
Mercedes-Benz akan segera menghadirkan sedan listrik terbaru dari keluarga C-Class EQ yang ditujukan untuk bersaing dengan BMW i3. Model baru ini tidak menggantikan versi mesin pembakaran, melainkan hadir sebagai opsi listrik yang berdampingan. Dengan teknologi dan penggerak yang serupa dengan SUV GLC EQ, sedan ini menawarkan kemampuan jelajah jarak jauh dan pengisian daya cepat.
Secara desain, C-Class EQ memiliki tampilan depan berbeda dari versi mesin bakar. Gril depan yang diterangi ratusan LED mirip dengan GLC EQ memberikan tampilan khas. Meski desain gril besar masih menjadi perdebatan, kehadiran visual ini membuat sedan listrik ini tampil beda di jalan raya. Pada bagian belakang, C-Class EQ memperlihatkan garis atap yang lebih landai dengan jendela belakang yang lebih curam, memberikan kesan aerodinamis yang lebih baik.
Desain dan Dimensi
Perbedaan mencolok lainnya adalah siluet yang cenderung lebih konvensional dibandingkan dengan EQS dan EQE. Mercedes tampak mengadopsi desain yang sedikit lebih tradisional dengan kap mesin yang lebih panjang dan posisi jok yang lebih rendah. Hal ini berimbas pada ruang kabin yang lebih lapang berkat jarak sumbu roda yang lebih panjang dan tapak roda yang lebih lebar.
Platform dan Teknologi
Model ini dibangun di atas arsitektur MB.EA, yang juga dipakai oleh GLC EQ. Platform ini mendukung teknologi 800-volt dan kemungkinan akan dilengkapi transmisi dua percepatan untuk meningkatkan efisiensi dan performa. Ada juga kemungkinan penggunaan sistem kemudi roda belakang dan suspensi udara adaptif yang sebelumnya ditemukan pada model Mercedes kelas atas.
Performa dan Jarak Tempuh
Detail lengkap mengenai mesin belum diumumkan, tetapi diperkirakan menggunakan paket baterai berkapasitas antara 64 kWh hingga 94 kWh. Salah satu varian yang akan diluncurkan adalah C 400 4MATIC Electric dengan kemampuan jarak tempuh hingga 724 km berdasarkan siklus WLTP. Meski jarak ini lebih pendek dibanding BMW i3 yang mencapai 900 km, namun tetap menempatkan Mercedes dalam jajaran kendaraan listrik berjangka jauh.
Pengisian daya cepat mendukung peak DC rate hingga 330 kW, cukup kompetitif untuk penggunaan sehari-hari walaupun belum mampu menyaingi batas 400 kW pada i3. Dengan konfigurasi motor ganda yang menghasilkan daya sekitar 482 hp dan torsi 800 Nm, sedan ini mengusung penggerak all-wheel drive. Mercedes mengklaim akselerasi 0-100 km/jam dapat dicapai dalam waktu kurang dari 4,5 detik.
Harga dan Peluncuran
Estimasi harga kendaraan ini akan berada di kisaran $50.000 sampai $60.000. Peluncuran pasar direncanakan pada akhir tahun 2026. Kehadiran sedan listrik ini menunjukkan usaha Mercedes untuk menyediakan kendaraan yang tidak hanya mewah dan berteknologi tinggi, tetapi juga fungsional dan efisien untuk penggunaan sehari-hari.
Fitur dan Keunggulan
- Desain aerodinamis dengan jendela belakang curam.
- Platform MB.EA dengan teknologi 800-volt.
- Transmisi dua percepatan untuk performa dan efisiensi.
- Suspensi udara adaptif dan kemudi roda belakang.
- Jarak tempuh hingga 724 km menurut WLTP.
- Pengisian cepat dengan peak rate 330 kW.
- Akselerasi 0-100 km/jam di bawah 4,5 detik.
- Harga kompetitif untuk segmen sedan mewah listrik.
Mercedes-Benz C-Class EQ tampil sebagai pilihan menarik di pasar sedan listrik premium dengan pendekatan yang lebih "normal," berbeda dengan desain futuristik yang sedikit eksperimental dari pendahulunya. Sedangkan BMW i3 menawarkan jarak tempuh lebih jauh dan pengisian yang lebih cepat, Mercedes memberikan pengalaman berkendara yang menggabungkan kenyamanan khas merek tersebut dengan teknologi modern.
Kedua model akan bersaing sengit nantinya, menjadi alternatif bagi konsumen yang mencari sedan listrik premium dengan keunggulan masing-masing. Sedan listrik Mercedes C-Class EQ ini diprediksi akan menarik perhatian konsumen yang menginginkan mobil listrik mewah dengan daya jelajah dan performa seimbang. Dengan berbagai teknologi dan fitur terbaru, kendaraan ini turut memperkuat posisi Mercedes di industri otomotif listrik yang semakin kompetitif.
Source: www.carscoops.com








