Menjelang Lebaran, Pertamina meningkatkan pengawasan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG melalui sistem digital terpadu yang disebut Pertamina Digital Hub. Sistem ini dirancang untuk memastikan stok energi tetap aman saat mobilitas masyarakat meningkat signifikan selama masa mudik dan perayaan Idul Fitri.
Pertamina Digital Hub memungkinkan pemantauan real time dari seluruh rantai pasok energi, mulai dari sektor hulu, pengolahan kilang, hingga distribusi ke stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Dengan teknologi ini, perusahaan dapat mengakses data dan kamera pengawas setiap detik untuk mengantisipasi masalah sebelum berdampak pada konsumen.
Pemanfaatan Teknologi Digital dalam Pengawasan Energi
Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan bahwa pengawasan melalui digital hub memainkan peran vital dalam menjaga ketersediaan energi nasional. Sistem ini memetakan kondisi stok dan pergerakan BBM dan LPG secara menyeluruh. Selain memonitor stok di gudang dan kilang, Pertamina juga dapat melacak transportasi, termasuk mobil tangki dan kapal pengangkut minyak mentah.
Sistem digital yang terintegrasi memungkinkan perusahaan mengidentifikasi perubahan konsumsi secara cepat di berbagai wilayah. Jika terjadi lonjakan permintaan atau kendala akibat cuaca ekstrem atau faktor global, tindakan antisipatif dapat diambil secara efisien. Hal ini memastikan distribusi dan pasokan BBM tetap berjalan lancar selama masa kritis seperti Ramadan dan Lebaran.
Optimasi Kilang dan Cadangan Energi Dalam Negeri
Pertamina mengoperasikan enam kilang besar yang terus dioptimalkan untuk menjaga stabilitas pasokan energi domestik. Kilang-kilang ini memproduksi BBM yang disalurkan ke seluruh Indonesia. Cadangan energi nasional juga dipertahankan di atas batas minimum yang diatur pemerintah untuk mengurangi risiko kekurangan pasokan.
Baron menegaskan bahwa menjaga cadangan energi adalah langkah krusial dalam mitigasi risiko. "Stok BBM dan LPG terus bergerak setiap saat sesuai kebutuhan, namun Pertamina memastikan cadangan tetap di atas ambang pengamanan," ujarnya. Hal ini menunjukkan komitmen perusahaan terhadap ketahanan energi nasional.
Dukungan Terhadap Mobilitas dan Industri Otomotif
Pasokan BBM yang stabil sangat penting bagi kendaraan pribadi, transportasi umum, dan angkutan logistik selama periode mudik Lebaran. Pertamina Digital Hub membantu memantau distribusi hingga ke tingkat SPBU sehingga permintaan yang melonjak bisa tertangani dengan cepat.
Stabilitas pasokan juga menjaga kepercayaan konsumen terhadap penggunaan kendaraan pribadi selama liburan panjang. Industri otomotif mendapat manfaat langsung dari kepastian energi ini karena kendaraan dapat beroperasi tanpa kendala bahan bakar yang kerap terjadi saat periode puncak perjalanan.
Komitmen Pertamina Terhadap Transisi Energi dan Keberlanjutan
Selain fokus pada ketersediaan energi jangka pendek, Pertamina juga menegaskan komitmennya pada target Net Zero Emission tahun 2060. Perusahaan menerapkan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) dan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di seluruh lini bisnis.
Langkah transformasi digital yang dilakukan adalah bagian dari upaya strategis untuk menghemat energi dan mengurangi dampak lingkungan. Penggunaan teknologi modern meningkatkan efisiensi pengelolaan pasokan dan mendukung terciptanya ekosistem energi yang lebih ramah lingkungan.
Dengan sistem pengawasan digital terintegrasi, Pertamina dapat menjamin kelancaran distribusi BBM dan LPG selama Lebaran. Langkah ini penting untuk mendukung aktivitas masyarakat, menjaga stabilitas harga, dan memperkuat ketahanan energi nasional secara menyeluruh. Pemerintah dan pemangku kepentingan dapat lebih percaya bahwa kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan baik di momen vital tahun ini.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.kabarbursa.com






