Honda Super One Sudah Dibuka Pesanannya, Tapi Honda Bilang Belum Resmi

Honda Super One kembali jadi sorotan setelah pemesanan awalnya disebut mulai dibuka oleh tenaga penjual di Indonesia, meski Honda Prospect Motor belum meresmikan penjualan tersebut. Di sisi lain, mobil listrik mungil ini sudah dijual di Jepang dengan harga sekitar Rp 300 juta, sehingga wajar jika banyak konsumen menunggu kepastian soal banderol dan jadwal hadirnya di pasar lokal.

Kabar yang paling menarik justru ada pada potensi waktu pesan yang disebut mengarah ke Juni 2026. Namun hingga kini, Honda belum mengumumkan peluncuran resmi untuk Indonesia, sehingga informasi pemesanan yang beredar masih belum bisa dianggap sebagai pembukaan resmi dari prinsipal.

Pemesanan sudah muncul, tapi belum resmi

Honda Prospect Motor menegaskan bahwa pemesanan Super One belum dibuka secara resmi. Jika ada booking lebih awal, hal itu dilakukan secara tidak resmi oleh tenaga penjual, dan perusahaan tidak mengambil tindakan untuk menghentikannya.

Meski begitu, Honda juga tidak menampik bahwa Super One memang disiapkan sebagai mobil listrik baru mereka. Detail peluncurannya masih ditahan, dan perusahaan baru akan mengumumkannya ketika waktunya tepat.

Target pasar mobil listrik murah

Super One dipandang cocok untuk mengisi celah pasar mobil listrik mungil yang masih ramai diburu konsumen. Segmen ini dikenal menarik karena harga yang relatif lebih terjangkau dan ukuran mobil yang mudah diparkir di area sempit.

Di Indonesia, model seperti BYD Atto 1 sudah lebih dulu menunjukkan daya tarik besar di segmen tersebut. Kondisi itu membuat Honda punya alasan kuat untuk menyiapkan lawan baru yang lebih kecil dan lebih murah dibanding SUV listriknya saat ini.

Posisi Honda di pasar BEV Indonesia

Saat ini, Honda baru memiliki satu model BEV di Indonesia, yaitu e:N1. Namun model itu tidak dijual seperti mobil biasa karena hanya tersedia sebagai mobil sewaan.

Kalaupun dijual, harga e:N1 disebut bisa menembus lebih dari Rp 1 miliar. Banderol itu membuatnya jauh dari kategori mobil listrik terjangkau, apalagi jika dibandingkan dengan HR-V e:HEV yang harganya berada di level berbeda.

Mengapa Super One lebih masuk akal

Karakter Super One dinilai lebih cocok untuk pasar Indonesia karena berpotensi dibanderol lebih rendah daripada e:N1. Dengan ukuran yang kompak, model ini juga lebih pas untuk konsumen perkotaan yang membutuhkan mobil listrik praktis.

Namun ada konsekuensinya, terutama soal jarak tempuh yang umumnya lebih pendek dibanding BEV lain. Meski begitu, Honda tampaknya melihat peluang besar jika Super One bisa masuk ke segmen yang selama ini dikuasai model-model China.

Persaingan dengan BYD dan rencana lain Honda

Tantangan terbesar ada pada dominasi rival sekelasnya, terutama BYD yang sudah memegang pangsa pasar mobil listrik tertinggi di Indonesia. Atto 1 juga disebut sudah sangat kuat di pasar, sehingga Honda harus datang dengan strategi yang tepat bila ingin merebut perhatian konsumen.

Di luar Super One, Honda juga menyiapkan 0 Alpha untuk pasar Indonesia. Bedanya, model itu akan didatangkan dari India, dan saat ini masih menunggu model produksi massalnya dijual di negara tersebut.

Rangkaian langkah ini menunjukkan Honda mulai serius menatap pasar mobil listrik murah di Indonesia. Jika Super One benar-benar masuk lebih cepat, model ini bisa menjadi senjata awal Honda untuk bersaing langsung dengan merek asal China di segmen yang sedang tumbuh cepat.

Source: ridertua.com

Berita Terkait

Back to top button