Dominasi CATL Mengguncang Pasar Baterai EV Dunia, BYD Melambat Sementara Korea Terpukul Berat

Pada Januari 2026, pangsa pasar baterai kendaraan listrik (EV) global menunjukkan dominasi yang kuat oleh perusahaan asal China, CATL dan BYD. CATL menguasai 45,2% pangsa pasar dengan volume pemasangan baterai sebesar 32,5 GWh, sementara BYD berada di posisi kedua dengan 13,8% dan volume 9,9 GWh. Total penggunaan baterai EV di seluruh dunia mencapai sekitar 71,9 GWh, naik 10,7% dibandingkan tahun sebelumnya, menurut data dari SNE Research.

Gabungan volume pemasangan baterai CATL dan BYD mencapai 42,4 GWh, atau setara dengan 59,0% dari total pasar global. Hal ini menegaskan posisi kedua perusahaan tersebut sebagai pemain utama industri baterai EV di tingkat global. CATL khususnya mencatat peningkatan signifikan 25,7% dari tahun sebelumnya yang mencapai 25,9 GWh.

Peran Strategis CATL dan BYD dalam Pasar Baterai EV

CATL tidak hanya menjadi pemasok utama bagi produsen otomotif China seperti Seres, Xiaomi, Li Auto, dan Geely Auto, tetapi juga mendukung produsen global terkemuka seperti Tesla, BMW, Mercedes-Benz, dan Volkswagen. Kemajuan CATL dalam mengkomersialisasikan baterai ion natrium diharapkan memperkuat daya saing perusahaan dalam teknologi baterai generasi berikutnya.

Sementara itu, BYD mengalami penurunan volume penggunaan baterai sebesar 1,9%, dari 10,1 GWh menjadi 9,9 GWh. Meski demikian, posisi mereka tetap stabil di peringkat kedua global. Penurunan ini terutama disebabkan oleh menurunnya penjualan kendaraan di pasar domestik China sebesar 23,4%. Namun, pangsa pasar BYD di kawasan Eropa tumbuh sebesar 69,4%, sementara di wilayah lain mencapai kenaikan signifikan hingga 97,6%.

Penurunan Pangsa Pasar Produsen Baterai Korea Selatan

Perusahaan baterai Korea Selatan mengalami penurunan pangsa pasar yang cukup tajam. Ketiga produsen terbesar, yaitu LG Energy Solution, SK On, dan Samsung SDI, bersama-sama menguasai hanya 12% pangsa pasar global. LG Energy Solution berada di urutan ketiga dengan volume pemasangan 4,7 GWh, SK On di posisi ketujuh dengan 2,3 GWh, dan Samsung SDI di posisi kesepuluh dengan 1,6 GWh.

Penurunan volume baterai ketiga perusahaan tersebut masing-masing mencapai 14,9%, 21,3%, dan 24,4% dibandingkan tahun sebelumnya. Faktor utama penyebab perlambatan ini adalah turunnya permintaan pasar AS, yang mencatat penurunan penjualan kendaraan listrik sebesar 30,2% sepanjang tahun ini.

Perkembangan Produsen Baterai Lainnya di Pasar Global

Selain CATL dan BYD, pabrikan lain yang turut bersaing di pasar baterai EV global antara lain CALB asal China yang menempati posisi keempat dengan pangsa pasar 5,3% dan volume 3,8 GWh. Panasonic dari Jepang berada di posisi kelima dengan pangsa pasar 4,3% dan volume 3,1 GWh. Sementara itu, Gotion High-tech dan Eve Energy menempati posisi keenam dan kesembilan dengan pangsa masing-masing 3,9% dan 2,4%.

Tabel Pangsa Pasar Produsen Baterai EV Teratas

Perusahaan Pangsa Pasar (%) Volume Pemasangan (GWh)
CATL 45,2 32,5
BYD 13,8 9,9
LG Energy Solution 6,6 4,7
CALB 5,3 3,8
Panasonic 4,3 3,1
Gotion High-tech 3,9 2,8
SK On 3,2 2,3
Svolt 2,7 1,9
Eve Energy 2,4 1,8
Samsung SDI 2,2 1,6
Lainnya 10,4 7,5

Data ini memperlihatkan konsentrasi pasar yang cukup tinggi pada beberapa perusahaan besar, terutama CATL dan BYD yang bersama-sama menguasai lebih dari setengah pasar baterai EV dunia. Tren pengembangan teknologi baru seperti baterai ion natrium yang sedang diusahakan CATL menunjukkan dinamika kuat dalam inovasi industri baterai yang berpotensi mengubah lanskap kompetisi di masa mendatang.

Secara keseluruhan, para pemain utama di pasar baterai EV kini menghadapi tantangan berbeda berdasarkan kondisi pasar regional. Sementara perusahaan China memperluas pengaruh mereka dengan pertumbuhan penjualan di luar domestik, produsen Korea Selatan harus menyesuaikan strategi menghadapi penurunan permintaan di pasar Amerika Serikat. Perkembangan ini penting untuk terus dipantau sebagai indikator utama transformasi industri kendaraan listrik global.

Source: cnevpost.com
Exit mobile version