
BYD semakin mendekati realisasi produksi mobil listrik lokal di pabrik Subang, Jawa Barat. Perusahaan asal Shenzhen ini telah memasuki tahap pengujian dan persiapan jalur produksi dengan target mulai beroperasi dalam tahun ini.
Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, Eagle Zhao, menyatakan bahwa sejak kuartal pertama, mereka sudah melakukan serangkaian tes teknis secara komprehensif. Tujuannya untuk memastikan garanti kualitas sesuai standar global BYD yang sama dengan produk di China.
Fokus Produksi Lokal dengan Kualitas Global
Pabrik di Subang memang dirancang memenuhi standar produksi global tanpa kompromi. Dengan demikian, mobil listrik yang dirakit di Indonesia diharapkan mampu bersaing secara kualitas di pasar domestik maupun internasional. Eagle menekankan bahwa setiap model yang diproduksi wajib mengikuti standar global BYD.
Meski demikian, BYD masih membuka opsi impor kendaraan dari China dalam kondisi tertentu. Hal ini untuk memenuhi kebutuhan pasar yang spesifik dan belum sepenuhnya bisa dipenuhi dari produksi lokal.
Impor Sebagai Cadangan, Bukan Prioritas
Head of PR and Government BYD Indonesia, Luther Panjaitan, menjelaskan bahwa impor hanya dijadikan cadangan saat permintaan jenis kendaraan tertentu tidak dapat dipenuhi secara lokal. “Kami tidak akan menghilangkan impor sepenuhnya, tetapi produksi lokal tetap menjadi fokus utama,” kata Luther.
Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) memperlihatkan bahwa BYD tidak melakukan impor unit pada bulan Januari dan Februari 2026. Ini menandakan pergeseran nyata untuk mengutamakan produksi dalam negeri.
Kewajiban Produksi Sesuai Regulasi Pemerintah
Produksi lokal BYD di Indonesia tidak hanya inisiatif bisnis, tetapi juga memenuhi regulasi pemerintah. Merujuk pada Peraturan Menteri Investasi Nomor 6 Tahun 2023 bersama Nomor 1 Tahun 2024, produsen mobil listrik wajib memproduksi kendaraan di Indonesia paling lambat 1 Januari 2026.
Dalam periode tahun 2026 dan 2027, jumlah dan spesifikasi kendaraan yang diproduksi lokal harus setara bahkan lebih baik dari model sebelumnya yang diimpor. Aturan ini mendorong investasi pabrik seperti BYD Subang menjadi strategi utama untuk memenuhi target tersebut.
Tahapan Persiapan Produksi BYD di Subang
Berikut ini beberapa langkah persiapan BYD sebelum produksi massal berjalan penuh:
- Melakukan pengujian jalur perakitan dan peralatan teknis.
- Penyelarasan sistem produksi agar sesuai standar global.
- Pengujian kualitas mobil yang dihasilkan dari proses lokal.
- Menyusun strategi distribusi dan penjualan kendaraan buatan Indonesia.
Upaya ini menjadi bukti keseriusan BYD memasuki pasar otomotif listrik Indonesia dari basis produksi sendiri.
Dampak Produksi Mobil Lokal BYD bagi Pasar Otomotif
Dengan hadirnya mobil listrik produksi lokal, harga kendaraan diharapkan lebih kompetitif karena pengurangan biaya impor dan pajak bea masuk. Selain itu, ketersediaan produk yang lebih cepat dan suku cadang yang mudah didapat juga mendukung peningkatan layanan purna jual.
Produksi lokal ini juga membantu menciptakan lapangan kerja dan mendorong pengembangan ekosistem industri kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah pun mendapat keuntungan dari percepatan realisasi target elektrifikasi transportasi nasional.
Secara keseluruhan, langkah BYD memulai produksi mobil listrik di Subang menjadi tonggak penting bagi industri otomotif nasional. Meski impor tidak sepenuhnya dihentikan, arah utama BYD tetap fokus pada produk lokal berstandar global yang siap memenuhi kebutuhan pasar domestik dan mendukung program percepatan elektrifikasi kendaraan di Tanah Air.








