Menjelang musim mudik Lebaran 2026, pemerintah mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk memperlancar arus lalu lintas. Salah satu upaya utama adalah membuka 10 ruas jalan tol fungsional secara gratis untuk pemudik. Jalan tol fungsional ini belum beroperasi secara komersial, tetapi kondisinya sudah layak untuk dilalui guna mengurangi kepadatan dan kemacetan saat puncak mudik dan arus balik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, menyatakan bahwa ruas tol ini akan difungsikan sementara selama periode Lebaran. Ia menegaskan bahwa inisiatif ini menjadi langkah penting mengurai kemacetan sekaligus memberikan alternatif rute bagi para pengendara. Tol fungsional ini menjadi solusi tepat dalam situasi darurat agar arus kendaraan bisa lebih lancar dan aman.
Daftar 10 Ruas Tol Fungsional yang Dibuka Gratis untuk Mudik Lebaran 2026
Berikut daftar ruas jalan tol fungsional yang akan dibuka dan dapat dilintasi secara cuma-cuma oleh para pemudik selama Lebaran:
-
Kalimantan
- Tol Balikpapan – Ibu Kota Nusantara (IKN), sepanjang 52,37 km.
-
Sumatra
- Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 1, ruas Padang Tiji – Seulimeum, sepanjang 23,9 km.
- Tol Kayuagung – Tebing Tinggi – Parapat Seksi 4, ruas Sinaksak – Pematang Siantar, sepanjang 28 km.
- Tol Palembang – Betung Seksi 1 dan Seksi 2, ruas Kramasan – Musi Landas – Pangkalan Balai, sepanjang 53,6 km.
- Jawa
- Tol Serang – Panimbang Seksi 2, ruas Rangkasbitung – Cileles, sepanjang 24,17 km.
- Tol Bogor – Ciawi – Sukabumi (Bocimi) Seksi 3, ruas Parungkuda (Cibadak) – Akses Karangtengah, sepanjang 4,9 km.
- Tol Jakarta – Cikampek (Japek) 2 Selatan Seksi 3 hingga Seksi 6, sepanjang 52 km. Ruas ini hanya dibuka secara fungsional pada arus balik Lebaran.
- Tol Yogyakarta – Bawen Seksi 6, ruas Ambarawa – Bawen, sepanjang 4,85 km.
- Tol Yogyakarta – Solo (Joglo), ruas Prambanan – Purwomartani, sepanjang 11,48 km.
- Tol Probolinggo – Banyuwangi (Probowangi) Tahap 1, ruas Gending – Besuki, sepanjang 49,68 km.
Pembukaan ruas tol fungsional ini diharapkan bisa membantu mengalihkan sebagian besar kendaraan dari jalan nasional yang selama ini rentan terjadi macet. Meski belum penuh operasi komersial, keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan tetap dijaga oleh pengelola.
Teknologi dan Dukungan Operasional Selama Mudik
Jasa Marga memprediksi sekitar 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama. Untuk itu, mereka mengoptimalkan teknologi Jasa Marga Integrated Digital (JID) yang memiliki akurasi tinggi hingga 97 persen. Sistem ini membantu pengambilan keputusan secara cepat dan responsif dalam manajemen lalu lintas.
Selain itu, Jasa Marga menyiapkan layanan Call Center 133 sebagai pusat informasi dan pengaduan selama 24 jam. Nomor ini menggantikan 14080 dan diharapkan meningkatkan akses komunikasi pengguna jalan. Dalam mendukung kelancaran mudik, tersedia puluhan armada seperti kendaraan derek, ambulans, patroli jalan raya, dan mobile customer service yang siap siaga.
Pengelola juga memperhatikan faktor cuaca ekstrem dengan menyiapkan 71 tim siaga dan 209 unit pompa air. Penambahan rambu lalu lintas serta 18 ribu rubber cone dilakukan demi membantu pengaturan arus kendaraan lebih optimal. Keberadaan 43 posko kesehatan di rest area juga menjadi bagian dari layanan selama masa mudik.
Fokus Pemerintah dalam Mengurai Kemacetan
Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho menyebutkan lima klaster utama yang jadi perhatian selama operasi angkutan Lebaran. Kelima area itu adalah jalan tol, jalan arteri, pelabuhan penyeberangan, tempat ibadah, dan destinasi wisata. Penanganan di kelima klaster ini diharapkan bisa menjaga kelancaran dan keamanan perjalanan mudik.
Dengan membuka ruas tol fungsional gratis, pemerintah berupaya menjawab tantangan tingginya volume kendaraan di periode Lebaran. Strategi ini merupakan perpaduan antara pengembangan infrastruktur dan peningkatan layanan teknologi informasi. Tujuannya agar semua pemudik dapat menempuh perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Catatan penting bagi pengguna jalan adalah selalu memperhatikan informasi terbaru dari Jasa Marga dan instansi terkait. Pemanfaatan ruas tol fungsional ini hanya selama masa mudik dan arus balik, sehingga pemudik dapat merencanakan rute perjalanan dengan lebih matang. Kebijakan ini melengkapi berbagai kebijakan rekayasa lalu lintas lain seperti one way dan contra flow untuk mendukung mobilitas selama Lebaran 2026.
Source: www.zigwheels.co.id