PT Sokonindo Automobile, distributor resmi merek DFSK, menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi dalam Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) khususnya pada pengadaan kendaraan niaga. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh CEO perusahaan, Alexander Barus, yang menegaskan adanya tiga tahap yang harus dilalui dalam pelaksanaan program ini.
Tahap pertama yang harus dilakukan adalah melakukan need assessment atau penilaian kebutuhan. Menurut Alexander, tahap ini bertujuan untuk mengetahui secara pasti jenis kendaraan yang dibutuhkan koperasi desa, apakah benar memerlukan kendaraan dengan penggerak 4×2. Penilaian ini akan memastikan kendaraan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan fungsional koperasi, sehingga program dapat berjalan efektif dan tidak salah sasaran.
Selanjutnya, tahap kedua merupakan verifikasi kebutuhan teknis terutama terkait penggerak kendaraan. Penggunaan kendaraan dengan penggerak 4×4 harus dikaji secara mendalam untuk memastikan bahwa fitur ini memang diperlukan dalam kegiatan operasional koperasi di desa. Menurut Alexander, memastikan kecocokan kendaraan dengan kebutuhan lapangan sangat penting agar program KDKMP memberikan manfaat optimal sekaligus mencegah pemborosan sumber daya.
Tahap ketiga yang tidak kalah penting adalah menentukan jumlah unit kendaraan yang akan didistribusikan. Alexander menekankan bahwa pemerintah harus menetapkan jumlah kebutuhan yang jelas dan realistis guna menghindari kekurangan atau kelebihan distribusi. Dengan penetapan kuantitas yang tepat, alokasi anggaran akan lebih efisien serta program berjalan lancar sesuai target.
Setelah ketiga tahap tersebut selesai dan disepakati, barulah pelaku industri seperti DFSK dapat masuk ke tahap pembicaraan harga. DFSK optimis dapat menawarkan harga yang kompetitif asalkan permintaan kendaraan sesuai dengan produk yang mereka hasilkan. Alexander menjelaskan bahwa pihaknya tidak dapat memenuhi permintaan kendaraan yang tidak termasuk dalam lini produksi mereka.
Dalam mendukung program KDKMP, DFSK telah menyediakan berbagai jenis kendaraan niaga dari segmen konvensional hingga kendaraan berbasis baterai. Produk yang sudah diluncurkan termasuk DFSK Gelora E yang ramah lingkungan dan DFSK Super Cab yang mengisi segmen kendaraan niaga konvensional. Keberagaman lini produk ini memungkinkan DFSK memenuhi beragam kebutuhan koperasi desa dengan solusi kendaraan yang tepat guna dan efisien.
Tiga Tahap Kepastian dalam Program KDKMP
- Need assessment terhadap kebutuhan koperasi desa terkait jenis kendaraan.
- Verifikasi kebutuhan teknis penggerak kendaraan, apakah 4×2 atau 4×4.
- Penetapan jumlah unit kendaraan yang dibutuhkan oleh pemerintah.
Keseriusan DFSK dalam menyesuaikan produk dan layanan pada kebutuhan nyata koperasi menunjukkan komitmen mereka untuk mendukung kemajuan program KDKMP. Perusahaan tidak hanya berfokus pada sisi penjualan, tetapi juga ingin memastikan kendaraan yang digunakan dapat secara maksimal membantu aktivitas ekonomi koperasi di tingkat desa.
Dengan skema bertahap ini, program pengadaan kendaraan bagi koperasi desa diyakini dapat berjalan lebih terencana dan tepat sasaran. Langkah ini juga membuka peluang bagi pelaku industri otomotif dalam negeri seperti DFSK untuk berpartisipasi aktif secara konstruktif. Adanya kebutuhan yang jelas dan pendistribusian yang akurat diharapkan menjadi kunci sukses dalam merealisasikan program nasional ini.
DFSK berharap proses kolaborasi dengan pemerintah dan koperasi desa dapat berjalan lancar hingga tahap akhir. Penyesuaian produk sesuai permintaan akan menjadi prioritas agar kendaraan yang tersedia memberikan manfaat optimal bagi pengembangan ekonomi lokal di desa dan kelurahan. Inisiatif ini juga sejalan dengan tren kendaraan ramah lingkungan dan teknologi baru yang mulai diperkenalkan untuk kendaraan niaga di Indonesia.
