Pasar mobil China di Indonesia pada Februari 2026 menunjukkan persaingan yang makin ketat. Namun di tengah kompetisi itu, BYD masih memimpin daftar merek terlaris berdasarkan data retail sales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo.
Data retail sales penting dicermati karena menggambarkan distribusi kendaraan dari diler ke konsumen. Angka ini memberi gambaran merek mana yang paling cepat terserap pasar, termasuk di segmen kendaraan listrik yang terus berkembang.
BYD Masih Memimpin Penjualan
BYD mencatat penjualan 3.596 unit pada Februari 2026. Angka itu menempatkan merek ini sebagai mobil China terlaris di Indonesia untuk periode tersebut.
Mengacu pada data referensi, capaian BYD naik sekitar 42,9 persen dibanding Januari 2026 yang berada di level 2.516 unit. Kenaikan ini menegaskan bahwa permintaan pasar terhadap line-up BYD masih kuat, terutama saat konsumen semakin akrab dengan mobil listrik dan elektrifikasi.
Posisi BYD juga menarik karena merek ini tidak hanya unggul dari sisi volume. BYD dalam beberapa bulan terakhir konsisten menjadi salah satu nama paling menonjol di pasar mobil China, sehingga penguatan penjualan pada Februari memberi sinyal bahwa dominasi itu belum goyah.
Jaecoo Tempel Ketat di Posisi Kedua
Jaecoo menempati urutan kedua dengan penjualan 3.028 unit. Jaraknya dengan BYD cukup dekat, sehingga persaingan di papan atas terlihat sangat terbuka.
Kenaikan Jaecoo juga tergolong besar karena pada Januari 2026 merek ini membukukan 2.031 unit. Berdasarkan artikel referensi, lonjakan tersebut didorong percepatan pengiriman mobil listrik Jaecoo J5 sebelum periode libur Lebaran.
Faktor distribusi yang lebih agresif ini memperlihatkan bahwa strategi logistik dan timing pengiriman sangat berpengaruh pada penjualan bulanan. Dalam pasar yang makin padat pemain, kemampuan mengirim unit lebih cepat bisa langsung mengerek posisi merek.
Wuling Naik, Chery Tergeser
Di luar dua besar, Wuling berhasil naik ke posisi ketiga dengan 1.503 unit. Pergerakan ini cukup penting karena pada Januari 2026 Wuling masih berada di peringkat keempat.
Kenaikan Wuling membuat Chery turun ke urutan keempat dengan penjualan 1.167 unit. Selisih keduanya memang tidak terlalu lebar, tetapi perubahan posisi ini menunjukkan persaingan di kelompok menengah berlangsung sangat dinamis.
Wuling selama ini punya basis pasar yang cukup kuat di Indonesia. Dukungan jaringan, pengenalan merek yang lebih lama, dan portofolio produk yang beragam ikut menjadi faktor yang membantu performanya tetap kompetitif.
Geely Masuk Lima Besar
Salah satu kejutan terbesar pada Februari 2026 datang dari Geely. Merek ini mencatat 1.101 unit dan menembus lima besar.
Lonjakan Geely sangat tajam bila dibandingkan Januari 2026 yang masih 585 unit. Artinya, penjualan merek ini hampir dua kali lipat hanya dalam satu bulan.
Dengan hasil tersebut, Geely berhasil melampaui GAC Aion yang pada Februari mencatat 712 unit. Pergeseran ini memperlihatkan bahwa peta persaingan merek China di Indonesia belum stabil dan masih sangat mungkin berubah setiap bulan.
Daftar 10 Mobil China Terlaris Februari 2026
Berikut daftar merek mobil China terlaris di Indonesia pada Februari 2026 berdasarkan data retail sales Gaikindo:
- BYD: 3.596 unit
- Jaecoo: 3.028 unit
- Wuling: 1.503 unit
- Chery: 1.167 unit
- Geely: 1.101 unit
- Aion: 712 unit
- GWM: 350 unit
- Denza: 349 unit
- Jetour: 222 unit
- Xpeng: 176 unit
Daftar ini menunjukkan gap yang cukup lebar antara dua besar dan pemain lain. BYD dan Jaecoo sama-sama sudah menembus angka 3.000 unit, sedangkan posisi ketiga masih berada di kisaran 1.500 unit.
Apa Arti Data Ini untuk Pasar Indonesia
Data Februari 2026 memperlihatkan satu tren besar, yaitu merek-merek China makin kuat di pasar nasional. Mereka tidak lagi hanya hadir sebagai penantang, tetapi sudah menjadi pemain utama di beberapa segmen, terutama kendaraan listrik.
Kinerja BYD dan Jaecoo juga menegaskan bahwa pasar mulai merespons cepat merek yang mampu menyediakan produk sesuai kebutuhan konsumen. Selain harga dan fitur, kecepatan distribusi, kesiapan unit, serta momentum penjualan menjelang periode ramai seperti Lebaran ikut menentukan hasil akhir.
Di sisi lain, perubahan posisi Wuling, Chery, dan Geely menunjukkan kompetisi belum selesai. Data Gaikindo untuk bulan-bulan berikutnya akan penting dipantau karena selisih antarmerek di papan tengah masih cukup tipis, sehingga satu strategi distribusi atau peluncuran model baru bisa langsung mengubah urutan penjualan.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.suara.com