Penjualan mobil listrik di Indonesia kembali naik pada Februari. Data wholesales Gaikindo menunjukkan distribusi dari pabrik ke dealer mencapai 12.272 unit, atau melonjak hampir 20 persen dibanding Januari yang tercatat 10.236 unit.
Kenaikan ini menandakan permintaan pasar masih kuat. Pada saat yang sama, daftar mobil listrik terlaris juga memperlihatkan dominasi merek asal China yang makin tegas di berbagai segmen, dari SUV kompak hingga MPV premium.
Pasar mobil listrik kembali memanas
Lonjakan distribusi pada Februari memperlihatkan bahwa persaingan tidak lagi hanya terjadi di segmen pemain lama. Merek baru mulai masuk cepat ke papan atas dan langsung merebut perhatian konsumen.
BYD Atto 1 menjadi model dengan distribusi tertinggi. Mobil listrik ini membukukan 3.700 unit dan unggul jauh dari pesaing terdekatnya.
Posisi kedua ditempati Jaecoo J5 dengan 2.926 unit. Capaian ini cukup mencolok karena Jaecoo tergolong pendatang baru, tetapi langsung menembus jajaran teratas pasar nasional.
Wuling Darion EV melengkapi tiga besar dengan 1.019 unit. Hasil itu menunjukkan MPV listrik masih punya daya tarik kuat, terutama bagi konsumen yang membutuhkan kabin lega dan fungsi keluarga.
Daftar 10 mobil listrik terlaris
Berikut daftar 10 mobil listrik terlaris berdasarkan data wholesales Gaikindo pada Februari:
- BYD Atto 1: 3.700 unit
- Jaecoo J5: 2.926 unit
- Wuling Darion EV: 1.019 unit
- Geely EX2: 776 unit
- BYD M6: 523 unit
- AION UT: 407 unit
- Sealion 7: 343 unit
- Geely EX5: 335 unit
- Aion V: 332 unit
- Denza D9: 270 unit
Daftar ini menunjukkan sebaran produk yang semakin beragam. Tidak hanya city car atau SUV ringkas, pasar juga mulai diisi model MPV dan kendaraan berorientasi premium.
Dominasi merek China makin jelas
Hampir seluruh model dalam 10 besar berasal dari grup merek China. Kondisi ini mencerminkan agresivitas produsen China dalam membaca kebutuhan pasar Indonesia, baik dari sisi produk, fitur, maupun strategi distribusi.
BYD menempatkan dua model sekaligus di lima besar, yaitu Atto 1 dan M6. Geely juga tampil menonjol lewat EX2 dan EX5, sedangkan AION menaruh dua nama dalam 10 besar lewat UT dan Aion V.
Denza D9 yang bermain di kelas premium juga berhasil masuk daftar. Kehadiran model seperti ini memperlihatkan bahwa konsumen mobil listrik di Indonesia tidak lagi terkonsentrasi pada satu level harga atau satu jenis kebutuhan.
Peta persaingan berubah cepat
Salah satu sorotan utama dalam data bulan ini adalah perubahan komposisi pemain teratas. Jaecoo J5 langsung melesat ke posisi kedua, sementara beberapa nama yang sebelumnya kuat justru tergeser.
Chery J6, termasuk varian J6T, menjadi contoh paling jelas. Model ini hanya mencatat wholesales 115 unit dan harus keluar dari daftar 10 besar, padahal sebelumnya sempat menjadi salah satu nama yang diperhitungkan di pasar mobil listrik nasional.
Perubahan cepat ini menunjukkan pasar sedang berada dalam fase ekspansi sekaligus seleksi ketat. Model yang relevan dengan kebutuhan konsumen dapat langsung naik, tetapi persaingan yang padat juga membuat posisi pemain lain mudah tergeser.
Pilihan konsumen makin luas
Masuknya Geely EX2, Geely EX5, hingga Denza D9 memperlihatkan pasar mobil listrik Indonesia kini tidak lagi sempit. Konsumen memiliki lebih banyak opsi berdasarkan ukuran kendaraan, karakter penggunaan, dan kelas produk yang diinginkan.
Di segmen keluarga, Wuling Darion EV dan BYD M6 menunjukkan bahwa MPV listrik mulai mendapat tempat. Di sisi lain, model seperti Atto 1, Jaecoo J5, dan EX2 menegaskan kuatnya minat pada kendaraan listrik berformat SUV dan crossover.
Jika tren distribusi ini berlanjut, persaingan pada bulan-bulan berikutnya diperkirakan akan semakin tajam. Kenaikan penjualan wholesales menjadi sinyal bahwa pasar mobil listrik Indonesia sedang tumbuh, dengan kompetisi yang kini ditentukan bukan hanya oleh nama merek, tetapi juga oleh kecepatan menghadirkan produk yang sesuai kebutuhan pembeli.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: oto.detik.com