Li Auto Nyaris Untung di Tengah Penurunan Pengiriman Kendaraan, Strategi Baru Hadapi Persaingan Ketat dan Transisi EV

Li Auto berhasil mencatatkan laba bersih sebesar 20,2 juta yuan pada kuartal keempat 2025, meskipun harus menanggung kerugian operasional sebesar 442,6 juta yuan. Pendapatan total perusahaan merosot tajam hingga 35,0% menjadi 28,8 miliar yuan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan pendapatan ini masih berada dalam kisaran panduan perusahaan sebelumnya yaitu antara 26,5 miliar hingga 29,2 miliar yuan. Laba bersih kuartal keempat 2025 jauh menurun dibandingkan dengan laba bersih kuartal keempat 2024 yang mencapai 3,5 miliar yuan.

Penurunan Penjualan Kendaraan

Li Auto menghadapi tantangan besar dengan penurunan pengiriman kendaraan sebesar 31,19% secara tahunan. Kuartal terakhir 2025, pengiriman mencapai 109.194 unit, jauh menurun dari 158.696 unit pada kuartal yang sama tahun 2024.

Data pengiriman kendaraan Li Auto selama beberapa kuartal terakhir menunjukkan fluktuasi signifikan:

  1. Kuartal I 2025: 92.864 unit
  2. Kuartal II 2025: 111.074 unit
  3. Kuartal III 2025: 93.211 unit
  4. Kuartal IV 2025: 109.194 unit

Penurunan pengiriman ini menunjukan adanya tekanan kompetitif dan perubahan strategi perusahaan.

Margin dan Beban Operasi

Margin kendaraan Li Auto pada kuartal keempat tercatat sebesar 16,8%, turun dari 19,7% pada periode yang sama tahun sebelumnya, namun sedikit meningkat dari 15,5% pada kuartal sebelumnya. Peningkatan margin secara berurutan sebagian dipicu oleh selesainya penarikan produk Li Mega.

Namun, peluncuran model baru Li i6 dengan harga jual rata-rata yang lebih rendah menekan margin penjualan. Margin kotor perusahaan juga menurun menjadi 17,8%, dibandingkan dengan 20,3% kuartal keempat 2024 dan 16,3% kuartal ketiga 2025.

Pada sisi beban, Li Auto mengeluarkan biaya riset dan pengembangan sebesar 3,0 miliar yuan, meningkat 25,3% dibandingkan kuartal keempat 2024 dan naik 1,4% dari kuartal ketiga 2025. Sementara itu, beban penjualan, umum, dan administrasi (SG&A) turun 14,0% secara tahunan menjadi 2,6 miliar yuan, terutama karena pengurangan kompensasi karyawan.

Persaingan dan Strategi Ke Depan

Li Auto, yang sebelumnya menjadi pemimpin di antara startup kendaraan listrik di China, kini menghadapi kompetisi ketat dari rival-rival yang menyematkan baterai berkapasitas lebih besar pada model extended-range mereka. Sementara itu, lini model listrik murni i-series yang banyak dinantikan tidak menunjukkan kinerja pasar yang memuaskan.

Sebagai langkah mengatasi situasi ini, Li Auto tampaknya akan fokus kembali pada bisnis kendaraan extended-range, yang dianggap lebih pasti, pada tahun 2026. Panduan perusahaan untuk kuartal pertama 2026 menunjukkan ekspektasi pengiriman antara 85.000 hingga 90.000 unit, yang berarti penurunan 8,5% hingga 3,1% secara tahunan.

Pendapatan kuartal pertama diperkirakan berada di kisaran 20,4 miliar hingga 21,6 miliar yuan. Diperkirakan pengiriman pada bulan Maret 2026 berkisar antara 30.911 hingga 35.911 unit.

Posisi Keuangan dan Tantangan

Pada akhir Desember 2025, Li Auto melaporkan cadangan kas sebesar 101,2 miliar yuan. Posisi kas yang kuat ini diharapkan dapat membantu perusahaan bertahan di tengah kondisi industri yang menantang dan mengupayakan pemulihan profitabilitas.

Dengan tekanan penurunan pengiriman kendaraan dan margin menurun, fokus strategis dan manajemen biaya akan menjadi kunci kinerja Li Auto dalam beberapa kuartal mendatang. Penyesuaian model produk dan efisiensi operasional menjadi tantangan utama di tengah persaingan pasar kendaraan listrik yang semakin sengit.

Source: cnevpost.com

Berita Terkait

Back to top button