Waspada Aquaplaning Saat Mudik Musim Hujan, Kendali Hilang Bisa Berujung Maut Jika Salah Langkah!

Musim hujan saat arus mudik meningkat menjadi waktu yang rawan bagi pengemudi. Salah satu bahaya yang perlu diwaspadai adalah aquaplaning, yaitu saat ban kehilangan daya cengkeram karena lapisan air yang cukup tebal di jalan. Kondisi ini menyebabkan kendaraan seolah melayang dan pengemudi kehilangan kendali.

Aquaplaning bisa berakibat fatal, terutama di jalan tol dengan kecepatan tinggi. Data dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) menunjukkan bahwa kesalahan pengemudi dalam mengantisipasi aquaplaning menjadi salah satu penyebab utama kecelakaan saat hujan deras. Oleh karena itu, pemahaman dan kewaspadaan adalah kunci utama menghindari risiko ini.

Apa Itu Aquaplaning?

Aquaplaning terjadi saat lapisan air di permukaan jalan cukup tebal sehingga ban kendaraan tidak bisa mengeluarkan air secara efektif. Akibatnya, ban kehilangan kontak dengan aspal dan kendaraan meluncur di atas air. Kondisi ini menghilangkan traksi dan membuat pengemudi sulit mengendalikan laju mobil.

Menurut Sony Susmana, Director Training SDCI, aquaplaning tidak boleh dianggap remeh karena dampaknya bisa sangat berbahaya. Pengemudi yang tidak tahu cara benar menghadapi kondisi ini berpotensi mengalami kecelakaan serius.

Larangan dan Tindakan yang Harus Dihindari Saat Aquaplaning

Sony Susmana mengingatkan beberapa tindakan yang justru memperparah kondisi saat aquaplaning terjadi. Berikut tindakan yang wajib dihindari dan yang harus dilakukan:

  1. Jangan menyalakan lampu hazard saat hujan deras dan jalanan licin. Lampu hazard hanya digunakan saat kondisi darurat dan kendaraan berhenti. Lampu hazard menyulitkan pengemudi di belakang mengenali sinyal sein.
  2. Kurangi kecepatan dan segera pindah ke lajur lambat untuk menghindari kendaraan lain.
  3. Jangan mengerem secara tiba-tiba. Lepaskan kaki dari pedal gas dan tahan kemudi lurus.
  4. Tetap pegang kemudi dengan mantap agar mobil tidak berputar dan laju tetap stabil.
  5. Nyalakan lampu utama bila jarak pandang terbatas, bukan lampu hazard.

Tindakan yang benar akan membantu mobil kembali mendapatkan kendali dan mengurangi risiko kecelakaan.

Mengatasi Understeer dan Oversteer Akibat Aquaplaning

Saat kendaraan kehilangan traksi, ada dua kondisi licin yang bisa dialami yakni understeer dan oversteer. Penanganannya berbeda sesuai roda yang selip.

  • Understeer (selip roda depan): Mobil meluncur lurus walaupun setir sudah dibelokkan. Solusinya adalah memutar setir secara perlahan ke arah yang diinginkan agar mobil dapat kembali ke jalur yang benar.
  • Oversteer (selip roda belakang): Bagian belakang mobil bergeser ke samping. Pengemudi harus memutar setir mengikuti arah pergeseran ini secara halus agar tidak kehilangan kontrol dan mobil tetap stabil.

Pengemudi disarankan jangan membanting setir secara mendadak sebab justru dapat menyebabkan mobil berputar dan kecelakaan lebih parah.

Persiapan Ban Sebagai Kunci Keselamatan

Ban merupakan komponen krusial yang menentukan apakah mobil dapat melaju aman di jalan basah. Pastikan ban memiliki pola kembangan atau ulir yang masih baik dan tidak botak. Ulir berfungsi mengalirkan air keluar agar kontak antara ban dan aspal tak hilang.

Tekanan angin pada ban juga harus sesuai rekomendasi pabrik mobil. Informasi tekanan ideal biasanya tercantum pada pintu mobil (door trim) atau buku manual. Ban yang kurang atau terlalu penuh angin bisa mempengaruhi daya cengkeram dan meningkatkan risiko selip.

Tips Tambahan Saat Berkendara di Musim Hujan

Jika hujan deras dan jarak pandang sangat terbatas, berhenti di tempat aman lebih bijak. Memaksakan perjalanan dalam kondisi cuaca buruk dapat menimbulkan risiko tinggi kecelakaan.

Pengemudi juga dianjurkan mengurangi kecepatan lebih awal ketika memasuki kawasan rawan genangan atau berpotensi aquaplaning. Peningkatan kewaspadaan dan penerapan teknik berkendara defensif bisa menyelamatkan nyawa.

Pemahaman tentang bahaya aquaplaning dan tindakan yang tepat sudah menjadi keharusan terutama di musim hujan saat mobil dipadati pemudik. Keselamatan selama perjalanan mudik akan lebih terjamin jika pengemudi dapat mengenali gejala aquaplaning dan mampu mengatasinya secara benar sesuai prosedur pengamanan.

Source: carvaganza.com

Terkait