Uji jalan Indomobil EMotor Sprinto EV dari Ciledug, Tangerang, menuju Bogor memberi gambaran yang lebih dekat dengan pemakaian harian. Rute ini menunjukkan bagaimana motor listrik tersebut bekerja saat membawa dua orang, melintasi jalan perkotaan, dan menggunakan beberapa mode berkendara.
Data perjalanan ini penting karena pembaca biasanya mencari jarak tempuh riil, bukan hanya angka klaim pabrikan. Dari pengujian itu, Sprinto EV terlihat unggul di sisi respons tenaga dan fitur fast charging, tetapi efisiensi baterainya tetap sangat dipengaruhi bobot angkut serta gaya berkendara.
Jarak Tempuh Riil di Jalan
Pengujian dimulai dari Ciledug dengan baterai penuh 100 persen. Motor membawa total beban sekitar 120 kg yang terdiri dari pengendara dan penumpang.
Setelah menempuh sekitar 8 kilometer, baterai turun menjadi 91 persen. Angka ini memperlihatkan konsumsi daya yang cukup terasa saat motor dipakai berboncengan di lalu lintas kota.
Perjalanan lalu berlanjut ke arah Parung, Bogor. Saat odometer menunjukkan 24 kilometer, sisa baterai berada di 68 persen.
Dalam rute tersebut, pengendara memakai kombinasi mode comfort, sport, dan boost. Pemakaian mode yang lebih agresif umumnya membuat tenaga terasa lebih cepat keluar, tetapi konsumsi energi juga meningkat.
Ketika jarak tempuh menyentuh 35 kilometer, baterai tersisa 48 persen. Kondisi ini membuat pengisian ulang menjadi pilihan yang lebih aman sebelum perjalanan diteruskan.
Total perjalanan mencapai 49 kilometer saat motor tiba di area dealer Indomobil Yasmin, Bogor. Pada titik itu, kapasitas baterai tercatat tinggal 29 persen.
Berdasarkan angka tersebut, jarak tempuh efektif Sprinto EV pada kondisi nyata terlihat berada di bawah klaim pabrikan. Hasil ini wajar karena uji jalan berlangsung dengan dua penumpang, beban yang relatif tinggi, serta karakter jalan perkotaan yang cenderung stop-and-go.
Catatan Konsumsi Baterai
Berikut ringkasan hasil pengujian di rute Tangerang-Bogor:
- Start Ciledug: baterai 100 persen
- Jarak 8 km: baterai 91 persen
- Jarak 24 km: baterai 68 persen
- Jarak 35 km: baterai 48 persen
- Jarak 49 km: baterai 29 persen
Data ini tidak bisa langsung disamaratakan untuk semua pengguna. Bobot pengendara, kondisi jalan, kepadatan lalu lintas, dan pilihan mode berkendara tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi hasil akhir.
Fast Charging Jadi Nilai Jual Utama
Salah satu sorotan utama dari Sprinto EV ada pada kemampuan pengisian cepat. Di dealer Indomobil Yasmin Bogor, baterai terisi dari 29 persen hingga penuh dalam waktu kurang dari 30 menit.
Mengacu pada data pengujian, fasilitas fast charging ini menggunakan daya hingga 5.000 watt. Indomobil mengklaim pengisian dari nol sampai penuh dapat dilakukan sekitar 45 menit, dan pada pengujian ini hasilnya bahkan lebih cepat.
Kemampuan tersebut memberi nilai tambah untuk mobilitas jarak menengah. Pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama saat membutuhkan tambahan daya di tengah perjalanan.
Performa Harian dan Karakter Berkendara
Dari sisi rasa berkendara, Sprinto EV dinilai responsif sejak putaran awal. Karakter motor listrik yang memberi torsi instan terasa menonjol, terutama ketika mode boost diaktifkan.
Motor juga terasa ringan dan lincah saat dipakai di jalan padat. Karakter ini membuat Sprinto EV cocok untuk kebutuhan komuter yang membutuhkan akselerasi cepat dan manuver mudah di area urban.
Dalam konteks penggunaan harian, hasil uji dari Tangerang ke Bogor menunjukkan Sprinto EV bukan hanya mengandalkan spesifikasi di atas kertas. Motor ini menawarkan kombinasi tenaga yang sigap, fitur pengisian cepat, serta kemampuan jelajah yang masih memadai untuk rute dalam kota dan antarwilayah dekat, dengan catatan pola pemakaian akan sangat menentukan sisa baterai di akhir perjalanan.
