Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., mengikuti rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2026. Rapat ini diselenggarakan di Mapolres Tanjab Barat sebagai persiapan pengamanan selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Acara tersebut dihadiri Kapolres, perwakilan Dandim 0419, sejumlah kepala OPD, dan pimpinan instansi vertikal. Tujuannya untuk menyusun strategi pengamanan arus mudik, arus balik, serta menjaga ketertiban masyarakat selama Lebaran.
Kapolres Tanjung Jabung Barat, AKBP Maulia Kuswicaksono, menjelaskan Operasi Ketupat merupakan operasi berskala nasional. Operasi ini melibatkan seluruh wilayah Indonesia dengan tujuan utama pelayanan kemanusiaan dan memastikan keamanan mobilitas masyarakat.
Meski Tanjung Jabung Barat bukan jalur utama mudik, koordinasi tetap dilakukan secara intensif. Hal ini untuk mencegah potensi gangguan yang dapat mengganggu kenyamanan warga saat mudik dan merayakan Idul Fitri.
Kapolres menekankan pentingnya pemetaan titik-titik rawan kemacetan dan kecelakaan selama Operasi Ketupat. Kawasan wisata, pelabuhan, dan pusat aktivitas masyarakat menjadi lokasi utama perhatian pengamanan.
Jalur lintas mulai dari wilayah Ulu hingga Tebing Tinggi juga menjadi fokus utama. Jalur ini dinilai memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi sehingga butuh pengawasan ekstra dari aparat keamanan dan instansi terkait.
Tim gabungan kepolisian dan instansi lainnya kini melakukan survei lapangan untuk menentukan titik rawan kecelakaan. Langkah ini menjadi upaya pencegahan dini guna menjaga kelancaran operasional selama masa mudik Lebaran.
Wakil Bupati Katamso memberikan apresiasi kepada Polres Tanjab Barat atas inisiatif dan pelaksanaan rapat koordinasi. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan hanya formalitas, tetapi bagian nyata dari pelayanan publik dalam menjaga keamanan.
Katamso menyampaikan perhatian khusus terhadap kondisi infrastruktur jalan dan pengaturan arus lalu lintas. Baik jalur darat maupun laut perlu mendapatkan perhatian untuk menghindari kemacetan dan gangguan lain.
Instansi terkait juga diminta memastikan pasokan kebutuhan pokok seperti LPG dan bahan pangan penting tetap aman tersedia selama Ramadan hingga Idul Fitri. Ketersediaan ini sangat vital untuk mendukung kenyamanan masyarakat.
Pelayanan kesehatan juga menjadi prioritas, khususnya di puskesmas dan pustu yang berada di jalur lintas timur Sumatera. Kesiapan fasilitas kesehatan penting untuk mengantisipasi kebutuhan mendadak selama arus mudik.
Potensi kebakaran yang sering terjadi di wilayah Tanjung Jabung Barat juga diingatkan oleh Wakil Bupati. Pencegahan melalui sosialisasi kepada masyarakat perlu ditingkatkan untuk mengurangi risiko kejadian serupa.
Katamso menegaskan bahwa keberhasilan pengamanan Idul Fitri sangat tergantung pada sinergi dan komunikasi antar pemangku kepentingan. Kolaborasi yang solid antara aparat dan instansi terkait menjadi kunci utama.
Rapat ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan aparat keamanan dalam memberikan pelayanan terbaik. Dengan persiapan matang, masyarakat diharapkan dapat menjalankan aktivitas Idul Fitri dengan aman dan nyaman.
Pengamanan arus mudik dan balik juga berfokus pada koordinasi lintas sektor yang efektif. Hal ini mencakup pengawasan lalu lintas, kesiapan fasilitas, dan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan.
Operasi Ketupat 2026 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat siap menjalankan tugas dengan dukungan penuh dari berbagai pihak. Harapannya, momentum perayaan Idul Fitri dapat berlangsung dengan tertib dan kondusif.
