Harga BBM di Indonesia mengalami penyesuaian sejak awal bulan, khususnya pada jenis bahan bakar non-subsidi. Kondisi ini dipicu oleh meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang libur panjang yang mendongkrak kebutuhan bahan bakar kendaraan pribadi. Per 17 Maret, harga terbaru BBM dapat menjadi referensi penting bagi pengguna kendaraan sebelum beraktivitas atau melakukan perjalanan jauh.
Penyesuaian harga tersebut berlaku di berbagai SPBU besar seperti Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. Semua menyelaraskan tarifnya mengikuti kebijakan yang berubah sejak 1 Maret. Sementara itu, BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar masih mempertahankan harga lama tanpa perubahan.
Harga BBM Pertamina
PT Pertamina menaikkan harga untuk produk non-subsidi dengan kenaikan antara Rp200 sampai Rp950 per liter. Namun, Pertalite (RON 90) masih dipatok di Rp10.000 per liter dan Biosolar (CN 48) di Rp6.800 per liter. Berikut harga lengkap BBM Pertamina di wilayah Jawa:
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Biosolar: Rp6.800 per liter
- Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
- Pertamax Green 95 (RON 95): Rp12.900 per liter
- Dexlite (CN 51): Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex (CN 53): Rp14.500 per liter
Harga BBM Shell
Shell Indonesia juga melakukan penyesuaian harga dengan kenaikan Rp220 hingga Rp1.020 per liter. Berikut harga lengkap untuk produk BBM Shell:
- Shell Super (RON 92): Rp12.390 per liter
- Shell V-Power (RON 95): Rp12.500 per liter
- Shell V-Power Nitro+ (RON 98): Rp12.720 per liter
- Shell V-Power Diesel (CN 51): Rp14.620 per liter
Harga BBM BP
Jaringan SPBU BP-AKR mengalami kenaikan harga mulai Rp340 sampai Rp1.020 per liter. Harga terbaru BBM BP sebagai berikut:
- BP 92 (RON 92): Rp12.390 per liter
- BP Ultimate (RON 95): Rp12.500 per liter
- BP Ultimate Diesel (CN 53): Rp14.620 per liter
Harga BBM Vivo
Vivo Energy Indonesia juga mengikuti tren dengan kenaikan antara Rp340 hingga Rp1.000 per liter. Berikut daftar harga BBM Vivo:
- Revvo 92 (RON 92): Rp12.390 per liter
- Revvo 95 (RON 95): Rp12.930 per liter
- Diesel Primus Plus (CN 51): Rp14.610 per liter
Harga BBM Pertamina di Seluruh Wilayah Indonesia
Penyesuaian harga BBM non-subsidi dari Pertamina berbeda antar wilayah, namun Pertalite dan Biosolar tetap stabil di angka Rp10.000 dan Rp6.800 per liter. Berikut gambaran harga di beberapa wilayah utama:
-
Sumatera (Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, Lampung):
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600–Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.350–Rp13.650
Biosolar: Rp6.800
Dexlite/Pertamina Dex: mulai Rp14.500 sampai Rp15.100 -
Jawa & Bali (Jakarta, Banten, Jabar, Jateng, DIY, Jatim, Bali, NTB, NTT):
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.300–Rp12.600
Pertamax Turbo: Rp13.100–Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite/Pertamina Dex: sekitar Rp14.200 sampai Rp14.800 -
Kalimantan:
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600–Rp12.900
Pertamax Turbo: Rp13.350–Rp13.650
Biosolar: Rp6.800
Dexlite/Pertamina Dex: Rp14.500–Rp15.100 - Sulawesi dan Maluku-Papua:
Pertalite: Rp10.000
Pertamax: Rp12.600
Pertamax Turbo (khusus Sulawesi & Papua): Rp13.350
Biosolar: Rp6.800
Dexlite: Rp14.500
Pertamina Dex (Beberapa wilayah Papua): Rp14.800
Ketersediaan BBM di seluruh wilayah tercatat stabil dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat. Penetapan harga ini juga mempertimbangkan situasi distribusi dan kondisi pasar global agar pasokan tetap lancar menjelang periode libur panjang.
Dengan informasi harga BBM terbaru dari berbagai merek dan wilayah, konsumen dapat lebih mudah merencanakan pengeluaran dan perjalanan. Penyesuaian harga di tingkat non-subsidi diharapkan mendorong pemanfaatan bahan bakar yang lebih efisien tanpa mengubah harga BBM subsidi yang sebagian besar digunakan oleh kendaraan sehari-hari masyarakat. Monitoring perkembangan harga BBM akan terus diperlukan guna menjaga kestabilan dan transparansi di pasar energi nasional.
