
Lando Norris dari tim McLaren memberikan penilaian positif terhadap sasis Ferrari yang dianggap terbaik pada musim Formula 1 2026. Penilaiannya muncul setelah mengamati performa tim Ferrari di balapan GP Australia di Sirkuit Albert Park, di mana Ferrari menunjukkan kekuatan luar biasa meski tidak keluar sebagai pemenang.
Norris mencatat bahwa Mercedes memang menguasai podium utama dalam balapan tersebut. Namun, Ferrari tampil sebagai rival terdekat yang terus menempel ketat Mercedes, terutama dalam menguasai tikungan yang menjadi ciri khas sirkuit Melbourne.
Keunggulan Sasis Ferrari di Tikungan
Pembalap asal Inggris ini menilai keunggulan Ferrari paling terlihat pada kemampuan mobil mereka ketika melewati tikungan. Kemampuan sasis tim Italia tersebut membuat mobilnya sangat stabil dan gesit sehingga dapat mengatasi lintasan dengan efisien. Norris mengatakan, “Keunggulan teknis Ferrari terlihat menonjol sepanjang balapan, terutama di sektor tikungan.”
Menurut Norris, paket mobil Ferrari saat ini adalah yang paling optimal secara keseluruhan dibandingkan tim lain pada awal era regulasi baru. Hal ini membuktikan bahwa pengembangan sasis mereka sangat matang dan mampu memaksimalkan kecepatan di berbagai kondisi lintasan.
Kondisi McLaren dan Tantangan Teknologi Baru
Sementara itu, Norris mengakui bahwa McLaren belum mampu bersaing secara maksimal dengan tim papan atas. Ia menyebut bahwa mobil McLaren masih tertinggal sekitar lima hingga enam persepuluh detik per putaran. Selisih waktu yang cukup besar ini masih menjadi pekerjaan rumah utama bagi tim guna meningkatkan daya saing pada musim ini.
Salah satu penyebab keterlambatan performa McLaren adalah adaptasi terhadap unit tenaga baru yang mulai diterapkan musim ini. Norris mengatakan, “Kami masih dalam tahap memahami teknologi baru, sehingga hal itu memengaruhi kecepatan dan konsistensi mobil.”
Meskipun begitu, Norris tetap merasa puas dengan pencapaian finis di posisi kelima pada balapan pertama. Ia berharap timnya dapat memanfaatkan data awal musim agar mampu melakukan perbaikan signifikan pada mobil.
Performa Red Bull Racing yang Perlu Diwaspadai
Selain menyoroti Ferrari dan Mercedes, Norris juga memberikan perhatian khusus pada kecepatan mobil Red Bull Racing. Ia menyebut mobil Red Bull masih jauh lebih cepat dibandingkan McLaren, terlihat dari aksi Max Verstappen yang mampu menyalip dan menantang posisi tim lain.
Norris menjelaskan, “Max memulai balapan dari belakang dan hampir mengalahkan kami, itu menunjukkan mobil mereka memiliki kecepatan yang jauh unggul.” Hal ini menegaskan bahwa persaingan partai utama musim ini tidak hanya antara Mercedes dan Ferrari, melainkan Red Bull juga sangat kompetitif meskipun belum menguasai puncak klasemen.
Dampak Regulasi Baru pada Persaingan Mobil
Era regulasi baru Formula 1 di 2026 membawa perubahan besar pada desain mobil, terutama dalam hal aerodinamika dan unit tenaga. Perubahan ini membuat sasis dan pengembangan teknis menjadi kunci utama keberhasilan tim. Ferrari berhasil memanfaatkan regulasi ini dengan baik, menghasilkan mobil yang sangat efisien dan cepat, terutama di tikungan.
Sementara beberapa tim seperti McLaren masih beradaptasi dengan kondisi baru, performa Mercedes dan Red Bull juga menunjukkan kapasitas mereka bertarung di level atas. Persaingan pun diprediksi akan semakin ketat sepanjang musim, dengan sasis sebagai faktor penting dalam menentukan hasil balapan.
Ringkasan Performa Tim Utama di GP Australia
- Mercedes: Memimpin podium utama dengan performa stabil.
- Ferrari: Menempel ketat Mercedes dengan sasis superior di tikungan.
- Red Bull Racing: Mobil cepat, terutama lewat Max Verstappen yang mampu menyalip banyak pembalap.
- McLaren: Masih tertinggal sekitar 0,5-0,6 detik per lap dan butuh kerja keras untuk mengejar rival.
Pandangan Lando Norris memberikan gambaran jelas mengenai kondisi persaingan di Formula 1 musim ini. Fokus pada pengembangan sasis dan adaptasi teknologi baru menjadi kunci utama agar tim-tim dapat bersaing optimal di lintasan.
Dengan performa Ferrari yang menonjol secara keseluruhan, tim lain harus mempercepat inovasi dan evaluasi untuk mengejar ketertinggalan. Perkembangan berikutnya dalam kecepatan dan kestabilan mobil akan menentukan siapa yang bisa tampil dominan di sisa musim Formula 1 2026.









