Sampah Tutup Drainase, Banjir Tol Jagorawi Selesai Diatasi Malam Itu

Genangan di Tol Jagorawi yang sempat mengganggu lalu lintas arah Jakarta dipastikan sudah ditangani. Penyebab utamanya mengarah pada saluran drainase yang tersumbat sampah, sehingga aliran air tidak masuk ke inlet dan meluber ke badan jalan.

Jasa Marga menyatakan seluruh lajur di lokasi terdampak kini kembali bisa dilintasi. Penanganan dilakukan setelah petugas menemukan adanya hambatan pada sistem drainase di sekitar KM 12+800 hingga KM 12+600 Ruas Tol Jagorawi arah Jakarta.

Kronologi genangan di Tol Jagorawi

Berdasarkan laporan petugas lapangan, genangan mulai terpantau sejak pukul 16.30 WIB. Lokasi terdampak berada di jalur arah Jakarta, dengan limpasan air meluas di sekitar KM 12+600 sampai KM 12+400.

Menurut keterangan resmi Jasa Marga, penumpukan sampah dari saluran warga di sisi luar jalan tol diduga menjadi pemicu awal masalah. Sampah menutup inlet saluran, lalu menghambat aliran air saat debit limpasan dari kawasan permukiman meningkat.

Kondisi itu memburuk ketika volume air yang masuk melebihi kapasitas saluran drainase jalan tol di jalur A arah Bogor. Tekanan air kemudian memicu aliran balik atau back water ke saluran crossing menuju jalur B arah Jakarta.

Dampaknya, air tidak hanya tertahan di saluran, tetapi juga melimpas ke badan jalan tol. Situasi ini membuat pengelola harus segera melakukan pengaturan lalu lintas untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.

Lajur sempat dibatasi

Saat genangan terjadi, petugas Jasamarga Tollroad Operator melakukan rekayasa lalu lintas di titik terdampak. Bahu luar, lajur 1, dan lajur 2 sempat ditutup sementara, sehingga kendaraan hanya dapat melintas melalui lajur 3 dan lajur 4.

Senior General Manager Jasamarga Metropolitan Tollroad Regional Division Widiyatmiko Nursejati menjelaskan bahwa petugas langsung bergerak begitu genangan terdeteksi. Dalam keterangan resminya, ia menyebut seluruh genangan berhasil ditangani pada pukul 19.09 WIB dan semua lajur kembali dapat dilintasi.

Informasi ini menjadi penting karena genangan di jalan tol berisiko memicu perlambatan panjang dan kecelakaan. Pembatasan lajur juga menjadi langkah standar agar kendaraan tidak memaksa melintas di area dengan kondisi air yang belum aman.

Langkah yang sudah dilakukan

Jasa Marga tidak hanya melakukan penanganan darurat di lokasi. Perusahaan juga membersihkan sampah yang menyumbat inlet saluran agar fungsi drainase kembali normal.

Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait disiapkan untuk menangani sumber masalah dari luar badan tol. Fokusnya adalah aliran dari kawasan permukiman yang membawa sampah ke saluran di sekitar jalan tol.

Untuk jangka panjang, Jasa Marga berencana membangun tanggul sepanjang 300 meter di sekitar titik kejadian. Infrastruktur tambahan ini ditujukan untuk meningkatkan kapasitas pengendalian air saat debit limpasan naik.

Berikut langkah penanganan yang disampaikan pengelola jalan tol:

  1. Pemeriksaan saluran drainase di lokasi genangan.
  2. Pembersihan sampah pada inlet saluran.
  3. Pengaturan lalu lintas dengan penutupan sementara beberapa lajur.
  4. Koordinasi lanjutan dengan instansi terkait.
  5. Rencana pembangunan tanggul sepanjang 300 meter.

Dampak lain di rest area KM 10

Selain di jalur utama, genangan juga dilaporkan terjadi di Tempat Istirahat dan Pelayanan KM 10 arah Bogor. Peristiwa ini dipicu meluapnya aliran kali di belakang rest area yang merendam pompa air bersih dan fasilitas SPBU.

Atas diskresi Kepolisian, rest area itu sempat ditutup sementara mulai pukul 19.45 WIB. Penutupan dilakukan karena pompa air bersih terdampak genangan dan perlu pemeriksaan.

Rest area kemudian dibuka kembali pada pukul 20.40 WIB. Namun, penjualan BBM di SPBU masih dihentikan sementara untuk memastikan kualitas BBM dan kesiapan peralatan pendukung.

Kondisi ini menunjukkan bahwa dampak hujan lebat dan buruknya aliran drainase tidak hanya memengaruhi badan jalan. Fasilitas pendukung perjalanan di sekitar koridor tol juga dapat terganggu ketika aliran air dari sungai atau saluran sekitar meluap.

Lalu lintas berangsur normal

Pada hari berikutnya, seluruh genangan dilaporkan telah surut dan arus lalu lintas kembali normal. Jasa Marga juga mencatat sempat ada hambatan di KM 03+800 arah Bogor akibat tingginya debit air Kali Cipinang yang menggenangi sebagian sisi luar jalan tol.

Untuk mencegah genangan meluas di titik tersebut, empat unit pompa dioperasikan. Hingga laporan terakhir, operasional jalan tol dinyatakan tidak terganggu dan seluruh lajur tetap bisa digunakan pengguna jalan.

Kasus ini kembali menyoroti hubungan erat antara kebersihan saluran, limpasan dari permukiman, dan ketahanan infrastruktur jalan tol saat hujan deras. Penanganan cepat memang memulihkan lalu lintas, tetapi upaya pencegahan di area drainase luar jalan tol tetap menjadi faktor penting agar genangan serupa tidak berulang.

Baca selengkapnya mengenai topik ini di: otomotif.kompas.com
Exit mobile version