, tidak terpengaruh insiden Jagorawi.
- Peluncuran berpotensi di gelaran GIIAS yang menjadi ajang utama industri otomotif nasional.
- Varian yang akan dipasarkan kemungkinan besar menggunakan penggerak 4×2, mengikuti karakter pasar lokal.
- Mesin hybrid generasi kelima dengan tenaga 221 hp dan torsi 390 Nm, plus baterai 26,7 kWh.
- Fokus pada kombinasi efisiensi dan kenyamanan berkendara senyap ala mobil listrik.
Dengan segala persiapan ini, Jetour siap menghadirkan kendaraan yang tidak hanya bermain di sisi performa, namun juga menawarkan solusi ramah lingkungan sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.







