BYD Atto 3 mendapat pembaruan besar yang mengubah wajah dan karakter SUV listrik kompak ini. Dimensi bodi diperbesar dan kini menggunakan platform penggerak roda belakang (RWD), menandai langkah signifikan dari model sebelumnya yang berpenggerak roda depan.
Pembaruan ini terlihat dari pengajuan dokumen homologasi terbaru yang diungkap Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) China. Versi baru Atto 3 hadir dalam dua varian tenaga dengan motor listrik tunggal di bagian belakang. Tenaganya mencapai 200 kW (271 PS) dan 240 kW (326 PS), menggunakan motor permanent magnet synchronous dengan kode TZ200XSBR buatan Zhengzhou BYD Auto.
Sumber energi utama tetap berasal dari baterai lithium iron phosphate (LFP), yang diproduksi oleh divisi FinDreams BYD. Perakitan dilakukan di pabrik Changsha. Kecepatan maksimum kendaraan ini mencapai 190 km/jam, mengindikasikan performa yang kompetitif di kelasnya.
Dimensi Lebih Besar dan Desain Baru
Secara fisik, BYD Atto 3 model terbaru memiliki panjang 4.665 mm, lebar 1.895 mm, dan tinggi 1.675 mm. Wheelbase-nya membentang sejauh 2.770 mm dengan bobot kosong 1.690 kg dan berat kendaraan total hingga 2.115 kg. Perubahan ini memberi kesan SUV lebih berisi dan kokoh, juga membuka kemungkinan konfigurasi tujuh penumpang.
Desain depan mendapatkan sentuhan baru dengan grille bergaya panel berwarna silver dan lampu utama yang lebih tajam. Bumper bawah berubah, menampilkan bukaan pendingin vertikal dan intake tengah berbentuk trapesium. Pilihan pelek kini tersedia dalam ukuran 18 hingga 19 inci, dipadukan dengan handle pintu semi tersembunyi dan opsi kombinasi warna two-tone.
Bagian belakang juga mengalami penyegaran signifikan. Lampu belakang dirancang menyatu dalam panel memanjang dengan high-mounted brake light model split serta wiper kaca belakang. Detail ini menambah kesan modern sekaligus fungsional pada tampilan eksterior.
Fitur Keselamatan dan Teknologi Berkendara
Selain ubahan fisik dan performa, Atto 3 juga memperluas fitur bantuan berkendara. Dokumen MIIT mencatat hadirnya sensor lidar di atap, radar depan, serta kamera tambahan di fender. Meski belum jelas platform komputasi apa yang digunakan, adanya sistem tersebut menandai peningkatan dalam aspek keselamatan dan pengendalian otonom.
Dalam catatan lain, BYD Atto 3 pernah menjadi perhatian global usai sebuah unit terkena dampak serangan rudal balistik di Yerusalem. Kendaraan ini selamat tanpa kebakaran baterai, sementara penumpang dilaporkan hanya luka ringan hingga sedang. Insiden tersebut memperkuat kepercayaan terhadap ketahanan struktur dan keamanan baterai BYD.
Strategi Pasar dan Persaingan
Segmen SUV listrik kompak di pasar China sangat kompetitif dengan pemain seperti Tesla Model Y, Geely Galaxy E5, dan GAC Aion Y. Namun, Atto 3 memiliki keunggulan yang tidak sedikit. Rekam jejak ekspor yang luas ke Eropa, Asia Tenggara, dan Australia termasuk pasar Indonesia memberikan posisi kuat produk ini.
Pergeseran ke penggerak roda belakang dinilai sejalan dengan strategi BYD yang mulai mengembangkan platform baru untuk meningkatkan performa dan efisiensi. Model facelift ini juga disebut-sebut akan mengusung teknologi baterai Blade Battery generasi kedua. Versi ini diklaim mampu melakukan pengisian daya super cepat, dari 10 persen hingga 70 persen hanya dalam lima menit, meski belum dikonfirmasi resmi oleh BYD.
Persiapan Peluncuran dan Harapan Pasar
Atto 3 terbaru kini tengah memasuki tahap homologasi di China, sebuah proses yang biasanya mendahului peluncuran resmi. Beberapa laporan menyatakan bahwa pre-order model ini dapat mulai dibuka pertengahan tahun. Meski demikian, BYD belum memberikan pengumuman resmi terkait hal tersebut.
Model terbaru ini juga meneruskan tren dari Atto 3 Evo yang diperkenalkan sebelumnya dengan teknologi 800-volt architecture dan opsi penggerak semua roda, menandakan komitmen BYD untuk terus menyuguhkan inovasi dan performa tinggi pada produk mereka.
Dengan berbagai perubahan signifikan dari sisi dimensi, platform penggerak, hingga teknologi baterai dan fitur keselamatan, BYD Atto 3 versi terbaru diharapkan mampu semakin kompetitif di pasar SUV listrik global. Pembaruan ini memberikan indikasi bahwa BYD serius mempersiapkan line-up kendaraan listriknya untuk menjawab kebutuhan masa depan industri otomotif ramah lingkungan.
Source: www.oto.com