Feds Memperluas Investigasi Tesla FSD, Sistem Gagal Kenali Bahaya Saat Visibilitas Menurun

Pemerintah Amerika Serikat melalui National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) memperketat penyelidikan terhadap sistem Full Self-Driving (FSD) milik Tesla. Fokus utama pengawasan ini adalah bagaimana sistem FSD menghadapi kondisi visibilitas yang buruk di jalan raya. Perluasan investigasi ini membawa potensi penarikan kembali (recall) yang dapat menjangkau lebih dari 3,2 juta unit kendaraan Tesla di seluruh Amerika Serikat.

Awalnya, pada Oktober, NHTSA melakukan evaluasi awal untuk menilai kemampuan FSD dalam mendeteksi dan merespons kondisi jalan yang tidak ideal akibat visibilitas yang menurun. Kini, evaluasi ini dinaikkan menjadi analisis rekayasa, untuk lebih mendalam meneliti perilaku sistem berbasis kamera tersebut dalam kondisi cuaca atau jalan yang menantang. Analisis ini juga menilai apakah sistem dapat memberikan peringatan dini kepada pengemudi supaya bisa bereaksi tepat waktu.

Gangguan Sistem FSD Terhadap Visibilitas

Tesla sudah mengembangkan sistem pendeteksi degradasi setelah beralih sepenuhnya ke teknologi berbasis kamera pada pertengahan 2021, meninggalkan radar dan sensor lainnya. Namun, pada Juni lalu, perusahaan mulai mengerjakan pembaruan guna memperbaiki sistem ini. Penanganan tersebut dilakukan menyusul laporan kecelakaan fatal yang melibatkan kendaraan Tesla pada akhir November tahun lalu.

Menurut data NHTSA, sistem FSD ternyata rentan terhadap gangguan visibilitas yang umum terjadi di jalan, misalnya dalam kondisi hujan. Dalam penyelidikan awal, ditemukan bahwa dari sembilan insiden yang dianalisis oleh Office of Defects Investigation (ODI), tiga di antaranya diduga terkait dengan kegagalan sistem dalam mendeteksi kondisi jalan yang menganggu kinerja kamera. Sistem tidak memberikan peringatan secara memadai sebelum kecelakaan terjadi.

Temuan Kecelakaan dan Kekurangan Sistem

Laporan investigasi menyatakan bahwa sistem FSD gagal mengenali kondisi jalan yang biasa memengaruhi visibilitas kamera, seperti kabut, hujan deras, dan pantulan cahaya. Bahkan, FSD tidak serta-merta memberi peringatan ketika kinerja kamera mulai menurun, dan reaksi muncul baru saat waktu tabrakan sudah sangat dekat. Ada juga kasus di mana sistem kehilangan jejak kendaraan di depan atau sama sekali tidak mendeteksi objek tersebut.

Selain itu, NHTSA mencatat bahwa Tesla mengakui adanya keterbatasan dalam pemrosesan data internal dan pelabelan video, sehingga analisis menyeluruh terhadap seluruh kejadian kecelakaan dengan FSD aktif belum bisa dilakukan secara konsisten. Hal ini membuka kemungkinan adanya kasus kecelakaan yang belum terlaporkan atau teridentifikasi dengan tepat.

Jenis Kendaraan yang Terlibat dalam Penyelidikan

Penyelidikan ini mencakup sekitar 3.203.754 unit Tesla yang dilengkapi dengan Full Self-Driving, meliputi:

  1. Model S dan Model X yang diproduksi antara 2016 hingga 2026
  2. Model 3 produksi 2017 hingga 2026
  3. Model Y keluaran 2020 hingga 2026
  4. Cybertruck produksi 2023 hingga 2026

Semua model tersebut memakai sistem FSD yang kini tengah diperiksa secara ketat untuk memastikan keamanannya di medan nyata.

Dampak dan Langkah Selanjutnya

Pengawasan lebih ketat ini membawa tekanan pada Tesla untuk memperbaiki sistem FSD terutama di area yang berkaitan dengan kondisi cuaca buruk dan visibilitas kamera yang menurun. Jika ditemukan kegagalan signifikan, NHTSA berpotensi mengeluarkan perintah recall besar-besaran yang dapat berdampak pada jutaan kendaraan Tesla di Amerika Serikat.

Langkah ini juga menjadi pengingat pentingnya integrasi sensor yang lebih andal dan diversifikasi metode pendeteksian dalam kendaraan otonom. Ketergantungan hanya pada kamera dapat menyebabkan risiko tinggi ketika lingkungan fisik berubah secara drastis.

Sebagai tambahan, Tesla diminta meningkatkan transparansi data dan pelaporan kecelakaan terkait FSD untuk mendukung evaluasi menyeluruh dari regulator. Perbaikan ini sangat penting agar teknologi kendaraan otonom dapat menjamin keselamatan pengguna jalan umum.

NHTSA akan terus memantau perkembangan pembaruan perangkat lunak Tesla dan efektivitas respons perusahaan terhadap permasalahan visibilitas ini. Hasil investigasi yang lebih mendalam diharapkan dapat memberikan gambaran jelas terkait kesiapan FSD dalam menghadapi situasi jalan riil di seluruh jaringan transportasi Amerika Serikat.

Source: www.carscoops.com

Berita Terkait

Back to top button