
Jasamarga memprediksi sebanyak 3,5 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek selama musim mudik Lebaran 2026. Prediksi ini mengindikasikan lonjakan signifikan dalam volume lalu lintas yang akan melintasi jalan tol menuju berbagai destinasi mudik utama.
Data dari Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division (JMT) menunjukkan peningkatan volume kendaraan yang keluar dari Jabodetabek melalui beberapa gerbang tol penting. Wilayah tol yang mencatat kenaikan lalu lintas utama antara lain GT Cengkareng, GT Cikupa, serta GT Ciawi 1 yang menuju kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Merak, dan Puncak Bogor.
Peningkatan Volume Lalu Lintas di Gerbang Tol Utama
Berdasarkan catatan pada awal musim mudik, volume kendaraan di GT Cengkareng naik sebesar 1,20 persen, dengan total kendaraan mencapai 83.572 unit dari angka normal 82.577 unit. Di GT Cikupa, kenaikan lebih signifikan terjadi, yaitu sebesar 6,88 persen atau dari 51.944 menjadi 55.520 kendaraan yang melewati gerbang tol tersebut. Sementara itu, GT Ciawi 1 justru mencatat penurunan volume kendaraan menuju Puncak sebanyak 8,43 persen, dengan angka sekitar 36.040 kendaraan dari biasanya 39.358 kendaraan.
Dominasi Jalur Tol Trans Jawa pada Arus Mudik
Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwantoro, menginformasikan bahwa sekitar 285 ribu kendaraan telah keluar dari Jabodetabek pada akhir pekan awal musim mudik. Angka tersebut sudah mencapai 14 persen dari estimasi total 3,5 juta kendaraan yang diprediksi melakukan perjalanan mudik. Sebagian besar pergerakan kendaraan ini memilih jalur tol Trans Jawa sebagai rute utama menuju daerah tujuan mudik seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Rivan memprediksi gelombang besar lain dari kendaraan keluar Jabodetabek akan terjadi pada akhir pekan berikutnya. Hal ini menunjukkan potensi kemacetan dan kepadatan lalu lintas yang cukup tinggi di jalan tol utama. Oleh karena itu, kesiapan pengemudi dan kendaraan menjadi kunci penting untuk menghadapi perjalanan mudik tahun ini.
Persiapan dan Antisipasi Perjalanan Mudik
Jasa Marga mengimbau masyarakat agar mempersiapkan kendaraan dengan baik sebelum berangkat. Pemeriksaan kondisi mesin, rem, dan ban dinilai sangat penting demi mengurangi risiko kerusakan saat perjalanan jauh. Selain itu, pengemudi disarankan untuk memastikan kondisi tubuh dalam keadaan prima agar tetap waspada selama berkendara.
Pengemudi juga dianjurkan mengecek kecukupan bahan bakar dan saldo kartu e-toll untuk menghindari hambatan pembayaran di pintu tol. Kesiapsiagaan ini diharapkan dapat membantu kelancaran arus kendaraan selama musim puncak mudik.
Kondisi di Rest Area dan Fasilitas Pendukung
Kepadatan kendaraan sudah mulai terlihat di sejumlah rest area sepanjang ruas tol, seperti yang terpantau di rest area KM 57. Pengelola rest area juga mengingatkan pengendara agar tidak meninggalkan kendaraan lama di lokasi-lokasi dengan fasilitas pengisian tenaga listrik (SPKLU). Tujuannya adalah agar kendaraan lain dapat menggunakan fasilitas tersebut dengan lancar dan menghindari kemacetan tambahan di area parkir.
Dengan prediksi 3,5 juta kendaraan keluar Jabodetabek pada musim mudik, perhatian terhadap faktor keselamatan dan kenyamanan saat berkendara menjadi semakin penting. Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan mematuhi aturan berlalu lintas guna mengantisipasi potensi kemacetan dan kecelakaan di jalan tol.
Informasi ini menegaskan bahwa persiapan matang dan kewaspadaan harus menjadi prioritas utama bagi para pemudik agar perjalanan tetap lancar, aman, dan nyaman selama masa mudik Lebaran 2026.









