Xiaomi akhirnya mengatasi kontroversi terkait fitur kap karbon yang disebut-sebut hanya sebagai gimmick tanpa fungsi nyata. Kini, produsen mobil asal Tiongkok tersebut mengklaim sudah berhasil membuat kap karbon tersebut berfungsi sesuai janji awal.
Pada awal tahun lalu, Xiaomi menawarkan kap karbon opsional untuk model SU7 Ultra yang desainnya terinspirasi dari prototipe SU7. Kap ini memiliki dua saluran udara besar yang seharusnya membantu pendinginan rem dan baterai. Namun, setelah distribusi ke konsumen, terbukti ventilasi di kap tersebut hanya hiasan tanpa fungsi aerodinamika maupun pendinginan.
Reaksi negatif langsung muncul dari para pemilik yang merasa tertipu dan tuntutan hukum pun dilayangkan. Kasus ini mendapatkan perhatian luas lantaran Xiaomi dianggap mengecewakan konsumen dengan menjual fitur fiktif seharga 42.000 yuan atau sekitar 6.100 dolar AS. Tindakan perusahaan langsung menjadi sorotan karena dianggap merusak kepercayaan pelanggan.
Solusi Xiaomi Menghadirkan Kap Karbon Fungsional
Setelah setahun berlalu, Xiaomi mengambil langkah memperbaiki masalah itu dengan merilis upgrade gratis untuk pemilik kap karbon tersebut. Insinyur Xiaomi mendesain ulang struktur internal saluran udara agar dapat bekerja optimal bersama kisi-kisi udara aktif di depan mobil. Hal ini memungkinkan peningkatan downforce di sumbu depan sehingga performa aerodinamis dan pendinginan benar-benar berfungsi.
Menurut laporan CarNewsChina, pemasangan peningkatan ini memakan waktu 2 hingga 3 jam. Upgrade mencakup pemasangan bilah plastik yang bisa diatur di bawah kap karbon, sehingga aliran udara jadi terfokus dan kap tinggal tidak sekadar dekorasi.
Dampak Hukum dan Kompensasi untuk Konsumen
Kontroversi ini sempat menimbulkan konsekuensi hukum yang berat bagi Xiaomi. Sebuah pengadilan di Tiongkok memutuskan kemenangan bagi seorang pemilik SU7 Ultra yang menggugat perusahaan terkait fitur kap tersebut. Xiaomi diwajibkan mengembalikan uang uang muka kap, membayar kompensasi senilai 126.000 yuan (sekitar 18.300 dolar AS), serta menanggung biaya hukum 10.000 yuan (sekitar 1.400 dolar AS).
Selain itu, Xiaomi juga menawarkan hadiah poin reward sebanyak 20.000 kepada setiap konsumen pembeli kap karbon, yang nilainya diperkirakan sekitar 2.000 yuan (290 dolar AS). Ini bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun kembali kepercayaan pelanggan yang sempat terganggu.
Pentingnya Kejujuran dalam Inovasi Produk
Kasus ini menjadi pelajaran bagi industri otomotif dan produsen teknologi bahwa transparansi dan kejujuran sangat penting. Xiaomi sebagai pemain baru di bidang otomotif kini menunjukkan respons cepat untuk memperbaiki kesalahan produk dan memenuhi ekspektasi konsumen. Perbaikan ini juga membuktikan konsep aerodinamika yang dijanjikan bukan sekadar gimmick, melainkan teknologi nyata yang dapat dimanfaatkan.
Bagi pengguna SU7 Ultra yang selama ini merasa dirugikan, upgrade ini menghadirkan solusi praktis dan bukti nyata bahwa Xiaomi serius memperbaiki performa produk. Proses retrofit yang terukur dan gratis juga menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kepuasan konsumen.
Dengan langkah ini, Xiaomi berharap bisa mengembalikan citra positif merek sekaligus memberikan nilai tambah teknis yang seharusnya sejak awal dijanjikan. Hal ini diharapkan menjadi titik balik dari kontroversi kap karbon yang turut menguji kedewasaan perusahaan dalam menghadapi kritik dan tuntutan pasar.
