GIIAS 2026 Siap Panas, Mobil Listrik China Gempur AI dan Fitur Ekstrem, BMW Balas Jarak 805 Km

Author: Qoo Media

GIIAS 2026 diprediksi menjadi panggung penting bagi persaingan mobil listrik dan elektrifikasi premium di Indonesia. Sorotan utamanya bukan sekadar banyaknya model baru, tetapi benturan dua pendekatan besar: kemewahan dan rekayasa khas Eropa melawan agresivitas fitur canggih dari pabrikan Tiongkok.

Pameran yang digelar di ICE BSD City itu disebut melibatkan lebih dari 60 agen pemegang merek. Berbeda dari edisi sebelumnya, perhatian tahun ini mengarah pada kendaraan berbasis baterai, teknologi hybrid terbaru, serta ekspansi merek-merek asal Tiongkok ke segmen yang makin atas.

Perang fitur jadi daya tarik utama

Jika melihat bocoran model yang disiapkan, persaingan tidak hanya terjadi di soal tenaga dan desain. Pabrikan mulai saling menekan lewat kecerdasan buatan, sistem penggerak elektrifikasi berlapis, pembaruan perangkat lunak, sampai kemampuan mekanis yang sebelumnya jarang muncul di pasar arus utama.

Pabrikan Tiongkok tampil paling agresif dalam strategi ini. Mereka tidak lagi semata memburu pasar mobil terjangkau, tetapi masuk ke kelas premium, SUV cerdas, hingga kendaraan bergaya off-road dengan teknologi yang mencolok.

BYD misalnya menyiapkan langkah ganda lewat dua sub-merek berbeda. Denza B5 dibawa sebagai SUV Plug-in Hybrid Electric Vehicle yang memadukan performa mesin konvensional dengan karakter senyap motor listrik, sekaligus menawarkan interior mewah untuk konsumen kelas eksekutif.

Di sisi yang lebih ekstrem, Yangwang U8 mencuri perhatian lewat format Extended Range Electric Vehicle. Mesin bensinnya berfungsi sebagai generator pengisi baterai, sementara fitur seperti tank turn dan kemampuan mengapung dalam kondisi darurat banjir menjadi pembeda yang sulit diabaikan.

Leapmotor B10 juga masuk dalam radar sebagai penantang di kelas SUV ringkas. Didukung jaringan distribusi besar Indomobil, model global ini menonjolkan desain bodi aerodinamis dan efisiensi baterai untuk penggunaan harian di area perkotaan.

Great Wall Motor membawa pendekatan berbeda melalui Tank 500 Diesel Black Warrior Edition. Meski bukan mobil listrik murni, kehadirannya menunjukkan bahwa arena GIIAS 2026 juga akan diisi persaingan teknologi lintas segmen, termasuk SUV tangguh dengan detail premium.

Model ini tampil dengan tema serba hitam pada gril, velg 20 inci, dan roof rail. GWM melengkapinya dengan mesin turbodiesel 2.400cc bertenaga 480 Nm, diferensial terkunci tiga lapis, kursi pijat berpendingin, serta 12 speaker premium dengan fitur peredam suara aktif.

Chery Group dan XPeng dorong teknologi lebih jauh

Persaingan dari Tiongkok tidak berhenti pada BYD dan GWM. Chery Group juga memperluas serangan melalui beberapa nama sekaligus, dari mobil petualang hingga SUV premium dengan sistem hybrid berdaya besar.

iCar V27 Golden REEV hadir sebagai sub-merek Chery yang berfokus pada kendaraan petualangan. SUV bergaya bodi kotak ini mengusung sistem range extended untuk memberi daya jelajah lebih panjang dengan emisi rendah, terutama untuk kebutuhan luar ruang.

Di lini premium, Jaecoo J8 SHS-P menjadi salah satu model yang patut diperhatikan. SUV besar ini memakai Super Hybrid System dan disebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 530 hp sambil tetap menjaga efisiensi bahan bakar.

Jaecoo J5 EV diposisikan berbeda. Model ini masuk ke segmen SUV listrik kompak dengan fokus pada efisiensi energi untuk pemakaian sehari-hari serta desain yang ditujukan untuk menarik konsumen urban.

XPeng GX membawa senjata yang lebih digital. SUV listrik ini diklaim mengandalkan AI untuk sistem kendali mandiri yang dapat membaca dan menyesuaikan karakter sasis dengan kondisi permukaan jalan secara akurat.

Keunggulan lain XPeng GX ada pada pendekatan software. Interior modern dipadukan dengan kemampuan pembaruan perangkat lunak, sebuah formula yang membuat merek Tiongkok makin percaya diri menantang pemain premium mapan dari Eropa.

BMW siapkan jawaban dari kubu Eropa

Dari kubu Eropa, respons paling kuat datang dari BMW melalui iX3 generasi terbaru. Model ini penting karena dibangun di atas platform Neue Klasse, arsitektur listrik murni yang disiapkan BMW untuk masa depan portofolio EV mereka.

BMW menaruh fokus pada kombinasi desain, efisiensi, dan pengalaman digital khas premium. iX3 tampil dengan illuminated grille khas pabrikan Munich dan bodi yang sangat aerodinamis untuk membantu menekan hambatan angin.

Perubahan besar juga terjadi di dalam kabin. Sistem BMW Panoramic iDrive disiapkan untuk menampilkan informasi berkendara secara interaktif di kaca depan, menegaskan bahwa perang teknologi tidak hanya berlangsung di sisi pabrikan Asia.

Dari sisi performa, iX3 disebut mampu menghasilkan tenaga hingga 463 hp. Jarak tempuhnya juga diklaim dapat mencapai 805 kilometer dalam sekali isi daya penuh berdasarkan pengujian WLTP.

Bocoran daftar model ini menunjukkan arah baru pasar otomotif Indonesia. Konsumen yang datang ke GIIAS 2026 tampaknya tidak lagi hanya disodori pilihan antara mobil konvensional dan elektrifikasi, melainkan juga pertarungan filosofi: software dan fitur ekstrem dari Tiongkok melawan kematangan platform listrik premium dari Eropa.

Terbaru