PT Federal International Finance (FIF) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,42 triliun pada periode Januari hingga Desember, mengalami kenaikan hampir 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp4,21 triliun. Peningkatan ini menunjukkan momentum positif bagi perusahaan sebagai salah satu pelaku utama pembiayaan konsumen di Indonesia.
Laba bersih ini didukung oleh penyaluran pembiayaan yang mencapai Rp49,45 triliun, naik 7,64 persen secara year-on-year. Selain itu, jumlah unit sepeda motor yang dibiayai juga meningkat menjadi 3,39 juta unit, tumbuh sekitar 4,85 persen dari periode sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong terutama oleh program pembiayaan sepeda motor Honda melalui layanan FIFASTRA, serta pembiayaan multiguna yang ikut menyumbang kinerja positif.
Peran Layanan FIF dalam Mendorong Kinerja
FIF mengandalkan beragam layanan pembiayaan untuk meraih pertumbuhan laba bersih yang berkelanjutan. Direktur FIF, Valentina Chai, menyampaikan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan karyawan. “Kami mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan atas kepercayaan yang menjadikan FIF sebagai solusi finansial pilihan,” ujar Valentina dalam pernyataan resmi.
Optimalisasi layanan ini juga didukung oleh digitalisasi dan penguatan rantai nilai (value chain), sehingga memberikan kemudahan akses dan pelayanan cepat kepada konsumen. FIF berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi demi memenuhi kebutuhan pembiayaan masyarakat secara efektif dan efisien.
Kesehatan Keuangan dan Rasio Kredit Macet
Selain laba bersih yang meningkat, NILAI aset bersih bersih (Net-service Asset) FIF tumbuh sebesar 14,38 persen menjadi Rp53,44 triliun. Rasio kredit macet atau Non-Performing Finance (NPF) Nett pun berhasil dipertahankan pada level sangat rendah, hanya sebesar 0,20 persen. Rasio ini menunjukkan manajemen risiko yang ketat dan kualitas portofolio pembiayaan yang sehat sesuai standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kondisi ini menegaskan posisi FIF sebagai perusahaan pembiayaan yang solides di tengah tantangan ekonomi nasional. Valentina Chai menegaskan bahwa perusahaan ingin menjadi “teman meraih impian” bagi masyarakat Indonesia melalui layanan yang dapat diandalkan.
FIF dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Sinergi yang kuat antara FIF dengan seluruh stakeholder diyakini mampu menciptakan nilai tambah dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Perusahaan terus berupaya mengoptimalkan layanan pembiayaan yang tidak hanya berfokus pada segmen sepeda motor, tetapi juga produk multiguna yang dapat menjangkau kebutuhan beragam konsumen.
Strategi ini sejalan dengan misi FIF untuk “Membawa Kehidupan yang Lebih Baik untuk Masyarakat.” Melalui inovasi dan pelayanan optimal, FIF berupaya memperkuat perannya sebagai solusi pembiayaan yang inklusif dan adaptif di era digital.
Ringkasan Pencapaian Kinerja FIF Tahun Ini
- Laba bersih mencapai Rp4,42 triliun, naik hampir 5 persen dibanding tahun sebelumnya.
- Penyaluran pembiayaan Rp49,45 triliun, tumbuh 7,64 persen.
- Jumlah unit sepeda motor yang dibiayai mencapai 3,39 juta unit, naik 4,85 persen.
- Net-service Asset meningkat 14,38 persen menjadi Rp53,44 triliun.
- Rasio NPF Nett sangat rendah di angka 0,20 persen, mencerminkan kualitas portofolio sehat.
Dengan hasil tersebut, FIF tetap menunjukan performa positif dan optimistis menghadapi tantangan industri pembiayaan di masa mendatang. Fokus pada pengembangan layanan yang inovatif dan digital diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pelanggan sekaligus mengokohkan posisi pasar perusahaan.
Berbagai langkah strategis ini diharapkan akan terus mendukung pertumbuhan kinerja FIF sekaligus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional, khususnya dalam sektor pembiayaan konsumen dan otomotif.
