Penjualan BYD di pasar kendaraan energi baru (NEV) China mengalami penurunan signifikan. Dalam dua bulan pertama tahun ini, BYD hanya mencatat penjualan sebanyak 400.241 unit, turun 36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini menjadi tanda bahwa dominasi BYD mulai tergoyahkan oleh pesaing-pesaing baru seperti Geely dan Zeekr yang menunjukkan lonjakan pertumbuhan penjualan.
Sebagian besar penurunan penjualan BYD terjadi pada Februari dengan angka 190.190 unit, turun 9,5 persen dari bulan sebelumnya yang dipengaruhi oleh libur Tahun Baru Imlek. Dibandingkan dengan Februari tahun lalu, penurunan BYD bahkan mencapai 41 persen. Faktor utama penurunan ini disinyalir berasal dari pengurangan insentif pajak dan ketidakpastian pembeli. Banyak calon pembeli memilih menunda pembelian mereka sambil menunggu peluncuran model baru dan kejelasan program tukar tambah dari pemerintah.
Geely dan Zeekr Melaju Pesat di Pasar Domestik
Sebuah dinamika baru mulai terlihat dalam persaingan pasar NEV di China. Geely mencatat peningkatan penjualan yang sangat signifikan, bahkan mengirimkan 76.000 unit lebih banyak daripada BYD pada dua bulan awal tahun ini. Lonjakan tersebut membuat Geely menjadi ancaman nyata bagi BYD dalam meraih pangsa pasar domestik. Salah satu model unggulan yang membantu Geely meraih keuntungan besar adalah EX2 yang sangat diminati konsumen lokal.
Zeekr, divisi mobil listrik premium dari Geely Group, juga menunjukkan performa impresif dengan kenaikan penjualan 84 persen secara tahunan dalam periode Januari dan Februari. Sementara itu, Nio juga mengalami peningkatan pengiriman kendaraan sebesar 77 persen. Keberhasilan Zeekr dan Nio ini menandakan adanya tren kuat bahwa konsumen China semakin membuka diri terhadap merek-merek baru dan inovatif di sektor kendaraan ramah lingkungan.
Performa Ekspor BYD Tetap Menguat
Meskipun menghadapi penurunan di dalam negeri, BYD justru memperlihatkan performa positif di pasar ekspor global. Pada bulan Februari saja, BYD mengekspor 100.600 unit kendaraan energi baru yang terdiri dari kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid. Jika digabung dengan data Januari, total ekspor BYD mencapai 201.082 unit. Hal ini menunjukkan strategi ekspansi BYD ke pasar internasional yang sukses menambah pundi-pundi penjualan di luar China.
Meski demikian, dominasi BYD di pasar ekspor masih sulit digoyahkan oleh Geely atau merek lain. Namun tren kenaikan pasar domestik yang dipimpin oleh Geely dan Zeekr memberi sinyal bahwa persaingan di ruang domestik akan semakin ketat dan dinamis.
Pertumbuhan Positif Produsen Lain di Pasar China
Selain Geely dan Zeekr, beberapa produsen kendaraan listrik lain juga mencatat kenaikan penjualan positif selama dua bulan pertama tahun ini. Leapmotor, anggota grup Stellantis, melonjak 19 persen menjadi 60.126 unit terjual. Divisi EV Xiaomi bahkan meningkat tajam sebesar 48 persen menjadi lebih dari 59.000 unit. Data ini mengindikasikan bahwa konsumen di China mulai mendapatkan lebih banyak alternatif, sehingga kompetisi semakin ketat.
Dampak Penurunan Insentif Pajak dan Kebijakan Pemerintah
Penurunan penjualan BYD sebagian besar dikaitkan dengan berkurangnya insentif pajak dan kebijakan pemerintah yang sedang menyesuaikan skema tukar tambah kendaraan ramah lingkungan. Konsumen kini lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan membeli kendaraan listrik. Mereka cenderung menunggu kejelasan program serta model baru yang akan muncul sebelum melakukan pembelian.
Dengan bergesernya dinamika pasar domestik, posisi BYD sebagai penguasa pasar NEV di China harus menghadapi tantangan serius dari Geely dan Zeekr yang tengah menunjukkan tren peningkatan penjualan. Sementara itu, ekspansi BYD ke pasar global menjadi strategi penting untuk menjaga pertumbuhan penjualan.
Ringkasan Performa Penjualan NEV di China (Jan-Feb):
- BYD: 400.241 unit (turun 36% YoY)
- Geely: Mengirimkan 76.000 unit lebih banyak dari BYD
- Zeekr: Naik 84% YoY
- Nio: Naik 77% YoY
- Leapmotor: Naik 19% YoY (60.126 unit)
- EV Xiaomi: Naik 48% YoY (59.000 unit+)
Dengan lanskap pasar NEV yang makin dinamis, persaingan antarprodusen di China semakin ketat. Kondisi ini mendorong inovasi lebih cepat sekaligus memaksa para pemain utama untuk beradaptasi dengan strategi baru. Hal ini berdampak langsung pada pergeseran pangsa pasar dan perilaku konsumen domestik yang semakin selektif.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otodriver.com






